<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kegiatan Penyuluh Arsip - Suntara</title>
	<atom:link href="https://suntara.or.id/category/kegiatan-penyuluh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Media kolaborasi Penyuluh Se-Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 10:20:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2025/06/cropped-ikon-logo-suntara-32x32.png</url>
	<title>Kegiatan Penyuluh Arsip - Suntara</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kompetisi Film Islami 2026 Resmi Ditutup, Penyuluh Agama Islam Berastagi Kirim Satu Karya</title>
		<link>https://suntara.or.id/kompetisi-film-islami-2026-resmi-ditutup-penyuluh-agama-islam-berastagi-kirim-satu-karya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 10:12:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi, Karo — Pendaftaran dan pengunggahan karya Kompetisi Film Islami (KFI) 2026 resmi ditutup pada 22 September 2026. Ajang yang diselenggarakan Kementerian Agama RI melalui Subdirektorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam ini mengangkat tema “Keluarga Sakinah Mashlahat.” Di antara peserta yang turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut, Ikhwan Syahlani, SHI Penyuluh Agama Islam KUA [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kompetisi-film-islami-2026-resmi-ditutup-penyuluh-agama-islam-berastagi-kirim-satu-karya/">Kompetisi Film Islami 2026 Resmi Ditutup, Penyuluh Agama Islam Berastagi Kirim Satu Karya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berastagi, Karo —</strong> Pendaftaran dan pengunggahan karya <strong>Kompetisi Film Islami (KFI) 2026</strong> resmi ditutup pada 22 September 2026. Ajang yang diselenggarakan Kementerian Agama RI melalui Subdirektorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam ini mengangkat tema <strong>“Keluarga Sakinah Mashlahat.”</strong></p>
<p>Di antara peserta yang turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut, Ikhwan Syahlani, SHI Penyuluh Agama Islam KUA Berastagi turut mengirimkan satu karya film pendek untuk mengikuti KFI 2026.</p>
<p>Karya yang dikirim mengangkat kehidupan keluarga dan realitas sosial masyarakat, dengan menampilkan pesan tentang tanggung jawab keluarga, pengabdian, serta pentingnya kebersamaan dalam menghadirkan kemaslahatan.</p>
<p>Keikutsertaan ini menjadi salah satu bentuk kreativitas Penyuluh Agama Islam Kecamatan Berastagi dalam menyampaikan pesan keagamaan melalui media film. Tidak hanya melalui kegiatan penyuluhan secara langsung, nilai-nilai keagamaan juga dapat disampaikan melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.</p>
<p>KFI 2026 memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menuangkan ide, kreativitas, dan inspirasi melalui film yang mengangkat nilai-nilai keislaman dan kehidupan keluarga. Film yang diikutsertakan harus bergenre fiksi drama keluarga dengan durasi 5–7 menit dan mengangkat tema Keluarga Sakinah-Mashlahat.</p>
<p>Setelah batas akhir pengunggahan karya, tahapan selanjutnya adalah <strong>proses penjurian yang dijadwalkan berlangsung pada 28 September hingga 1 Oktober 2026</strong>. Selanjutnya, enam finalis akan diumumkan pada 2 Oktober 2026. Karya para finalis kemudian akan ditayangkan melalui kanal YouTube Syiar Budaya Islam untuk memperoleh penilaian publik.</p>
<p>Untuk menjaga proses kompetisi, <strong>judul dan tautan karya yang dikirim oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Berastagi belum dipublikasikan</strong>. Informasi tersebut akan dibagikan pada waktu yang tepat sesuai dengan tahapan dan ketentuan kompetisi.</p>
<p>Keikutsertaan ini diharapkan menjadi ruang bagi Penyuluh Agama Islam untuk terus mengembangkan kreativitas, sekaligus memperluas cara menyampaikan pesan tentang <strong>keluarga sakinah, kepedulian sosial, dan kemaslahatan masyarakat</strong> melalui media yang lebih kreatif dan komunikatif.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kompetisi-film-islami-2026-resmi-ditutup-penyuluh-agama-islam-berastagi-kirim-satu-karya/">Kompetisi Film Islami 2026 Resmi Ditutup, Penyuluh Agama Islam Berastagi Kirim Satu Karya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pokjaluh Sumatera Utara Periode 2026–2030 Dilantik Hari Ini</title>
		<link>https://suntara.or.id/pokjaluh-sumatera-utara-periode-2026-2030-dilantik-hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 03:37:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medan — Kepengurusan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2030 dilantik hari ini, Senin, 21 September 2026, di Balai Diklat Keagamaan Medan, Jalan TB Silalahi Nomor 122, Sunggal, Kota Medan. Pelantikan tersebut menjadi tindak lanjut hasil Musyawarah Wilayah Pokjaluh Sumatera Utara yang telah dilaksanakan pada 4–5 April 2026 di Hotel Rudang, Kecamatan Berastagi, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/pokjaluh-sumatera-utara-periode-2026-2030-dilantik-hari-ini/">Pokjaluh Sumatera Utara Periode 2026–2030 Dilantik Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 16px;">Medan —</strong><span style="font-size: 16px;"> Kepengurusan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2030 </span><strong style="font-size: 16px;">dilantik hari ini, Senin, 21 September 2026</strong><span style="font-size: 16px;">, di Balai Diklat Keagamaan Medan, Jalan TB Silalahi Nomor 122, Sunggal, Kota Medan.</span></p>
<p>Pelantikan tersebut menjadi tindak lanjut hasil Musyawarah Wilayah Pokjaluh Sumatera Utara yang telah dilaksanakan pada 4–5 April 2026 di Hotel Rudang, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Dalam musyawarah tersebut, telah ditetapkan kepengurusan Pokjaluh Sumatera Utara untuk periode 2026–2030.</p>
<p>Selain pelantikan, kegiatan yang berlangsung <strong>21–22 September 2026</strong> ini juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) Pokjaluh Sumatera Utara. Para Penyuluh Agama Islam yang terpilih sebagai pengurus dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.</p>
<p>Berdasarkan surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Nomor <strong>B-1834/Kw.02.6/HM.01/09/2026</strong> tanggal 17 September 2026, para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota diminta menghadirkan Penyuluh Agama Islam yang terpilih untuk mengikuti pelantikan sekaligus rapat kerja.</p>
<p>Rangkaian kegiatan dimulai pukul <strong>08.00 WIB hingga selesai</strong>. Pelantikan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah organisasi selama periode 2026–2030.</p>
<p>Sementara itu, rapat kerja menjadi ruang untuk menyusun langkah dan program Pokjaluh ke depan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpenyuluh dari berbagai daerah.</p>
<p>Bagi para Penyuluh Agama Islam, keberadaan Pokjaluh bukan sekadar wadah organisasi. Lebih dari itu, Pokjaluh menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas, serta menyatukan langkah dalam menjalankan tugas penyuluhan di tengah masyarakat.</p>
<p>Kebutuhan masyarakat yang terus berkembang juga menuntut penyuluh untuk terus beradaptasi. Penyuluhan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan keluarga, sosial, moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, hingga berbagai persoalan kehidupan yang dihadapi masyarakat.</p>
<p>Karena itu, kepengurusan baru Pokjaluh Sumatera Utara diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para penyuluh untuk menghadirkan gagasan dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.</p>
<p><strong>Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Ia menjadi awal dari sebuah amanah baru.</strong></p>
<p>Empat tahun ke depan akan menjadi ruang untuk membuktikan sejauh mana kebersamaan para penyuluh dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata. Sebab pada akhirnya, keberadaan organisasi tidak diukur hanya dari struktur dan programnya, tetapi dari <strong>seberapa jauh kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat yang dilayani.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/pokjaluh-sumatera-utara-periode-2026-2030-dilantik-hari-ini/">Pokjaluh Sumatera Utara Periode 2026–2030 Dilantik Hari Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Semua Tangga Harus Kita Naiki</title>
		<link>https://suntara.or.id/tak-semua-tangga-harus-kita-naiki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 17:19:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2319</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak kecil kita seperti diajarkan untuk terus naik. Sekolah lebih tinggi, pekerjaan lebih baik, penghasilan lebih besar, posisi lebih tinggi. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Tetapi dalam perjalanan, mungkin ada satu pertanyaan yang jarang kita tanyakan: apakah semua tangga memang harus kita naiki? Dalam kehidupan, manusia memang sering dihadapkan pada keinginan untuk menjadi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/tak-semua-tangga-harus-kita-naiki/">Tak Semua Tangga Harus Kita Naiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kecil kita seperti diajarkan untuk terus naik. Sekolah lebih tinggi, pekerjaan lebih baik, penghasilan lebih besar, posisi lebih tinggi. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Tetapi dalam perjalanan, mungkin ada satu pertanyaan yang jarang kita tanyakan: <strong>apakah semua tangga memang harus kita naiki?</strong></p>
<p>Dalam kehidupan, manusia memang sering dihadapkan pada keinginan untuk menjadi lebih. Ketika sudah berada di satu tempat, mata kembali melihat ke tempat yang lebih tinggi. Ketika satu pencapaian sudah diraih, muncul keinginan untuk mendapatkan pencapaian berikutnya. Begitulah hidup berjalan.</p>
<p>Di dunia pekerjaan, terutama dalam lingkungan birokrasi, tangga itu bisa berbentuk jabatan, pangkat, ruang kerja, kewenangan, atau berbagai macam posisi yang dianggap sebagai tanda keberhasilan. Lalu dimulailah perlombaan&#8230;</p>
<p>Siapa yang lebih dulu naik. Siapa yang mendapatkan tempat lebih baik. Siapa yang dipercaya memegang jabatan. Kadang tanpa disadari, perjalanan bekerja yang semestinya menjadi ruang pengabdian berubah menjadi perjalanan untuk membuktikan siapa yang lebih tinggi dari siapa.</p>
<p>Padahal, tidak semua orang harus berada di puncak tangga yang sama. Ada yang menemukan kebahagiaan dalam memimpin. Ada yang merasa cukup ketika pekerjaannya memberi manfaat. Ada yang tidak membutuhkan ruangan besar untuk merasa dirinya berarti. Sebab nilai seseorang tidak selalu ditentukan oleh tempat di mana ia duduk, tetapi oleh apa yang ia lakukan ketika berada di sana.</p>
<p>Mungkin yang perlu dipikirkan bukan hanya seberapa tinggi seseorang bisa naik, tetapi juga &#8216;untuk apa ia naik&#8217;. Sebab jabatan yang tinggi tidak otomatis membuat seseorang lebih berarti. Begitu pula posisi yang sederhana tidak serta-merta membuat seseorang lebih rendah.</p>
<p>Karena semua orang akan berhadapan dengan batas. Ada masa ketika jabatan berakhir. Ada masa ketika pangkat berhenti. Ada masa ketika meja kerja yang setiap hari didatangi harus ditinggalkan. Bahkan sebuah karier yang panjang sekalipun pada akhirnya akan sampai pada satu titik yang sama: selesai. Dan mungkin justru di situlah kita baru mempunyai kesempatan untuk melihat perjalanan dari kejauhan.</p>
<p>Apa yang dulu begitu penting, ternyata tidak selamanya penting. Persaingan yang dulu membuat gelisah, perlahan kehilangan maknanya. Kursi yang dulu begitu ingin diduduki, akhirnya akan ditempati orang lain. Nama yang dulu disebut bersama jabatan, suatu hari hanya tinggal nama.</p>
<p>Tidak semua tangga harus kita naiki, ada kalanya cukup berdiri di tempat kita berada, lalu bekerja dengan baik. Sebab yang paling penting dari sebuah perjalanan bukan selalu tentang mencapai tempat tertinggi, tetapi tentang <strong>bagaimana kita melewati setiap anak tangga tanpa kehilangan diri sendiri.</strong></p>
<p>Di akhir cerita, kita baru sadar bahwa yang selama ini kita kejar begitu keras, tidak ikut kita bawa pulang. Jabatan berhenti, pangkat berhenti, pujian berhenti. Yang tinggal hanyalah kenangan tentang bagaimana kita pernah menjalani semuanya. Nice!</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/tak-semua-tangga-harus-kita-naiki/">Tak Semua Tangga Harus Kita Naiki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Goseh Turut Hadir Dalam Business Matching &#038; Community Market Linkage Expo 2026 Kabupaten Karo</title>
		<link>https://suntara.or.id/goseh-turut-hadir-dalam-business-matching-community-market-linkage-expo-2026-kabupaten-karo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 04:19:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabanjahe, 17 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Karo menyelenggarakan Business Matching &#38; Community Market Linkage Expo 2026 di Balai Milala Mas Kabanjahe, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dengan pemerintah, sektor swasta, potential buyers, lembaga keuangan, serta berbagai pihak yang mendukung pengembangan usaha lokal. Dalam kegiatan tersebut, Goseh sebagai ekosistem digital [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-turut-hadir-dalam-business-matching-community-market-linkage-expo-2026-kabupaten-karo/">Goseh Turut Hadir Dalam Business Matching &#038; Community Market Linkage Expo 2026 Kabupaten Karo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabanjahe, 17 September 2026</strong> — Pemerintah Kabupaten Karo menyelenggarakan <strong>Business Matching &amp; Community Market Linkage Expo 2026</strong> di Balai Milala Mas Kabanjahe, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dengan pemerintah, sektor swasta, potential buyers, lembaga keuangan, serta berbagai pihak yang mendukung pengembangan usaha lokal.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, <strong>Goseh sebagai ekosistem digital lokal Tanah Karo</strong> menjadi salah satu potensi yang relevan dalam mendorong digitalisasi dan penguatan akses pasar bagi pelaku UMKM.</p>
<p>Sebagai platform digital lokal, Goseh membangun ekosistem yang mempertemukan <strong>UMKM, konsumen, driver, layanan pengantaran dan berbagai layanan digital</strong> dalam satu jaringan. Kehadiran ekosistem seperti ini dapat menjadi salah satu bagian dari transformasi ekonomi lokal berbasis teknologi.</p>
<h3>Goseh dan Masa Depan UMKM Karo</h3>
<p>Digitalisasi UMKM tidak hanya tentang membawa produk ke dalam aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dapat menciptakan <strong>rantai ekosistem ekonomi lokal</strong> yang saling terhubung.</p>
<p>Melalui Goseh, pelaku UMKM memiliki peluang untuk mendapatkan kanal digital tambahan dalam memperkenalkan produk, menerima pesanan dan menjangkau konsumen melalui layanan pengantaran.</p>
<p>Di sisi lain, ekosistem tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat yang bekerja sebagai driver untuk memperoleh peluang pendapatan dari aktivitas ekonomi lokal.</p>
<p>Dengan konsep tersebut, transaksi antara <strong>UMKM, konsumen dan driver</strong> dapat berlangsung dalam satu ekosistem yang dikembangkan dari dan untuk kebutuhan masyarakat daerah.</p>
<h3>Memperkuat Kolaborasi</h3>
<p>Semangat Business Matching &amp; Community Market Linkage Expo 2026 sejalan dengan kebutuhan untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, UMKM, dunia usaha, lembaga keuangan dan teknologi.</p>
<p>Goseh dapat menjadi salah satu contoh potensi digital lokal yang dapat dikembangkan sebagai <strong>jembatan antara produk lokal dan konsumen</strong>, sekaligus mendukung proses digitalisasi pelaku usaha di Kabupaten Karo.</p>
<p>Dengan semakin banyaknya UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital, peluang untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk unggulan Karo juga semakin terbuka.</p>
<p>Pada akhirnya, penguatan ekonomi daerah tidak hanya membutuhkan produk yang berkualitas, tetapi juga <strong>akses pasar, teknologi, kolaborasi dan ekosistem yang mampu menghubungkan semuanya.</strong></p>
<p><strong>Goseh hadir membawa semangat: “Pakai yang lokal, tingkatkan ekonomi lokal.”</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-turut-hadir-dalam-business-matching-community-market-linkage-expo-2026-kabupaten-karo/">Goseh Turut Hadir Dalam Business Matching &#038; Community Market Linkage Expo 2026 Kabupaten Karo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KUA Berastagi dan Disdukcapil Karo Bahas Integrasi Administrasi Pascapernikahan</title>
		<link>https://suntara.or.id/kua-berastagi-dan-disdukcapil-karo-bahas-integrasi-administrasi-pascapernikahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 08:58:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2313</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi, 14 September 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi menerima audiensi jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karo, Senin (14/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi pelayanan administrasi kependudukan yang berkaitan dengan peristiwa perkawinan. Disdukcapil Kabupaten Karo dalam audiensi tersebut diwakili Sriwahyuni, S.H., Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian; Cecilia Br Sembiring, S.Sos., [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kua-berastagi-dan-disdukcapil-karo-bahas-integrasi-administrasi-pascapernikahan/">KUA Berastagi dan Disdukcapil Karo Bahas Integrasi Administrasi Pascapernikahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berastagi, 14 September 2026</strong> — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi menerima audiensi jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karo, Senin (14/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi pelayanan administrasi kependudukan yang berkaitan dengan peristiwa perkawinan.</p>
<p>Disdukcapil Kabupaten Karo dalam audiensi tersebut diwakili Sriwahyuni, S.H., Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian; Cecilia Br Sembiring, S.Sos., yang menangani Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian; serta Yudha Pratama Purba, S.E., Penata Layanan Operasional pada Seksi Perkawinan dan Perceraian.</p>
<p>Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan adalah upaya mempermudah pengurusan administrasi kependudukan bagi pasangan setelah melangsungkan pernikahan. Salah satu opsi yang dibahas adalah kemungkinan adanya mekanisme yang dapat memfasilitasi pasangan untuk memperbarui atau mengurus Kartu Keluarga setelah menikah, termasuk kemungkinan pemisahan data keluarga pasangan dari KK orang tua.</p>
<p>Namun, hal tersebut masih merupakan usulan dan bagian dari pembahasan koordinasi, sehingga belum menjadi ketentuan atau bentuk layanan yang secara otomatis diterapkan kepada setiap pasangan yang menikah.</p>
<p>Kepala KUA Kecamatan Berastagi, <strong>Arri Aliansyah, S.H.I., M.Si.</strong>, menyambut baik adanya komunikasi tersebut. Menurutnya, koordinasi antara KUA dan Disdukcapil penting agar persoalan administrasi yang muncul setelah perkawinan dapat dipahami dan ditangani dengan lebih baik.</p>
<blockquote><p>“Setelah koordinasi dengan pihak Disdukcapil yang hadir hari ini, kami berkomitmen untuk membangun kerja sama di bidang administrasi kependudukan setelah pernikahan,” ujar Arri.</p></blockquote>
<p>Selain administrasi KK, pertemuan juga membahas persoalan pernikahan yang belum tercatat, penerbitan akta kelahiran bagi anak yang lahir di luar perkawinan, serta perubahan data kependudukan dan dokumen pendidikan setelah perkawinan.</p>
<p>Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyusun pola koordinasi yang lebih baik antara KUA dan Disdukcapil. Tujuannya sederhana: agar masyarakat yang telah melangsungkan pernikahan mendapatkan informasi yang jelas dan tidak mengalami kesulitan ketika mengurus dokumen kependudukan<strong>.</strong></p>
<p>Ke depan, berbagai usulan hasil koordinasi tersebut akan menjadi bahan untuk pembahasan lebih lanjut sesuai dengan kewenangan dan ketentuan administrasi kependudukan yang berlaku.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kua-berastagi-dan-disdukcapil-karo-bahas-integrasi-administrasi-pascapernikahan/">KUA Berastagi dan Disdukcapil Karo Bahas Integrasi Administrasi Pascapernikahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apel Senin dan Pertanyaan yang Tak Pernah Kita Ajukan</title>
		<link>https://suntara.or.id/apel-senin-dan-pertanyaan-yang-tak-pernah-kita-ajukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 03:03:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2310</guid>

					<description><![CDATA[<p>Senin pagi selalu punya suasana yang hampir sama. Orang-orang datang dengan seragam yang sudah disiapkan sejak malam sebelumnya. Barisan dibentuk, apel dimulai, amanat disampaikan, lalu semuanya kembali kepada rutinitas masing-masing. Begitu terus. Minggu berganti minggu. Karena terlalu sering dilakukan, kita kadang lupa bahwa ada sesuatu yang sebenarnya sedang berlangsung : waktu sedang berjalan. Apel di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/apel-senin-dan-pertanyaan-yang-tak-pernah-kita-ajukan/">Apel Senin dan Pertanyaan yang Tak Pernah Kita Ajukan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Senin pagi selalu punya suasana yang hampir sama. Orang-orang datang dengan seragam yang sudah disiapkan sejak malam sebelumnya. Barisan dibentuk, apel dimulai, amanat disampaikan, lalu semuanya kembali kepada rutinitas masing-masing. Begitu terus. Minggu berganti minggu.</p>
<p>Karena terlalu sering dilakukan, kita kadang lupa bahwa ada sesuatu yang sebenarnya sedang berlangsung : <strong>waktu sedang berjalan.</strong></p>
<p>Apel di bulan September ini, adalah apel pertama dalam kepemimpinan Kepala KUA Kecamatan Berastagi, Arri Aliansyah Siregar, S.H.I., M.Si. Pergantian seorang pimpinan mengingatkan kita pada sesuatu yang sederhana: kantor akan terus berjalan, sementara orang-orang di dalamnya akan datang dan pergi. Kita sering menilai teman sekantor dari apa yang terlihat. Yang rajin kita anggap biasa. Yang sekali melakukan kesalahan bisa lama kita ingat. Kita hafal kekurangan seseorang, tetapi sering lupa menyebutkan kebaikannya. Mengapa memuji orang lain terasa begitu sulit?</p>
<p>Mungkin karena kita terlalu sibuk mengukur diri sendiri dengan orang lain. Padahal, setiap orang membawa perjuangannya masing-masing. Ada pekerjaan yang selesai tanpa tepuk tangan. Ada tanggung jawab yang dipikul diam-diam. Ada orang yang tetap datang bekerja meskipun hatinya sedang tidak baik-baik saja.</p>
<p>Seorang pemimpin, barangkali, bukan hanya orang yang mampu memberi perintah. Pemimpin juga harus mampu melihat hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian: siapa yang bekerja dalam diam, siapa yang membutuhkan dukungan, dan siapa yang selama ini mungkin belum pernah mendengar satu kalimat sederhana: <em>“Terima kasih, pekerjaanmu berarti.”</em></p>
<p>Kemudian kita kembali kepada soal waktu. Kita sering mengatakan bahwa waktu berputar. Bukankah jarum jam memang berputar? Bukankah Senin akan kembali setelah tujuh hari? Tetapi mungkin yang berputar hanyalah jarum jam.</p>
<p><strong>Waktu sendiri tidak pernah kembali.</strong></p>
<p>Senin depan kita memang akan berdiri lagi di tempat yang sama. Tetapi kita sudah menjadi orang yang berbeda. Ada pengalaman yang bertambah, ada usia yang berkurang, dan ada kesempatan yang tidak mungkin diulang.</p>
<p>Maka mungkin setiap apel bukan sekadar kewajiban kedinasan. Ia adalah kesempatan untuk berhenti sebentar dan bertanya kepada diri sendiri:</p>
<p><strong>Selama waktu terus berjalan, sebenarnya apa yang sedang kita bangun dalam diri kita?</strong></p>
<p>Sebab suatu hari nanti, barisan itu akan tetap ada. Hanya saja, mungkin kita sudah tidak berada di dalamnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/apel-senin-dan-pertanyaan-yang-tak-pernah-kita-ajukan/">Apel Senin dan Pertanyaan yang Tak Pernah Kita Ajukan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KUA Berastagi Gelar Temu Ramah Bersama BKM, Perkuat Sinergi Dan Sosialisasi Layanan Keagamaan</title>
		<link>https://suntara.or.id/kua-berastagi-gelar-temu-ramah-bersama-bkm-perkuat-sinergi-dan-sosialisasi-layanan-keagamaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 10:02:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2307</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi menggelar kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Berastagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara KUA dengan para pengurus masjid sekaligus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri oleh Kepala KUA [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kua-berastagi-gelar-temu-ramah-bersama-bkm-perkuat-sinergi-dan-sosialisasi-layanan-keagamaan/">KUA Berastagi Gelar Temu Ramah Bersama BKM, Perkuat Sinergi Dan Sosialisasi Layanan Keagamaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berastagi — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi menggelar kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Berastagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara KUA dengan para pengurus masjid sekaligus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Berastagi, Arri Ariansyah Siregar, S.H,I., M.S.i, para Penyuluh Agama Islam, serta para ketua dan pengurus BKM masjid yang ada di wilayah Kecamatan Berastagi.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Berastagi menyampaikan sejumlah hal penting yang berkaitan dengan pelayanan KUA. Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah pentingnya Akta Ikrar Wakaf (AIW) sebagai bagian dari tertib administrasi dan kepastian hukum dalam pengelolaan aset wakaf.</p>
<p>Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai wakaf perlu terus ditingkatkan. Pengurus masjid dan BKM memiliki posisi strategis untuk membantu menyampaikan pentingnya administrasi wakaf kepada masyarakat, terutama agar aset yang telah diwakafkan dapat memiliki dokumen yang jelas dan dikelola secara tertib sesuai ketentuan.</p>
<p>Selain membahas wakaf, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi berbagai tugas dan layanan yang tersedia di KUA. Para pengurus BKM diberikan pemahaman mengenai peran KUA yang tidak hanya berkaitan dengan pelayanan pencatatan pernikahan, tetapi juga mencakup berbagai aspek pembinaan dan pelayanan kehidupan keagamaan masyarakat.</p>
<p>Kepala KUA juga membuka ruang komunikasi dengan para pengurus BKM untuk menyampaikan berbagai persoalan, kebutuhan, maupun aspirasi yang dihadapi dalam pengelolaan masjid di wilayah masing-masing.</p>
<p>Kehadiran Penyuluh Agama Islam turut memperkuat kegiatan tersebut. Sebagai bagian dari ujung tombak pembinaan masyarakat, para penyuluh diharapkan dapat terus membangun komunikasi dengan BKM dan masyarakat sehingga berbagai program pembinaan keagamaan dapat berjalan secara lebih efektif.</p>
<p>Para ketua BKM yang hadir menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan. Silaturahmi ini sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara KUA, Penyuluh Agama Islam dan BKM dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan temu ramah tersebut menjadi salah satu langkah KUA Kecamatan Berastagi untuk membangun KUA yang lebih dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap masukan, serta aktif menjalin kemitraan dengan berbagai unsur keagamaan.</p>
<p>Dengan terbangunnya komunikasi yang baik antara KUA dan BKM, diharapkan pelayanan keagamaan di Kecamatan Berastagi dapat semakin optimal, sementara masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Alhamdulillah, kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama BKM se-Kecamatan Berastagi berjalan dengan sukses dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya sinergi KUA dan BKM dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kua-berastagi-gelar-temu-ramah-bersama-bkm-perkuat-sinergi-dan-sosialisasi-layanan-keagamaan/">KUA Berastagi Gelar Temu Ramah Bersama BKM, Perkuat Sinergi Dan Sosialisasi Layanan Keagamaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyuluh Agama KUA Berastagi Bahu Membahu Mengisi Kekosongan Di SDN 040406 Berastagi</title>
		<link>https://suntara.or.id/penyuluh-agama-kua-berastagi-bahu-membahu-mengisi-kekosongan-di-sdn-040406-berastagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 04:08:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi, Kabupaten Karo — Keterbatasan tenaga pendidik agama di sejumlah sekolah menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo. Menjawab kondisi tersebut, para Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Agama Kristen, dan Penyuluh Agama Katholik menunjukkan kepedulian dengan turun langsung ke sekolah untuk membantu mengisi kekosongan guru agama. Salah satu bentuk nyata gerakan tersebut dilakukan di SD [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/penyuluh-agama-kua-berastagi-bahu-membahu-mengisi-kekosongan-di-sdn-040406-berastagi/">Penyuluh Agama KUA Berastagi Bahu Membahu Mengisi Kekosongan Di SDN 040406 Berastagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berastagi, Kabupaten Karo —</strong> Keterbatasan tenaga pendidik agama di sejumlah sekolah menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo. Menjawab kondisi tersebut, para <strong>Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Agama Kristen, dan Penyuluh Agama Katholik </strong>menunjukkan kepedulian dengan turun langsung ke sekolah untuk membantu mengisi kekosongan guru agama.</p>
<p>Salah satu bentuk nyata gerakan tersebut dilakukan di <strong>SD Negeri 040406 Berastagi,</strong> tempat para penyuluh secara bergantian memberikan materi pembelajaran agama kepada para siswa.</p>
<p>Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan arahan <strong>Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, Saparudin, MA.</strong>, yang sebelumnya menekankan bahwa masih terdapat sejumlah sekolah yang belum memiliki guru agama. Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan para penyuluh agar kebutuhan pembelajaran agama bagi peserta didik tetap dapat terpenuhi.</p>
<p>Di SD Negeri 040406, kegiatan penyuluhan tidak hanya dilakukan sekali. Sejumlah penyuluh agama telah beberapa kali hadir dan memberikan materi keagamaan kepada para siswa.</p>
<p>Dari unsur <strong>Penyuluh Agama Kristen</strong>, kegiatan tersebut melibatkan <strong>Ibu Ester Ekawani br Tarigan, Devi br. Barus, Omega br. Sembiring, Cahaya B. Manalu,.</strong> Sementara dari unsur Penyuluh Agama Islam Bapak Alpen Pinem, dan dari Penyuluh Agama Katholik ada <strong>Ibu Erna br. Sinaga.</strong></p>
<p>Kehadiran para penyuluh tersebut menjadi gambaran bahwa tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat tidak selalu harus dibatasi oleh ruang dan sekat kelembagaan. Ketika terdapat kebutuhan pendidikan agama di sekolah, para penyuluh dapat mengambil peran sesuai dengan kompetensi dan keyakinan masing-masing.</p>
<p>Yang menarik, keterlibatan penyuluh agama Islam dan Kristen dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan wajah <strong>kerukunan umat beragama yang diwujudkan melalui kerja nyata</strong>. Mereka memiliki ruang pengabdian yang sama: memastikan anak-anak mendapatkan hak mereka untuk memperoleh pendidikan agama dan moral.</p>
<p>Bagi para siswa, kehadiran penyuluh bukan sekadar memberikan materi pelajaran. Interaksi langsung di ruang kelas juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai moral, karakter, kedisiplinan, toleransi, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<h3>Kolaborasi untuk Menjawab Persoalan di Lapangan</h3>
<p>Arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo mengenai masih adanya sekolah yang belum memiliki guru agama menjadi pemantik bagi para penyuluh untuk tidak hanya menunggu program, tetapi <strong>merespons kebutuhan nyata yang ditemukan di lapangan</strong>.</p>
<p>Penyuluh agama yang selama ini dikenal menjalankan fungsi pembinaan dan penyuluhan di tengah masyarakat, dalam konteks ini memperluas pengabdiannya ke lingkungan pendidikan.</p>
<p>Model seperti ini menjadi penting, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik agama. Kehadiran penyuluh dapat menjadi solusi sementara sekaligus bentuk dukungan terhadap sekolah agar pembelajaran agama tetap berjalan.</p>
<p>Lebih dari itu, kolaborasi antara penyuluh agama Islam dan Kristen menghadirkan pesan penting tentang bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan.</p>
<p><strong>Mereka berbeda dalam keyakinan, tetapi bertemu dalam satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik bagi generasi muda.</strong></p>
<p>Kegiatan di SD Negeri 040406 tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendukung program Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter dan kehidupan keagamaan peserta didik.</p>
<p>Di tengah tantangan keterbatasan guru agama, langkah sederhana para penyuluh ini menjadi sebuah bentuk pengabdian yang nyata—<strong>hadir ke sekolah, masuk ke ruang kelas, dan memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan agama.</strong></p>
<p><strong>Dari ruang kelas SD Negeri 040406, semangat itu tumbuh: berbeda dalam iman, bersatu dalam pengabdian.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/penyuluh-agama-kua-berastagi-bahu-membahu-mengisi-kekosongan-di-sdn-040406-berastagi/">Penyuluh Agama KUA Berastagi Bahu Membahu Mengisi Kekosongan Di SDN 040406 Berastagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Goseh Bersih Masjid #2, KUA dan Penyuluh Agama Islam Bersama Rawat Surau Al-Ihsan</title>
		<link>https://suntara.or.id/goseh-bersih-masjid-2-kua-dan-penyuluh-agama-islam-bersama-rawat-surau-al-ihsan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 07:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2299</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan rumah ibadah kembali ditunjukkan melalui program Goseh Bersih Masjid #2. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Surau Al-Ihsan, Gang Sari, Jalan Kolam, Desa Merdeka. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus membangun silaturahmi antara komunitas, masyarakat, dan unsur Kementerian Agama di tengah kehidupan masyarakat. Dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-bersih-masjid-2-kua-dan-penyuluh-agama-islam-bersama-rawat-surau-al-ihsan/">Goseh Bersih Masjid #2, KUA dan Penyuluh Agama Islam Bersama Rawat Surau Al-Ihsan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 16px;">Semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan rumah ibadah kembali ditunjukkan melalui program Goseh Bersih Masjid #2. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Surau Al-Ihsan, Gang Sari, Jalan Kolam, Desa Merdeka.</span></p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus membangun silaturahmi antara komunitas, masyarakat, dan unsur Kementerian Agama di tengah kehidupan masyarakat.</p>
<p>Dalam pelaksanaan Goseh Bersih Masjid #2, turut hadir Kepala KUA Kecamatan Berastagi, Arri Ariansyah Siregar, bersama Penyuluh Agama Islam Alpen Pinem, S.Pd.I. Kehadiran jajaran KUA dan Penyuluh Agama Islam memberikan warna tersendiri dalam kegiatan yang mengedepankan semangat kebersamaan tersebut.</p>
<p>Tidak hanya hadir, para peserta bersama-sama terlibat dalam kegiatan membersihkan lingkungan surau. Area dalam dan sekitar rumah ibadah ditata dan dibersihkan secara bergotong royong agar menjadi tempat yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah.</p>
<p>Bagi Goseh, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.</p>
<p>Goseh Bersih Masjid juga diharapkan menjadi gerakan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kebersihan rumah ibadah bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang memanfaatkannya.</p>
<p>Sementara itu, keterlibatan Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan ceramah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.</p>
<p>Melalui kegiatan sederhana seperti membersihkan surau, terbangun komunikasi yang lebih dekat antara KUA, Penyuluh Agama Islam, komunitas dan masyarakat. Dari sinilah diharapkan lahir berbagai bentuk kolaborasi lainnya dalam menjaga kerukunan, kepedulian sosial dan kehidupan keagamaan.</p>
<p>Goseh Bersih Masjid #2 di Surau Al-Ihsan menjadi bukti bahwa ketika berbagai elemen masyarakat bergerak bersama, hal sederhana dapat menjadi gerakan yang memberikan manfaat luas.</p>
<p>Bersih rumah ibadah, nyaman beribadah, kuat silaturahmi.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-bersih-masjid-2-kua-dan-penyuluh-agama-islam-bersama-rawat-surau-al-ihsan/">Goseh Bersih Masjid #2, KUA dan Penyuluh Agama Islam Bersama Rawat Surau Al-Ihsan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala KUA Arri Ariansyah Siregar Susun Langkah Strategis di 100 Hari Kerja</title>
		<link>https://suntara.or.id/kepala-kua-arri-ariansyah-siregar-susun-langkah-strategis-di-100-hari-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 08:12:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang baru, Arri Ariansyah Siregar, S.H.I., M.Si. langsung bergerak cepat menyusun langkah kerja pada masa awal kepemimpinannya. Memasuki program 100 hari kerja, berbagai agenda mulai dipersiapkan untuk memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah pendataan berbagai unsur [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kepala-kua-arri-ariansyah-siregar-susun-langkah-strategis-di-100-hari-kerja/">Kepala KUA Arri Ariansyah Siregar Susun Langkah Strategis di 100 Hari Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berastagi — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang baru, Arri Ariansyah Siregar, S.H.I., M.Si. langsung bergerak cepat menyusun langkah kerja pada masa awal kepemimpinannya. Memasuki program 100 hari kerja, berbagai agenda mulai dipersiapkan untuk memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p>Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah pendataan berbagai unsur dan potensi keagamaan di wilayah kerja KUA. Pendataan tersebut mencakup tokoh masyarakat, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), kelompok pengajian, komunitas keagamaan, hingga komunitas lintas agama.</p>
<p>Langkah ini dinilai penting sebagai dasar untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta potensi yang ada di tengah masyarakat.</p>
<p>Tidak hanya mengumpulkan data, Arri Ariansyah Siregar juga mendorong adanya silaturahmi dan pertemuan langsung dengan berbagai elemen masyarakat. Tokoh masyarakat, pengurus BKM, kelompok pengajian, serta komunitas lintas agama akan diundang untuk berdialog dan menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.</p>
<p>“Kita ingin KUA hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat,” demikian semangat yang dibawa dalam pelaksanaan program 100 hari kerja tersebut.</p>
<p>Melalui pertemuan dan pendataan ini, KUA diharapkan memiliki peta sosial-keagamaan yang lebih jelas sehingga program pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.</p>
<p>Selain memperkuat hubungan dengan masyarakat, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kerukunan dan komunikasi antarumat beragama. Komunitas lintas agama diberikan ruang untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dalam suasana kebersamaan.</p>
<p>Program 100 hari kerja ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola KUA yang lebih terbuka, dekat dengan masyarakat, responsif, dan kolaboratif.</p>
<p>Dengan dukungan tokoh masyarakat, BKM, kelompok pengajian, penyuluh agama, komunitas keagamaan dan lintas agama, KUA diharapkan mampu menjadi salah satu simpul penting dalam memperkuat kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kepala-kua-arri-ariansyah-siregar-susun-langkah-strategis-di-100-hari-kerja/">Kepala KUA Arri Ariansyah Siregar Susun Langkah Strategis di 100 Hari Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
