<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nasional Arsip - Suntara</title>
	<atom:link href="https://suntara.or.id/category/nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Media kolaborasi Penyuluh Se-Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 04:20:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2025/06/cropped-ikon-logo-suntara-32x32.png</url>
	<title>Nasional Arsip - Suntara</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penyuluh KUA Berastagi Sosialisasikan Akses Program Beasiswa kepada Siswa SMK</title>
		<link>https://suntara.or.id/penyuluh-agama-islam-di-kua-berastagi-sosialisasikan-akses-program-beasiswa-kepada-siswa-smk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 04:11:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi berlangsung dengan penuh antusiasme. Kegiatan ini melibatkan para siswa SMK Al-Karomah Berastagi yang hadir untuk mendapatkan wawasan keagamaan sekaligus motivasi pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, penyuluh agama Islam, Ikhwan Syahlani, secara khusus menekankan pentingnya pemanfaatan handphone sebagai sarana untuk mengakses berbagai program beasiswa yang tersedia [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/penyuluh-agama-islam-di-kua-berastagi-sosialisasikan-akses-program-beasiswa-kepada-siswa-smk/">Penyuluh KUA Berastagi Sosialisasikan Akses Program Beasiswa kepada Siswa SMK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi berlangsung dengan penuh antusiasme. Kegiatan ini melibatkan para siswa SMK Al-Karomah Berastagi yang hadir untuk mendapatkan wawasan keagamaan sekaligus motivasi pendidikan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, penyuluh agama Islam, Ikhwan Syahlani, secara khusus menekankan pentingnya pemanfaatan handphone sebagai sarana untuk mengakses berbagai program beasiswa yang tersedia di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa di era digital saat ini, informasi mengenai beasiswa sangat mudah ditemukan, sehingga para siswa diharapkan lebih aktif mencari peluang tersebut.</p>
<p>Ikhwan menjelaskan bahwa program beasiswa tidak hanya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga terbuka luas bagi siswa yang memiliki kreativitas, inovasi, dan prestasi. Banyak lembaga, baik pemerintah maupun swasta, yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai skema beasiswa.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mendorong para siswa untuk mulai membiasakan diri mencari informasi beasiswa sejak dini, memahami persyaratan yang dibutuhkan, serta mempersiapkan diri agar mampu bersaing. Menurutnya, kesungguhan dalam mencari dan memanfaatkan peluang beasiswa dapat menjadi jalan untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi tanpa terkendala biaya.</p>
<p>Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga membuka wawasan mereka tentang pentingnya pendidikan dan peluang yang dapat diraih melalui program beasiswa.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Berastagi diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk lebih proaktif, cerdas dalam memanfaatkan teknologi, serta memiliki semangat tinggi dalam meraih masa depan melalui pendidikan.</p>
<p>Kiatan ini juga menjadi bagian dari inovasi yang dilakukan oleh KUA Kecamatan Berastagi dalam memperluas perannya di tengah masyarakat. KUA tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat pelayanan pernikahan, melainkan juga sebagai pusat edukasi dan pembinaan umat.</p>
<p>Melalui berbagai kegiatan penyuluhan, KUA turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, dengan memberikan wawasan keagamaan, motivasi pendidikan, serta informasi penting seperti akses program beasiswa dan pengembangan diri di era digital.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/penyuluh-agama-islam-di-kua-berastagi-sosialisasikan-akses-program-beasiswa-kepada-siswa-smk/">Penyuluh KUA Berastagi Sosialisasikan Akses Program Beasiswa kepada Siswa SMK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pokjaluh Kab. Karo Bergerak Cepat Tindaklanjuti Hasil Musywil IV Sumatera Utara</title>
		<link>https://suntara.or.id/pokjaluh-kab-karo-bergerak-cepat-tindaklanjuti-hasil-musywil-iv-sumatera-utara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 05:44:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karo — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Karo menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menindaklanjuti hasil Musyawarah Wilayah (Musywil) IV Pokjaluh Provinsi Sumatera Utara yang baru saja digelar. Semangat konsolidasi dan penguatan organisasi langsung diwujudkan melalui koordinasi internal serta penguatan solidaritas antar penyuluh agama Islam di daerah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pokjaluh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/pokjaluh-kab-karo-bergerak-cepat-tindaklanjuti-hasil-musywil-iv-sumatera-utara/">Pokjaluh Kab. Karo Bergerak Cepat Tindaklanjuti Hasil Musywil IV Sumatera Utara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Karo</em> — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Karo menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menindaklanjuti hasil Musyawarah Wilayah (Musywil) IV Pokjaluh Provinsi Sumatera Utara yang baru saja digelar. Semangat konsolidasi dan penguatan organisasi langsung diwujudkan melalui koordinasi internal serta penguatan solidaritas antar penyuluh agama Islam di daerah tersebut.</p>
<p>Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pokjaluh Kabupaten Karo dalam menjaga kesinambungan program serta memperkuat peran strategis penyuluh agama di tengah masyarakat. Para pengurus dan anggota Pokjaluh Karo menyadari bahwa hasil Musywil bukan sekadar forum formal, tetapi menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas kelembagaan dan kinerja penyuluh.</p>
<p>Senior Pokjaluh Kabupaten Karo, Elismawati,S.Ag menyampaikan bahwa pihaknya segera menginisiasi pertemuan koordinasi guna menyamakan persepsi dan merumuskan langkah konkret pasca-Musywil. “Kami tidak ingin hasil Musywil hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan melalui langkah nyata di daerah,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, para penyuluh menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mempererat ukhuwah di antara sesama penyuluh. Hal ini dinilai penting mengingat tantangan dakwah dan pembinaan umat yang semakin kompleks di era saat ini.</p>
<p>Selain itu, penguatan struktur kepengurusan juga menjadi fokus utama. Pokjaluh Kabupaten Karo berupaya memastikan bahwa setiap pengurus memiliki peran yang jelas dan mampu menjalankan tugas secara optimal. Dengan demikian, roda organisasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Respon cepat yang ditunjukkan Pokjaluh Kabupaten Karo ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena mencerminkan semangat kolaborasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama.</p>
<p>Ke depan, Pokjaluh Kabupaten Karo berkomitmen untuk terus menjaga sinergi, baik secara internal maupun dengan pemangku kepentingan lainnya, demi terwujudnya penyuluh agama yang berdaya, responsif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan mental spiritual masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/pokjaluh-kab-karo-bergerak-cepat-tindaklanjuti-hasil-musywil-iv-sumatera-utara/">Pokjaluh Kab. Karo Bergerak Cepat Tindaklanjuti Hasil Musywil IV Sumatera Utara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musyawarah Wilayah IV Pokjaluh Sumut Digelar, Perkuat Peran Penyuluh di Tengah Tantangan Zaman</title>
		<link>https://suntara.or.id/musyawarah-wilayah-iv-pokjaluh-sumut-digelar-perkuat-peran-penyuluh-di-tengah-tantangan-zaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 12:14:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2155</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi, 4 April 2026 — Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Provinsi Sumatera Utara menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV pada 4–5 April 2026 di Hotel Rudang Berastagi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran penyuluh agama dalam menghadapi dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/musyawarah-wilayah-iv-pokjaluh-sumut-digelar-perkuat-peran-penyuluh-di-tengah-tantangan-zaman/">Musyawarah Wilayah IV Pokjaluh Sumut Digelar, Perkuat Peran Penyuluh di Tengah Tantangan Zaman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berastagi, 4 April 2026 — Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Provinsi Sumatera Utara menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV pada 4–5 April 2026 di Hotel Rudang Berastagi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran penyuluh agama dalam menghadapi dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting di lingkungan Kementerian Agama Sumatera Utara, di antaranya Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenagsu (H. Zulfan Efendi), Kabag TU Kanwil Kemenagsu (Drs.H.Syafrizal Bancin) yang secara resmi membuka kegiatan.</p>
<p>Turut hadir pula Ketua POKJALUH Sumut (Dr. H. Marasakti Bangunan), Kankemenag Kab.Karo (Drs. H. Saparuddin).</p>
<p>Dalam sambutannya, Zulfan Efendi menegaskan pentingnya peran penyuluh agama Islam sebagai garda terdepan dalam membina umat. Ia menyampaikan bahwa penyuluh tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu merespons berbagai isu kontemporer, termasuk tantangan digitalisasi dan degradasi moral di masyarakat.</p>
<p>“Penyuluh agama harus adaptif, inovatif, dan mampu menjangkau masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.</p>
<p>Musyawarah wilayah ini juga menjadi forum evaluasi program kerja sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya penyuluh, penguatan sinergi antar lembaga, hingga pemanfaatan media digital dalam dakwah.</p>
<p>Selain sidang pleno, kegiatan juga diisi dengan diskusi panel dan pemaparan materi dari para narasumber. Para peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.</p>
<p>Ketua panitia menyampaikan harapannya agar Muswil IV ini dapat menghasilkan keputusan yang konstruktif dan membawa dampak nyata bagi penguatan peran penyuluh agama Islam di Sumatera Utara.</p>
<p>Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Pokjaluh Sumut semakin solid dan mampu berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing di era modern.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/musyawarah-wilayah-iv-pokjaluh-sumut-digelar-perkuat-peran-penyuluh-di-tengah-tantangan-zaman/">Musyawarah Wilayah IV Pokjaluh Sumut Digelar, Perkuat Peran Penyuluh di Tengah Tantangan Zaman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Aplikasi ke Ladang : Goseh Segera Hadirkan Wakaf Produktif Berbasis Pertanian</title>
		<link>https://suntara.or.id/dari-aplikasi-ke-ladang-goseh-hadirkan-wakaf-produktif-berbasis-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 04:20:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aplikasi Goseh Tanah Karo menginisiasi program wakaf produktif berbasis pertanian sebagai langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kaum dhuafa. Program ini dijalankan secara mandiri dengan memanfaatkan profit dari Aplikasi Goseh sebagai modal awal. Melalui skema ini, lahan pertanian disewa untuk kemudian dikelola secara produktif dengan menanam berbagai komoditas pangan bernilai ekonomi seperti sayuran. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dari-aplikasi-ke-ladang-goseh-hadirkan-wakaf-produktif-berbasis-pertanian/">Dari Aplikasi ke Ladang : Goseh Segera Hadirkan Wakaf Produktif Berbasis Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aplikasi Goseh Tanah Karo menginisiasi program wakaf produktif berbasis pertanian sebagai langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kaum dhuafa.</p>
<p>Program ini dijalankan secara mandiri dengan memanfaatkan profit dari Aplikasi Goseh sebagai modal awal. Melalui skema ini, lahan pertanian disewa untuk kemudian dikelola secara produktif dengan menanam berbagai komoditas pangan bernilai ekonomi seperti sayuran.</p>
<p>Ikhwan Syahlani menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan wakaf yang lebih berdampak dan berkelanjutan, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai solusi sosial.</p>
<p>“Wakaf harus bisa bergerak dan memberi manfaat jangka panjang. Melalui pertanian, kita tidak hanya menanam hasil, tetapi juga menanam harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan masyarakat sekitar sebagai pengelola lahan, sehingga membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan keterampilan di sektor pertanian. Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pangan kaum dhuafa serta menjaga keberlangsungan program.</p>
<p>Selain sebagai founder perusahaan teknologi lokal, Ikhwan juga dikenal sebagai penyuluh agama yang aktif mendorong penguatan ekonomi umat berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui program ini, ia ingin menghadirkan contoh nyata bahwa wakaf dapat dikelola secara produktif dan modern, selaras dengan kebutuhan zaman.</p>
<p>Program wakaf produktif berbasis pertanian ini saat ini masih dalam tahap awal pengembangan. Ke depan, diharapkan inisiatif ini dapat menjadi model inspiratif yang dapat direplikasi di berbagai daerah serta mendorong keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak.</p>
<p>Dengan semangat kemandirian dan keberlanjutan, langkah yang diinisiasi oleh Founder Goseh ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang nyata sekaligus memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.</p>
<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut:</strong><br />
Ikhwan Syahlani (<a href="https://wa.me/6282165284890" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">082165284890</a>)</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dari-aplikasi-ke-ladang-goseh-hadirkan-wakaf-produktif-berbasis-pertanian/">Dari Aplikasi ke Ladang : Goseh Segera Hadirkan Wakaf Produktif Berbasis Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Berbagi THR Hingga Bukber: Wajah Moderasi Beragama di Komunitas Rider Goseh Tanah Karo</title>
		<link>https://suntara.or.id/dari-berbagi-thr-hingga-bukber-wajah-moderasi-beragama-di-komunitas-rider-goseh-tanah-karo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 22:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kegiatan bagi-bagi THR, borong takjil, dan buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh komunitas rider aplikasi Tanah Karo menjadi gambaran sederhana bagaimana kebersamaan dapat tumbuh di tengah masyarakat yang beragam. Para rider yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda berkumpul dalam satu semangat yang sama: berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Momentum seperti ini menunjukkan bahwa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dari-berbagi-thr-hingga-bukber-wajah-moderasi-beragama-di-komunitas-rider-goseh-tanah-karo/">Dari Berbagi THR Hingga Bukber: Wajah Moderasi Beragama di Komunitas Rider Goseh Tanah Karo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan bagi-bagi THR, borong takjil, dan buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh komunitas rider aplikasi Tanah Karo menjadi gambaran sederhana bagaimana kebersamaan dapat tumbuh di tengah masyarakat yang beragam. Para rider yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda berkumpul dalam satu semangat yang sama: berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.</p>
<p>Momentum seperti ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga hidup dalam praktik sosial sehari-hari. Ketika orang-orang dengan keyakinan yang berbeda dapat bekerja bersama, saling menghormati, dan terlibat dalam kegiatan sosial, di situlah harmoni keberagaman menemukan ruangnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-2131" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786171565-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786171565-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786171565-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786171565.jpg 800w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Dalam perspektif penyuluhan agama, kegiatan sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti ini memiliki makna penting. Tugas penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui ceramah atau pembinaan formal, tetapi juga mendorong lahirnya praktik keberagamaan yang menyejukkan—yang menumbuhkan solidaritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-2133" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786951484-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786951484-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786951484-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Logopit_1773786951484.jpg 900w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Kebersamaan para rider dalam kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama menjadi contoh bagaimana nilai-nilai tersebut dapat tumbuh dari komunitas. Melalui ekosistem yang dibangun oleh aplikasi , para rider tidak hanya terhubung dalam aktivitas kerja, tetapi juga dalam gerakan sosial yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Pengalaman ini menunjukkan bahwa ruang-ruang kebersamaan bisa lahir dari mana saja, termasuk dari komunitas yang sehari-hari bekerja di jalanan. Dari borong takjil hingga buka puasa bersama, tersimpan pesan sederhana namun kuat: bahwa keberagaman dapat dirawat melalui kebersamaan, dan moderasi beragama dapat tumbuh melalui aksi nyata.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dari-berbagi-thr-hingga-bukber-wajah-moderasi-beragama-di-komunitas-rider-goseh-tanah-karo/">Dari Berbagi THR Hingga Bukber: Wajah Moderasi Beragama di Komunitas Rider Goseh Tanah Karo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pokjaluh Sumut Gelar Muswil Di Berastagi, Perkuat Profesionalitas Penyuluh Agama Islam</title>
		<link>https://suntara.or.id/pokjaluh-sumut-gelar-muswil-di-berastagi-perkuat-profesionalitas-penyuluh-agama-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 05:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi, Karo – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Sumatera Utara akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Pokjaluh Sumatera Utara pada tanggal 4–5 April 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Rudang Hotel &#38; Resort, kawasan wisata sejuk yang berada di wilayah , Kabupaten . Muswil ini merupakan forum organisasi penting bagi para penyuluh agama Islam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/pokjaluh-sumut-gelar-muswil-di-berastagi-perkuat-profesionalitas-penyuluh-agama-islam/">Pokjaluh Sumut Gelar Muswil Di Berastagi, Perkuat Profesionalitas Penyuluh Agama Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berastagi, Karo</strong> – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Sumatera Utara akan menyelenggarakan <strong>Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Pokjaluh Sumatera Utara</strong> pada tanggal 4–5 April 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Rudang Hotel &amp; Resort, kawasan wisata sejuk yang berada di wilayah , Kabupaten .</p>
<p>Muswil ini merupakan forum organisasi penting bagi para penyuluh agama Islam yang tergabung dalam Pokjaluh di lingkungan . Melalui forum ini, para penyuluh dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara akan bermusyawarah untuk melakukan evaluasi program kerja, merumuskan langkah strategis ke depan, serta memperkuat peran penyuluh agama Islam dalam pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.</p>
<p>Sebagai kelompok kerja yang menghimpun para penyuluh agama Islam, Pokjaluh memiliki peran strategis dalam mendukung tugas-tugas pembinaan umat di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Muswil IV ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, serta mempererat silaturahmi antar penyuluh agama Islam di wilayah Sumatera Utara.</p>
<p>Kegiatan Muswil IV Pokjaluh Sumatera Utara dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah . Kehadiran pimpinan wilayah diharapkan memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh peserta agar Pokjaluh dapat terus berkontribusi secara maksimal dalam mendukung program-program pembangunan di bidang keagamaan.</p>
<p>Selain agenda persidangan organisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi dan tukar pengalaman antar penyuluh agama Islam dari berbagai daerah. Berbagai isu strategis terkait penguatan peran penyuluh dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta meningkatkan literasi keagamaan di masyarakat akan menjadi bagian penting dalam pembahasan Muswil.D</p>
<p>engan terselenggaranya Muswil IV ini, diharapkan Pokjaluh Sumatera Utara semakin solid dan mampu menghadirkan program kerja yang inovatif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Semangat kebersamaan para penyuluh agama Islam diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, moderat, dan membawa manfaat luas bagi umat.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/pokjaluh-sumut-gelar-muswil-di-berastagi-perkuat-profesionalitas-penyuluh-agama-islam/">Pokjaluh Sumut Gelar Muswil Di Berastagi, Perkuat Profesionalitas Penyuluh Agama Islam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cahaya Kebenaran dan Penyembuh Jiwa</title>
		<link>https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kabibur]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 00:27:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ipari]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Dai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Penyiar Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh Agama Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rabu. 11 Maret 2026 &#8211; Peringatan Nuzulul Qur&#8217;an Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Di antara ayat-ayat yang sangat kuat maknanya dalam Surah Al-Isrā’ terdapat dua ayat yang sering dijadikan dasar refleksi oleh para ulama: ayat tentang datangnya kebenaran dan lenyapnya kebatilan, serta ayat tentang Al-Qur’an sebagai penyembuh dan rahmat. Kedua ayat ini bukan hanya menjelaskan fungsi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/">Cahaya Kebenaran dan Penyembuh Jiwa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/img_20260311_172115/" rel="attachment wp-att-2108"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2108" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1441" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-scaled.jpg 2560w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-1024x576.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-1536x864.jpg 1536w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-2048x1153.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></a></p>
<h2><span style="font-size: 16px">Rabu. 11 Maret 2026 &#8211; Peringatan Nuzulul Qur&#8217;an Kementerian Agama Kabupaten Lamongan</span></h2>
<p>Di antara ayat-ayat yang sangat kuat maknanya dalam Surah Al-Isrā’ terdapat dua ayat yang sering dijadikan dasar refleksi oleh para ulama: ayat tentang <strong>datangnya kebenaran dan lenyapnya kebatilan</strong>, serta ayat tentang <strong>Al-Qur’an sebagai penyembuh dan rahmat</strong>. Kedua ayat ini bukan hanya menjelaskan fungsi wahyu, tetapi juga menggambarkan bagaimana kebenaran bekerja dalam sejarah dan bagaimana Al-Qur’an berperan dalam memperbaiki kehidupan manusia.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p><strong>وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا</strong></p>
<p>“Katakanlah: telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.”</p>
<p>Dalam penjelasan para ulama tafsir, kata <strong>الحق (al-ḥaqq)</strong> di sini dipahami sebagai <strong>kebenaran yang dibawa oleh wahyu</strong>, yaitu Islam itu sendiri. Kebenaran bukan hanya sekadar ide atau konsep, tetapi merupakan realitas yang datang membawa petunjuk hidup yang lurus. Ketika wahyu turun dan ajaran Islam ditegakkan, maka kebenaran itu memasuki kehidupan manusia secara nyata.</p>
<p>Sebaliknya, <strong>الباطل (al-bāṭil)</strong> mencakup segala bentuk kesesatan: penyembahan berhala, keyakinan yang salah, tipu daya setan, serta sistem hidup yang menyimpang dari petunjuk Allah. Menariknya, Al-Qur’an menggunakan kata <strong>زَهَقَ (zahqa)</strong> untuk menggambarkan lenyapnya kebatilan. Kata ini dalam bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang <strong>hilang dengan cepat dan tidak memiliki daya tahan</strong>.</p>
<p>Para mufassir menjelaskan bahwa kebatilan pada hakikatnya tidak memiliki fondasi yang kuat. Ia mungkin tampak besar dan berkuasa dalam suatu masa, tetapi keberadaannya bersifat rapuh. Begitu kebenaran muncul dengan jelas, kebatilan akan runtuh dengan sendirinya. Karena itu ayat ini diakhiri dengan penegasan: <strong>إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا</strong> — sesungguhnya kebatilan memang diciptakan untuk lenyap.</p>
<p>Ayat ini juga memiliki makna sejarah. Ketika Nabi Muhammad ﷺ memasuki kota Makkah pada peristiwa Fathu Makkah, beliau menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka‘bah sambil membaca ayat ini. Peristiwa tersebut menjadi simbol bahwa ketika cahaya tauhid datang, segala bentuk kesyirikan dan kebatilan tidak lagi memiliki tempat.</p>
<p>Namun kemenangan kebenaran tidak hanya terjadi dalam sejarah besar umat manusia. Ayat ini juga berlaku dalam kehidupan batin setiap manusia. Ketika cahaya iman masuk ke dalam hati, maka berbagai bentuk kebatilan dalam diri—seperti kesombongan, hawa nafsu, dan keraguan—akan perlahan memudar.</p>
<p>Setelah menjelaskan kemenangan kebenaran, Al-Qur’an melanjutkan dengan ayat berikut:</p>
<p><strong>وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ<br />
وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا</strong></p>
<p>“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan Al-Qur’an itu tidak menambah bagi orang-orang zalim selain kerugian.”</p>
<p>Ayat ini menjelaskan fungsi Al-Qur’an sebagai <strong>syifā’ (penyembuh)</strong>. Dalam penafsiran ulama, penyembuhan ini mencakup dua dimensi: penyembuhan hati dan penyembuhan kehidupan. Hati manusia sering dipenuhi oleh berbagai penyakit batin seperti keraguan, kecemasan, kesombongan, iri hati, dan kegelisahan. Al-Qur’an datang membawa petunjuk yang membersihkan hati dari penyakit-penyakit tersebut. Melalui ayat-ayatnya, manusia diajak mengenal Allah, memahami tujuan hidup, dan menemukan ketenangan dalam ibadah.</p>
<p>Selain sebagai penyembuh, Al-Qur’an juga disebut sebagai <strong>rahmat</strong> bagi orang-orang beriman. Rahmat di sini berarti bahwa Al-Qur’an menjadi sumber kebaikan yang luas bagi kehidupan manusia. Ia memberikan pedoman moral, aturan sosial, serta panduan spiritual yang mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan mengikuti petunjuk Al-Qur’an, manusia tidak hanya memperoleh ketenangan batin, tetapi juga membangun masyarakat yang adil dan berakhlak.</p>
<p>Namun ayat ini juga mengandung peringatan yang mendalam: wahyu yang sama tidak selalu membawa manfaat bagi semua orang. Bagi orang yang zalim—yaitu mereka yang menolak kebenaran dengan kesombongan—Al-Qur’an justru menambah kerugian mereka. Hal ini terjadi karena ketika seseorang menutup hatinya terhadap kebenaran, setiap ayat yang ia dengar justru memperkuat penolakannya. Bukan karena wahyu itu sendiri buruk, tetapi karena hati yang keras tidak mampu menerima cahaya petunjuk.</p>
<p>Dengan demikian, dua ayat ini menggambarkan sebuah prinsip besar dalam kehidupan spiritual. Kebenaran memiliki kekuatan untuk mengalahkan kebatilan, tetapi kemenangan itu hanya dapat dirasakan oleh hati yang terbuka. Al-Qur’an adalah cahaya dan penyembuh, namun manfaatnya hanya akan dirasakan oleh mereka yang datang kepadanya dengan iman dan kerendahan hati.</p>
<p>Melalui dua ayat ini kita belajar bahwa perubahan besar dalam kehidupan manusia dimulai dari dua hal: hadirnya kebenaran dan kesiapan hati untuk menerimanya. Ketika wahyu dipahami dan dihayati, ia tidak hanya mengubah keyakinan seseorang, tetapi juga membersihkan jiwanya dan menuntunnya menuju kehidupan yang lebih bermakna.</p>
<figure id="attachment_2109" aria-describedby="caption-attachment-2109" style="width: 2560px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/img_20260311_171704/" rel="attachment wp-att-2109"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2109" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-scaled.jpg 2560w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-1024x576.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-1536x864.jpg 1536w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2109" class="wp-caption-text">Ngaos sareng KH. Khoirul Anam (Dirut Al Kaukaba)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2110" aria-describedby="caption-attachment-2110" style="width: 1097px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/neo-dpena_20260309_140041_0000/" rel="attachment wp-att-2110"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2110" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-scaled.png" alt="" width="1097" height="2560" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-scaled.png 1097w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-129x300.png 129w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-439x1024.png 439w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-768x1792.png 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-658x1536.png 658w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-878x2048.png 878w" sizes="(max-width: 1097px) 100vw, 1097px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2110" class="wp-caption-text">Dewan Pengurus Pusat Pena Da&#8217;i Nusantara, Inovator Audiobook Binwin dan Penyiar Hikmah TV</figcaption></figure>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/">Cahaya Kebenaran dan Penyembuh Jiwa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DIALOG PARALEL PENYULUH NUSANTARA (D&#8217;PENA) BATCH-26</title>
		<link>https://suntara.or.id/dialog-paralel-penyuluh-nusantara-dpena-batch-26/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kabibur]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 16:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[agen transformasi]]></category>
		<category><![CDATA[bimas]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi umat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Dai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh Agama Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selasa, 10 Maret 2026 Komunitas Pena Da’i Nusantara (PDN) kembali menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas penyuluh agama melalui forum diskusi nasional bertajuk Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara (D’PENA) Batch 26 dengan tema “Penyuluh Agama sebagai Agen Transformasi Ekonomi Ummat.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Selasa, 10 Maret 2026 mulai pukul 15.00 hingga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dialog-paralel-penyuluh-nusantara-dpena-batch-26/">DIALOG PARALEL PENYULUH NUSANTARA (D&#8217;PENA) BATCH-26</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://suntara.or.id/?attachment_id=2101" rel="attachment wp-att-2101"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-2101" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_142626_0000-scaled.png" alt="" width="2048" height="2560" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_142626_0000-scaled.png 2048w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_142626_0000-240x300.png 240w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_142626_0000-819x1024.png 819w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_142626_0000-768x960.png 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_142626_0000-1229x1536.png 1229w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_142626_0000-1638x2048.png 1638w" sizes="(max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></a>Selasa, 10 Maret 2026</p>
<p>Komunitas <em>Pena Da’i Nusantara (PDN)</em> kembali menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas penyuluh agama melalui forum diskusi nasional bertajuk <em>Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara (D’PENA) Batch 26</em> dengan tema <em>“Penyuluh Agama sebagai Agen Transformasi Ekonomi Ummat.”</em> Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada <em>Selasa, 10 Maret 2026 mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB</em>, dan diikuti oleh penyuluh agama dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi intelektual sekaligus forum berbagi inspirasi bagi para penyuluh agama untuk memperkuat peran mereka tidak hanya sebagai pembimbing spiritual masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi umat. Di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, penyuluh agama diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan umat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan.</p>
<p><a href="https://suntara.or.id/?attachment_id=2095" rel="attachment wp-att-2095"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-2095" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0123.jpg" alt="" width="1600" height="722" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0123.jpg 1600w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0123-300x135.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0123-1024x462.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0123-768x347.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0123-1536x693.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a>Acara dibuka oleh <em>Habiburrohman, S.Pd., Gr., CPSQ</em>, yang juga merupakan <em>Juara 1 Nasional Penyuluh Agama Islam Award 2024</em> dari Provinsi Jawa Timur. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa forum D’PENA merupakan ruang kolaborasi bagi para penyuluh agama untuk saling berbagi pengalaman, memperkaya wawasan, serta memperkuat jaringan dakwah yang berdampak luas bagi masyarakat.</p>
<p><a href="https://suntara.or.id/?attachment_id=2100" rel="attachment wp-att-2100"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-2100" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0119.jpg" alt="" width="1599" height="718" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0119.jpg 1599w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0119-300x135.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0119-1024x460.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0119-768x345.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0119-1536x690.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /></a>Sambutan motivasi disampaikan oleh <em>Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si.</em> Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum dialog yang mempertemukan para penyuluh agama dari berbagai daerah. Ia juga menyampaikan bahwa kesempatan tersebut merupakan <em>sambutan perdana yang ia sampaikan kepada forum penyuluh agama setelah resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung</em>. Oleh karena itu, ia berharap forum seperti ini dapat menjadi ruang inspirasi yang melahirkan berbagai inovasi dakwah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat.</p>
<p><a href="https://suntara.or.id/?attachment_id=2099" rel="attachment wp-att-2099"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-2099" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0122.jpg" alt="" width="1599" height="718" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0122.jpg 1599w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0122-300x135.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0122-1024x460.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0122-768x345.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0122-1536x690.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /></a>Sementara itu, sambutan pemantik disampaikan oleh <em>Heru Susanto</em>, selaku <em>Kasub Tim Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama RI</em>. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi fasilitator pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang mendorong kemandirian ekonomi umat.</p>
<p><a href="https://suntara.or.id/?attachment_id=2098" rel="attachment wp-att-2098"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-2098" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0120.jpg" alt="" width="1599" height="718" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0120.jpg 1599w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0120-300x135.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0120-1024x460.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0120-768x345.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0120-1536x690.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /></a>Kegiatan ini juga menghadirkan <em>Dr. KH. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si.</em>, <em>Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI</em>, sebagai <em>keynote speaker</em>. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi juga kuat secara sosial dan mandiri secara ekonomi. Penyuluh agama diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.</p>
<p><a href="https://suntara.or.id/?attachment_id=2097" rel="attachment wp-att-2097"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-2097" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0132.jpg" alt="" width="1600" height="722" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0132.jpg 1600w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0132-300x135.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0132-1024x462.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0132-768x347.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0132-1536x693.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a>Pada sesi utama, materi disampaikan oleh <strong>Shofwah Tafasir, M.Ag.</strong>, penyuluh agama dari Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang juga dikenal sebagai <strong>Juara 1 Nasional Penyuluh Agama Islam Penais Award 2025</strong>. Dalam paparannya, ia membagikan berbagai pengalaman dan praktik baik dalam mengintegrasikan dakwah dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa dakwah yang efektif tidak hanya berhenti pada ceramah, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Ustadzah Shofwah juga menyinggung bahwa <em>dakwah ekonomi syariah memiliki tantangan yang cukup terjal di tengah masyarakat</em>. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah masih kuatnya stigma masyarakat yang menyamakan konsep investasi dengan praktik investasi bodong atau penipuan. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang menjadi ragu bahkan takut untuk mempelajari instrumen ekonomi yang sebenarnya halal dan produktif.</p>
<p>Berangkat dari kegelisahan tersebut, Ustadzah Shofwah kemudian menjelaskan bahwa pada tahun <strong>2021 ia mendirikan sebuah komunitas bernama <em>InvestAra</em>.</strong> Komunitas ini dibentuk sebagai wadah edukasi dan pendampingan masyarakat dalam memahami konsep investasi yang sehat dan sesuai prinsip syariah. Melalui komunitas tersebut, dakwah ekonomi syariah diharapkan dapat berjalan secara lebih terarah, memberikan literasi kepada masyarakat, serta mendorong lahirnya kesadaran untuk membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.</p>
<p>Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama dalam membahas bagaimana konsep pemberdayaan ekonomi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan penyuluhan di tengah masyarakat.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, banyak peserta menyampaikan minat untuk melakukan <em>pendalaman lebih lanjut terkait konsep dan praktik pemberdayaan ekonomi umat yang dapat dijalankan oleh penyuluh agama</em>. Oleh karena itu, sebagai <em>Rencana Tindak Lanjut (RTL)</em> dari kegiatan ini, disepakati pembentukan sebuah wadah komunikasi dan kolaborasi berupa <em>Grup Agen Transformasi Pemberdayaan Ekonomi PDN</em>. Grup ini diharapkan menjadi ruang berbagi gagasan, pengalaman, serta pengembangan program-program pemberdayaan ekonomi yang dapat diterapkan oleh para penyuluh agama di berbagai daerah.</p>
<p>Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi <em>closing statement</em> dari narasumber yang menegaskan kembali pentingnya peran penyuluh agama sebagai agen transformasi sosial di tengah masyarakat. Melalui forum seperti D’PENA, diharapkan lahir berbagai inovasi dakwah yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu mendorong inovasi, terutama dalam kemandirian dan kesejahteraan umat.</p>
<p>Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 26 ini menjadi bukti nyata komitmen komunitas <em>Pena Da’i Nusantara</em> dalam membangun ekosistem pembelajaran dan kolaborasi bagi para penyuluh agama di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, penyuluh agama diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai <em>agen perubahan yang menghadirkan dakwah yang solutif, memberdayakan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dialog-paralel-penyuluh-nusantara-dpena-batch-26/">DIALOG PARALEL PENYULUH NUSANTARA (D&#8217;PENA) BATCH-26</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LAPORAN KEGIATAN : Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25</title>
		<link>https://suntara.or.id/laporan-kegiatan-dialog-paralel-penyuluh-agama-nusantara-batch-25/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kabibur]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 02:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bimas]]></category>
		<category><![CDATA[dialog pararel]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Dai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluh agama Islam. Penais]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2087</guid>

					<description><![CDATA[<p>LAPORAN KEGIATAN Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25 Kegiatan Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25 dilaksanakan pada Selasa, 03 Maret 2026, pukul 15.30 WIB sampai selesai melalui ruang virtual Zoom Meeting. Kegiatan ini mengangkat tema *“Ekoteologi Islam dalam Gerakan SULING: Penyuluh Agama sebagai Agen Transformasi Peradaban Hijau.”* Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pena Da&#8217;i [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/laporan-kegiatan-dialog-paralel-penyuluh-agama-nusantara-batch-25/">LAPORAN KEGIATAN : Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LAPORAN KEGIATAN<br />
Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25</p>
<p>Kegiatan Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25 dilaksanakan pada Selasa, 03 Maret 2026, pukul 15.30 WIB sampai selesai melalui ruang virtual Zoom Meeting. Kegiatan ini mengangkat tema *“Ekoteologi Islam dalam Gerakan SULING: Penyuluh Agama sebagai Agen Transformasi Peradaban Hijau.”*</p>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pena Da&#8217;i Nusantara bekerja sama dengan Subdit Bina Penyuluh Agama Islam pada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas dan transformasi peran Penyuluh Agama Islam dalam menjawab tantangan krisis lingkungan melalui pendekatan ekoteologi Islam.</p>
<p>Hadir sebagai keynote speaker, Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si selaku Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya menyampaikan nilai-nilai normatif keagamaan, tetapi juga menggerakkan kesadaran ekologis masyarakat sebagai bagian dari amanah kekhalifahan di muka bumi.</p>
<p>Sebagai narasumber utama, Kamelia Sambas, M.Kesos, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan praktik implementasi gerakan ekoteologi Islam berbasis komunitas. Materi yang dipaparkan menekankan integrasi nilai tauhid, tanggung jawab sosial, dan aksi nyata pelestarian lingkungan dalam kegiatan penyuluhan.</p>
<p>Kegiatan ini dimoderatori oleh Helly Ummi Mustholihah, S.Ag., M.E., Penyuluh Agama Islam Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat, yang memandu jalannya diskusi secara komunikatif dan interaktif. Sementara itu, Heru Susanto selaku Kasubtim Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Islam bertindak sebagai pemantik diskusi dengan memberikan penguatan terkait pentingnya pengukuran dampak dan akuntabilitas kinerja penyuluh dalam gerakan lingkungan.</p>
<p>Selain narasumber dan petugas kegiatan, turut hadir dalam ruang Zoom berdasarkan surat resmi dari Pena Da’i Nusantara, yaitu Agus Priadi, S.Ag., M.Si selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara, Alpian, S.Sos., M.H.I selaku Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Kabupaten Batubara, serta Rudi Aritonang, S.Kom., MM selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Batubara. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan gerakan penyuluhan berbasis ekoteologi Islam di tingkat kabupaten.</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, khususnya pada sesi dialog dan tanya jawab. Diskusi berkembang pada penguatan Gerakan SULING sebagai model dakwah berbasis aksi lingkungan serta pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam membangun peradaban hijau yang berkelanjutan.</p>
<p>Secara umum, ketua umum Pena Da&#8217;i Nusantara Dr. Muklis Sanjaya,S.H.I, S.Sos., M.Pd. menyatakan kegiatan Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25 berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan wawasan, komitmen, serta jejaring kolaboratif Penyuluh Agama Islam di berbagai daerah. Sesuai arahan dari Bapak Kasubdit bahwa diharapkan penyuluh tidak hanya berdakwah dengan lisan namun harus juga berdakwah bil qolam (pena) dan Komunitas penulis penyuluh agama islam ini adalah salah satu wadah yang tepat untuk dakwah bil qolam tersebut.</p>
<p style="text-align: center">Dokumentasi lengkap kegiatan tersebut dapat diakses melalui siaran ulang YouTube pada tautan berikut:<br />
https://www.youtube.com/live/WlZmDr7l6es?si=Oq_LYvXE6yXzPC9V <a href="https://suntara.or.id/laporan-kegiatan-dialog-paralel-penyuluh-agama-nusantara-batch-25/neo-dpena_20260303_073824_0000/" rel="attachment wp-att-2088"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-2088" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260303_073824_0000-scaled.png" alt="" width="2048" height="2560" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260303_073824_0000-scaled.png 2048w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260303_073824_0000-240x300.png 240w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260303_073824_0000-819x1024.png 819w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260303_073824_0000-768x960.png 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260303_073824_0000-1229x1536.png 1229w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260303_073824_0000-1638x2048.png 1638w" sizes="(max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></a></p>
<p>Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selasa sore selama Ramadhan, semoga menjadi langkah konkret dalam mendorong penyuluh agama sebagai agen transformasi menuju peradaban hijau yang berlandaskan nilai-nilai Islam.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/laporan-kegiatan-dialog-paralel-penyuluh-agama-nusantara-batch-25/">LAPORAN KEGIATAN : Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara Batch 25</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suntara Hadirkan Aplikasi Desain Flyer Yang Cepat dan Profesional Tanpa Skill Desain</title>
		<link>https://suntara.or.id/suntara-hadirkan-aplikasi-desain-flyer-yang-cepat-dan-profesional-tanpa-skill-desain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 10:03:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2084</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suntara, 18/02 Dalam upaya mendorong transformasi digital di bidang dakwah dan penyuluhan agama, SUNTARA, menghadirkan terobosan berupa aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu membuat poster dan flyer kegiatan penyuluhan agama tanpa memerlukan keterampilan desain grafis. Buka aplikasi disini. Aplikasi ini dikembangkan langsung oleh Ikhwan Syahlani melalui platform SUNTARA sebagai respon atas kebutuhan para penyuluh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/suntara-hadirkan-aplikasi-desain-flyer-yang-cepat-dan-profesional-tanpa-skill-desain/">Suntara Hadirkan Aplikasi Desain Flyer Yang Cepat dan Profesional Tanpa Skill Desain</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Suntara, 18/02 Dalam upaya mendorong transformasi digital di bidang dakwah dan penyuluhan agama, SUNTARA, menghadirkan terobosan berupa aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu membuat poster dan flyer kegiatan penyuluhan agama tanpa memerlukan keterampilan desain grafis.</p>
<p><strong><a href="https://gemini.google.com/share/7db556ad227f" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Buka aplikasi disini.</a></strong></p>
<p>Aplikasi ini dikembangkan langsung oleh Ikhwan Syahlani melalui platform SUNTARA sebagai respon atas kebutuhan para penyuluh agama, dai, guru keagamaan, dan lembaga dakwah yang selama ini menghadapi keterbatasan waktu, sumber daya, dan kemampuan teknis dalam pembuatan media publikasi kegiatan.</p>
<p><strong>Solusi Praktis untuk Penyuluhan di Era Digital</strong></p>
<p>Melalui aplikasi ini, pengguna cukup memasukkan informasi kegiatan penyuluhan—seperti judul, tema, waktu, lokasi, dan pesan dakwah—dalam bentuk perintah teks. Sistem kemudian secara otomatis menghasilkan desain poster yang rapi, informatif, dan siap digunakan.</p>
<p>Pendekatan ini memungkinkan penyuluh agama tetap fokus pada substansi materi dan interaksi dengan masyarakat, tanpa terbebani aspek teknis desain grafis.</p>
<p><strong>Desain Kontekstual dan Selaras Nilai Dakwah</strong></p>
<p>Sebagai platform yang berorientasi pada dakwah, SUNTARA memastikan bahwa aplikasi ini menghadirkan pilihan desain yang kontekstual dan bernuansa islami. Mulai dari gaya minimalis modern hingga tampilan formal untuk kegiatan resmi, seluruh elemen visual disusun agar tetap mencerminkan nilai kesopanan, kejelasan informasi, dan pesan keagamaan.</p>
<p><strong>Efisiensi, Kemandirian, dan Profesionalisme</strong></p>
<p>Pengembangan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja penyuluh agama sekaligus mendorong kemandirian dalam penyusunan media publikasi. Dengan dukungan kecerdasan buatan, pembuatan poster yang sebelumnya memerlukan bantuan pihak lain kini dapat dilakukan secara mandiri, cepat, dan terstandar.</p>
<p><strong>Komitmen SUNTARA dalam Transformasi Dakwah Digital</strong></p>
<p>Terobosan ini menjadi bagian dari komitmen SUNTARA dalam mengembangkan ekosistem dakwah digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa menghilangkan substansi dan nilai dakwah itu sendiri.</p>
<p>Ke depan, SUNTARA berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mendukung penyuluhan agama agar lebih efektif, relevan, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas di era digital.</p>
<h4><a href="https://gemini.google.com/share/7db556ad227f" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow"><strong>Gunakan aplikasinya disini</strong></a></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/suntara-hadirkan-aplikasi-desain-flyer-yang-cepat-dan-profesional-tanpa-skill-desain/">Suntara Hadirkan Aplikasi Desain Flyer Yang Cepat dan Profesional Tanpa Skill Desain</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
