5 Hal yang Perlu Disiapkan untuk Menyambut Ramadhan

Persiapan Menyambut Ramadhan
Picture of Ikhwan Sy

Ikhwan Sy

Penulis

SULUH NUSANTARA – Tak hanya sekedar menjalani ketika waktunya tiba saja, persiapan menyambut Ramadhan perlu dilakukan muslim, supaya amalan di bulan suci umat islam ini lebih maksimal.

Ramadhan ibarat sebuah lari marathon, perlu stamina yang banyak untuk menjalaninya. Tanpa persiapan dan pemanasan, tentu saja akan sulit dalam menjalaninya.

Melansir dari dki.kemenag.go.id, penyuluh agama Islam senior, DR. Saifullah menerangkan bahwa ada setidaknya lima persiapan yang perlu dilakukan menjelang bulan puasa. Berikut rinciannya:

1. Mempersiapkan Ilmu

Untuk memaksimalkan aktifitas di bulan Ramadhan, seorang muslim perlu memiliki wawasan dan pemahaman yang benar tentang bulan puasa. Penting untuk memiliki ilmu sebelum beramal.

Dari kitab al-Amru bil Ma’ruf wan nahyu anil munkar karya Ibnu Taimiyyah, Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu berkata:

الْعِلْمُ إمَامُ الْعَمَلِ وَالْعَمَلُ تَابِعُهُ
Artinya: “Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikut ilmu.

Membaca berbagai rujukan atau bacaan yang berhubungan dengan bulan Ramadhan, adalah salah satu cara untuk mempersiapkan diri.

2. Mempersiapkan Semangat dan Menjauhi Perbuatan Maksiat

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, sebaiknya seorang muslim memperbanyak amalan sunnah dan menjauhi perbuatan yang tidak bermanfaat serta maksiat.

Pada bulan Sya’ban, bulan sebelum Ramadhan, muslim didorong untuk memperbanyak amal ibadah. Nabi Muhammad shalallahu ’alaihi wa salam sendiri sering meningkatkan ibadahnya di bulan ini.

Bulan Sya’ban juga menjadi momen untuk menjauhi perbuatan dosa dan maksiat. Dengan melatih diri untuk meninggalkan hal-hal buruk, kita akan lebih siap menyambut bulan suci.

Tak lupa, salah satu amalan utama di bulan Sya’ban adalah memperbanyak istighfar. Dengan memperbanyak memohon ampun, kita berharap Allah menghapus dosa-dosa sebelum Ramadhan.

|| BACA JUGA: Nyadran, Jadi Tradisi Akulturasi Budaya Jawa Islam Jelang Bulan Ramadhan Yang Masih Lestari Hingga Kini

3. Mempersiapkan Fisik

Selain rohani yang kuat, menjalani Ramadhan juga membutuhkan jasmani yang prima. Sebab, puasa menuntut kita agar menahan nafsu untuk tidak makan dari sahur sampai berbuka.

Selain itu, di malam hari umat muslim juga di sunnahkan untuk melakukan sholat tarawih dan witir. Kesehatan badan akan membuat seorang muslim dapat melaksanakan amal baik ini dengan maksimal.

Aktifitas yang banyak mengeluarkan energi seperti berolahraga, sebaiknya dihindari atau dikurangi intensitasnya.

4. Mempersiapkan Harta

Sebelum bulan Ramadhan, sebaiknya seorang muslim mengalokasikan dana untuk melipatgandakan sedekah atau infaq.

Rasulullah SAW telah mencontohkan sifat kedermawanan yang sangat tinggi di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits, Ibnu Abbas meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ. إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَلْقَاهُ، فِي كُلِّ سَنَةٍ، فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Artinya: “Rasulullah SAW adalah seorang yang paling murah hatinya dengan (berbagi) kebaikan, dan beliau lebih bermurah hati (dermawan) ketika di dalam bulan Ramadhan. Ketika ditemui oleh Jibril AS dan Jibril as menemui beliau setiap malam dalam Ramadhan sampai berakhirnya bulan, Ia menyampaikan Al-Qur`an kepada Nabi SAW. Jika Jibril As menemui seorang laki-laki, maka beliau adalah seorang yang lebih bermurah hati dengan (berbagi) kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu, wajib bagi seorang muslim untuk menyalurkan zakat sebelum Idul Fitri tiba.

5. Mempersiapkan Target untuk Pengembangan Diri

Bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk seorang muslim mengembangkan dan merubah dirinya.

Melansir dari liputan6.com, Ustadz Adi Hidayat berkata, “Ramadhan itu keutamaannya, kalau sudah tiba, selalu kita terdorong pada yang saleh dan tertahan untuk yang salah.”

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa perubahan perilaku pada diri seorang muslim saat Ramadhan, terjadi secara alami. Sebab, Ramadhan melatih muslim untuk menahan diri dari hal yang buruk.

Di samping itu, Ramadhan juga mendorong seseorang untuk lebih giat dalam berbuat baik. Secara otomatis, kemauan untuk berbuat baik meningkat, sedangkan dorongan untuk berbuat dosa melemah.

Agar terjadi peningkatan dalam diri, seorang muslim hendaknya memiliki target-target dalam Ramadhan. Kegiatan itu seperti khatam membaca Al Qur’an, sukses Tarawih, sukses itikaf sepuluh malam akhir bulan puasa, dan sebagainya.

Kesimpulan

Sebelum bulan suci, sebaiknya umat muslim melakukan persiapan menyambut Ramadhan. Sehingga, bulan puasa menjadi bermanfaat dan banyak membawa keberkahan.

Setidaknya ada lima hal yang dapat muslim lakukan untuk melakukan persiapan menyambut Ramadhan. Persiapan itu adalah persiapan ilmu, semangat dan menjauhi maksiat, fisik, harta serta target untuk pengembangan diri.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberi kita kelancaran dan kemudahan, dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Serta, menjauhkan diri kita dari perbuatan maksiat dan perbuatan sia-sia.

 

Wallahu A’lam
Oleh Dennis Ramadhan

 

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya