Pembukaan Pengajian Dibuka Dengan Cara Melompat Tanpa Suara

Picture of admin pusat

admin pusat

Penulis

๐˜ฝ๐™š๐™ง๐™–๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™ž, ๐™๐™จ๐™ฉ๐™–๐™™๐™ฏ ๐™„๐™ ๐™๐™ฌ๐™–๐™ฃ ๐™Ž๐™ฎ๐™–๐™๐™ก๐™–๐™ฃ๐™ž ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฌ๐™–๐™ก๐™ž ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™Ÿ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™–๐™ฃ๐™–๐™  ๐™ฅ๐™–๐™จ๐™˜๐™– ๐™ก๐™ž๐™—๐™ช๐™ง ๐™๐™–๐™ข๐™–๐™™๐™๐™–๐™ฃ ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™–๐™ฉ๐™ž๐™๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ก๐™ค๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ฉ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™ช๐™ฃ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ช๐™Ÿ๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™Ÿ๐™–๐™ง๐™ž ๐™Ÿ๐™š๐™ข๐™ฅ๐™ค๐™ก ๐™ ๐™–๐™ ๐™ž ๐™–๐™œ๐™–๐™ง ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ž๐™ข๐™—๐™ช๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™ช๐™–๐™ง๐™– ๐™™๐™ž ๐™ก๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ž ๐™ฅ๐™–๐™ฅ๐™–๐™ฃ ๐™ˆ๐™–๐™จ๐™Ÿ๐™ž๐™™ ๐™๐™–๐™ฎ๐™– 1928 ๐˜ฝ๐™š๐™ง๐™–๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™ž.

Puluhan anak tampak hadir memenuhi ruang pengajian yang berlantai papan. Karakter lantai yang mudah berbunyi menjadi bagian dari metode pembelajaran yang diterapkan malam itu.

Alih-alih langsung memulai dengan membaca Iqraโ€™ atau hafalan, Ikhwan meminta seluruh anak berdiri dan mencoba melompat.

โ€œCoba melompat, tapi gunakan ujung jari jempol kaki, dan jangan sampai terdengar suara,โ€ ujarnya.

Instruksi tersebut sempat memancing tawa. Beberapa anak langsung mencoba, namun bunyi keras dari lantai papan masih terdengar. Setelah beberapa kali percobaan, anak-anak mulai memahami teknik yang dimaksudโ€”mendarat perlahan dengan tumpuan pada ujung jari jempol untuk meredam suara.

Suasana pun berubah dari riuh menjadi lebih fokus. Anak-anak terlihat berusaha mengontrol gerakan tubuh, menahan beban saat mendarat agar tidak menimbulkan bunyi yang mengganggu.

Menurut Ikhwan Syahlani, latihan tersebut memiliki tujuan sederhana namun mendalam.

โ€œIni latihan kecil agar anak-anak terbiasa berhati-hati dalam bergerak. Kalau jatuh saja bisa kita atur supaya tidak ribut, apalagi dalam sikap dan perilaku sehari-hari,โ€ jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengajian tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qurโ€™an, tetapi juga pembentukan adab dan pengendalian diri sejak dini.

Setelah sesi latihan, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran seperti biasa. Namun suasana terlihat lebih tertib, dengan anak-anak yang lebih tenang dan memperhatikan.

Sejumlah orang tua yang hadir menilai metode tersebut efektif dan mudah dipahami anak-anak. Pendekatan praktis yang langsung dirasakan dinilai mampu memberikan kesan yang lebih kuat dibandingkan sekadar penjelasan teoritis.

Pembukaan pengajian di Masjid Raya Berastagi itu menjadi contoh bahwa inovasi dalam metode pembelajaran keagamaan dapat dilakukan dengan cara sederhana. Melalui โ€œlompatan senyapโ€, nilai kehati-hatian dan ketenangan ditanamkan sejak awalโ€”bahkan sebelum anak-anak mulai membaca.

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya