Literasi Penyuluh Nusantara Menggema – Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 03: Suara Langit di Bumi Nusantara

Picture of Kabibur

Kabibur

Penulis

Virtual Zoom dan Live YouTube, Selasa (23/9/2025) pukul 19.00–20.30 WIB, ratusan penyuluh agama dari berbagai daerah kembali berkumpul secara virtual dalam Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara (D’PENA) Batch 03. Kegiatan yang digelar oleh komunitas Pena Da’i Nusantara (PDN) ini sekaligus menjadi momentum diskusi buku perdana berjudul “Suara Langit di Bumi Nusantara”, sebuah karya kolaboratif yang merangkum kisah inspiratif penyuluh agama di berbagai penjuru tanah air.

Acara yang berlangsung melalui ruang virtual Zoom ini menghadirkan sejumlah tokoh penting. Tampil sebagai Keynote Speaker, Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si. (Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI). Sementara itu, H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., Kabid PENAIS ZAWA Kanwil Kemenag DIY, hadir sebagai pemantik diskusi, dan Drs. H. Nur Rohman, M.A. selaku Ketua PW IPARI DIY menyampaikan opening remark. Hadir pula para penyuluh agama inspiratif seperti Muqaffa Mahyuddin, S.Ag., M.Hum. (DIY) dan Marsidi, S.Ag., MH. (Jawa Timur) sebagai speaker. Acara dipandu oleh S. Imroatull Ulfiah, S.Pd.I., M.Pd. (Penyuluh Jawa Timur).

Ketum PDN Buka Penulisan Buku Jilid 2

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pena Da’i Nusantara menyampaikan rasa syukur atas lahirnya buku perdana ini sebagai tonggak sejarah penyuluh agama di dunia literasi. Ia juga mengumumkan pembukaan penulisan untuk buku jilid 2 dengan judul “Menjaga Merah Putih Nusantara (Peran Strategis Penyuluh Agama dalam Menjaga Moderasi Beragama)”.

“Harapannya seluruh penyuluh dapat memotret kiprah di wilayah masing-masing dalam menjaga harmonisasi umat beragama di tengah masyarakat,” ujarnya. Ia pun memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam serta Kasubtim Evaluasi Penyuluh Kemenag RI. “Berkat suport dan dorongan itu, penyuluh selalu berkibar dengan inovasi dan karyanya,” tambahnya.

Pesan Karakter H2O

Sementara itu, Kabid PENAIS ZAWA Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyuluh untuk terus mengasah kapasitas. Ia memperkenalkan konsep H2O:

  • High Tech – meningkatkan kompetensi teknologi.
  • High Touch – membangun sentuhan yang peka sesuai kurikulum cinta Kementerian Agama.
  • Out of the Box – berani improvisasi dan inovasi dalam penyuluhan.

“Inisiatif dialog digital seperti ini adalah langkah nyata agar penyuluh tetap eksis dan menjadi ujung tombak Kemenag di tengah masyarakat,” tegasnya.

Apresiasi dari IPARI DIY

Apresiasi juga datang dari Ketua PW IPARI DIY, Drs. H. Nur Rohman, M.A. Ia menilai Dialog Paralel Penyuluh Nusantara ini sebagai langkah inovatif yang patut terus dilanjutkan. “Semoga inovasi ini menjadi wadah dialog yang berkesinambungan untuk menguatkan peran penyuluh di tengah dinamika masyarakat,” ungkapnya.

Kiprah Penyuluh Menjaga Harmoni

Diskusi yang berlangsung hangat menyingkap beragam pengalaman nyata penyuluh agama dalam menebarkan moderasi beragama, merajut harmoni sosial, hingga mencegah konflik di tengah masyarakat. Buku “Suara Langit di Bumi Nusantara” menjadi bukti konkret bagaimana penyuluh tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga berkarya melalui tulisan.

Para peserta juga antusias menyambut rencana penulisan buku jilid 2. Mereka menilai karya bersama ini akan semakin memperlihatkan kiprah penyuluh agama sebagai penjaga “Merah Putih” dan perawat kerukunan umat beragama.

Penutup

Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 03 ini tidak hanya menjadi ajang peluncuran buku, tetapi juga momentum penguatan eksistensi penyuluh agama di era digital. Dengan semangat literasi, dakwah, dan moderasi beragama, penyuluh di seluruh penjuru Nusantara siap terus berkarya dan berinovasi bagi bangsa.

Informasi/pendaftaran keanggotaan: http://s.id/penadainusantara

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya