<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Terbaru Hari Ini Arsip - Suntara</title>
	<atom:link href="https://suntara.or.id/category/terbaru-hari-ini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Media kolaborasi Penyuluh Se-Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Sep 2026 10:03:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2025/06/cropped-ikon-logo-suntara-32x32.png</url>
	<title>Terbaru Hari Ini Arsip - Suntara</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KUA Berastagi Gelar Temu Ramah Bersama BKM, Perkuat Sinergi Dan Sosialisasi Layanan Keagamaan</title>
		<link>https://suntara.or.id/kua-berastagi-gelar-temu-ramah-bersama-bkm-perkuat-sinergi-dan-sosialisasi-layanan-keagamaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 10:02:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2307</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi menggelar kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Berastagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara KUA dengan para pengurus masjid sekaligus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri oleh Kepala KUA [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kua-berastagi-gelar-temu-ramah-bersama-bkm-perkuat-sinergi-dan-sosialisasi-layanan-keagamaan/">KUA Berastagi Gelar Temu Ramah Bersama BKM, Perkuat Sinergi Dan Sosialisasi Layanan Keagamaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berastagi — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi menggelar kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Berastagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara KUA dengan para pengurus masjid sekaligus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Berastagi, Arri Ariansyah Siregar, S.H,I., M.S.i, para Penyuluh Agama Islam, serta para ketua dan pengurus BKM masjid yang ada di wilayah Kecamatan Berastagi.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Berastagi menyampaikan sejumlah hal penting yang berkaitan dengan pelayanan KUA. Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah pentingnya Akta Ikrar Wakaf (AIW) sebagai bagian dari tertib administrasi dan kepastian hukum dalam pengelolaan aset wakaf.</p>
<p>Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai wakaf perlu terus ditingkatkan. Pengurus masjid dan BKM memiliki posisi strategis untuk membantu menyampaikan pentingnya administrasi wakaf kepada masyarakat, terutama agar aset yang telah diwakafkan dapat memiliki dokumen yang jelas dan dikelola secara tertib sesuai ketentuan.</p>
<p>Selain membahas wakaf, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi berbagai tugas dan layanan yang tersedia di KUA. Para pengurus BKM diberikan pemahaman mengenai peran KUA yang tidak hanya berkaitan dengan pelayanan pencatatan pernikahan, tetapi juga mencakup berbagai aspek pembinaan dan pelayanan kehidupan keagamaan masyarakat.</p>
<p>Kepala KUA juga membuka ruang komunikasi dengan para pengurus BKM untuk menyampaikan berbagai persoalan, kebutuhan, maupun aspirasi yang dihadapi dalam pengelolaan masjid di wilayah masing-masing.</p>
<p>Kehadiran Penyuluh Agama Islam turut memperkuat kegiatan tersebut. Sebagai bagian dari ujung tombak pembinaan masyarakat, para penyuluh diharapkan dapat terus membangun komunikasi dengan BKM dan masyarakat sehingga berbagai program pembinaan keagamaan dapat berjalan secara lebih efektif.</p>
<p>Para ketua BKM yang hadir menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan. Silaturahmi ini sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara KUA, Penyuluh Agama Islam dan BKM dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan temu ramah tersebut menjadi salah satu langkah KUA Kecamatan Berastagi untuk membangun KUA yang lebih dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap masukan, serta aktif menjalin kemitraan dengan berbagai unsur keagamaan.</p>
<p>Dengan terbangunnya komunikasi yang baik antara KUA dan BKM, diharapkan pelayanan keagamaan di Kecamatan Berastagi dapat semakin optimal, sementara masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Alhamdulillah, kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama BKM se-Kecamatan Berastagi berjalan dengan sukses dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya sinergi KUA dan BKM dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kua-berastagi-gelar-temu-ramah-bersama-bkm-perkuat-sinergi-dan-sosialisasi-layanan-keagamaan/">KUA Berastagi Gelar Temu Ramah Bersama BKM, Perkuat Sinergi Dan Sosialisasi Layanan Keagamaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Menikah Sebelum Memahami 7 Bekal Penting Ini</title>
		<link>https://suntara.or.id/jangan-menikah-sebelum-memahami-7-bekal-penting-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2261</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernikahan bukan sekadar akad yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan ikatan suci (mitsaqan ghalizha) yang membawa tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap calon pengantin perlu memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi agama, mental, emosional, kesehatan, maupun ekonomi. Melalui Bimbingan Perkawinan, Kementerian Agama bertujuan membekali calon pengantin [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/jangan-menikah-sebelum-memahami-7-bekal-penting-ini/">Jangan Menikah Sebelum Memahami 7 Bekal Penting Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan bukan sekadar akad yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan ikatan suci (mitsaqan ghalizha) yang membawa tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap calon pengantin perlu memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi agama, mental, emosional, kesehatan, maupun ekonomi.</p>
<p>Melalui Bimbingan Perkawinan, Kementerian Agama bertujuan membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.</p>
<p><strong>1. Meluruskan Niat Menikah</strong></p>
<p>Menikah merupakan ibadah dan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Tujuan utama pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, melahirkan generasi saleh, serta saling membantu dalam kebaikan.</p>
<p><strong>2. Memahami Hak dan Kewajiban Suami Istri</strong></p>
<p>Rumah tangga yang harmonis dibangun atas dasar saling menghormati dan saling memenuhi hak serta kewajiban. Suami berkewajiban memimpin keluarga, memberikan nafkah lahir dan batin, serta melindungi istri dan anak-anaknya. Istri berkewajiban menjaga kehormatan keluarga, mendukung suami dalam kebaikan, serta bersama-sama mendidik anak.</p>
<p>Keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga komunikasi, saling menghargai, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.</p>
<p><strong>3. Membangun Komunikasi yang Baik</strong></p>
<p>Banyak perceraian terjadi bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena buruknya komunikasi. Oleh sebab itu, pasangan perlu belajar mendengarkan, menyampaikan pendapat dengan santun, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.</p>
<p>Komunikasi yang sehat akan memperkuat kepercayaan dan mempererat hubungan suami istri.</p>
<p><strong>4. Mengelola Keuangan Keluarga</strong></p>
<p>Calon pengantin perlu memahami pentingnya perencanaan ekonomi keluarga. Penghasilan harus dikelola secara bijaksana dengan mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan.</p>
<p>Perencanaan keuangan meliputi:</p>
<ul>
<li>Menyusun anggaran bulanan.</li>
<li>Menabung untuk kebutuhan masa depan.</li>
<li>Menghindari utang yang tidak produktif.</li>
<li>Bersikap jujur dan terbuka mengenai kondisi keuangan.</li>
</ul>
<p><strong>5. Menjaga Kesehatan Reproduksi</strong></p>
<p>Suami dan istri harus memahami pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat.</p>
<p>Hal-hal yang perlu dipahami antara lain:</p>
<ul>
<li>Menjaga kesehatan sebelum menikah.</li>
<li>Pentingnya pemeriksaan kesehatan.</li>
<li>Perencanaan kehamilan.</li>
<li>Pencegahan penyakit menular.</li>
<li>Menjaga kesehatan ibu dan anak.</li>
</ul>
<p><strong>6. Menyiapkan Generasi Berkualitas</strong></p>
<p>Anak merupakan amanah Allah SWT. Orang tua memiliki tanggung jawab mendidik anak dengan kasih sayang, memberikan pendidikan agama, akhlak, serta memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya.</p>
<p>Pendidikan anak dimulai sejak dalam kandungan dan menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.</p>
<p><strong>7. Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga</strong></p>
<p>Islam mengajarkan kasih sayang dalam keluarga. Segala bentuk kekerasan fisik, verbal, psikis, seksual maupun penelantaran tidak dibenarkan.</p>
<p>Apabila terjadi persoalan dalam rumah tangga, penyelesaiannya harus ditempuh melalui dialog, musyawarah, konsultasi kepada keluarga, tokoh agama, atau lembaga yang berwenang.</p>
<p><strong>8. Menjaga Ketahanan Keluarga</strong></p>
<p>Ketahanan keluarga dibangun melalui:</p>
<ul>
<li>Ibadah yang konsisten.</li>
<li>Saling menghormati.</li>
<li>Kejujuran.</li>
<li>Kesetiaan.</li>
<li>Kerja sama dalam mengasuh anak.</li>
<li>Kemampuan menghadapi masalah bersama.</li>
</ul>
<p>Rumah tangga tidak akan selalu berjalan mulus. Oleh karena itu, pasangan harus memiliki komitmen untuk mempertahankan pernikahan dan terus memperbaiki diri.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/jangan-menikah-sebelum-memahami-7-bekal-penting-ini/">Jangan Menikah Sebelum Memahami 7 Bekal Penting Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Friendly Fun Match Kemenag FC Vs Goseh FC, Perkuat Silaturahmi Lewat Olahraga</title>
		<link>https://suntara.or.id/friendly-fun-match-kemenag-fc-vs-goseh-fc-perkuat-silaturahmi-lewat-olahraga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 17:05:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabanjahe – Semangat kebersamaan dan persaudaraan akan mewarnai pertandingan persahabatan antara Kemenag FC dan Goseh FC yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 17.00 WIB, di Lapangan 𝗚𝗮𝗿𝘂𝗱𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗶 𝗦𝗼𝗰𝗰𝗲𝗿 𝗞𝗮𝗯𝗮𝗻𝗷𝗮𝗵𝗲. Laga bertajuk Friendly Fun Match ini digelar sebagai ajang mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara keluarga besar Kementerian Agama dengan komunitas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/friendly-fun-match-kemenag-fc-vs-goseh-fc-perkuat-silaturahmi-lewat-olahraga/">Friendly Fun Match Kemenag FC Vs Goseh FC, Perkuat Silaturahmi Lewat Olahraga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabanjahe</strong> – Semangat kebersamaan dan persaudaraan akan mewarnai pertandingan persahabatan antara <strong>Kemenag FC</strong> dan <strong>Goseh FC</strong> yang dijadwalkan berlangsung pada <strong>Rabu, 8 Juli 2026</strong>, pukul <strong>17.00 WIB</strong>, di <strong>Lapangan 𝗚𝗮𝗿𝘂𝗱𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗶 𝗦𝗼𝗰𝗰𝗲𝗿 𝗞𝗮𝗯𝗮𝗻𝗷𝗮𝗵𝗲.</strong></p>
<p>Laga bertajuk <em>Friendly Fun Match</em> ini digelar sebagai ajang mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara keluarga besar Kementerian Agama dengan komunitas Aplikasi Goseh. Meski berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kedua tim dipastikan tetap menampilkan permainan terbaik dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play.</p>
<p>Pertandingan ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu berbagai elemen masyarakat. Di atas lapangan hijau, perbedaan profesi dan latar belakang akan melebur menjadi semangat kebersamaan, saling menghormati, dan mempererat tali persaudaraan.</p>
<p>Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertandingan yang menarik untuk disaksikan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara Kementerian Agama dan Goseh sebagai aplikasi karya anak daerah yang terus berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Masyarakat, keluarga besar Kementerian Agama, komunitas Goseh, serta pecinta sepak bola di Tanah Karo diundang untuk hadir dan memberikan dukungan kepada kedua tim. Kehadiran para suporter diharapkan dapat menambah semarak suasana pertandingan sekaligus menjadi penyemangat bagi para pemain.</p>
<p>Dengan mengedepankan semangat persaudaraan, pertandingan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi-kolaborasi positif lainnya antara Kementerian Agama dan Goseh, sehingga kebersamaan yang terjalin di lapangan dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/friendly-fun-match-kemenag-fc-vs-goseh-fc-perkuat-silaturahmi-lewat-olahraga/">Friendly Fun Match Kemenag FC Vs Goseh FC, Perkuat Silaturahmi Lewat Olahraga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Goseh Berbagi Untuk Bilal Mayit, Wujud Kepedulian Kepada Sesama Pelayan Masyarakat</title>
		<link>https://suntara.or.id/goseh-berbagi-untuk-bilal-mayit-wujud-kepedulian-kepada-sesama-pelayan-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 08:29:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabanjahe (05/06) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Goseh kembali menyalurkan bantuan sosial kepada para bilal mayit di Kabanjahe. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Goseh untuk terus hadir dan memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan transportasi dan pengantaran, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-berbagi-untuk-bilal-mayit-wujud-kepedulian-kepada-sesama-pelayan-masyarakat/">Goseh Berbagi Untuk Bilal Mayit, Wujud Kepedulian Kepada Sesama Pelayan Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabanjahe (05/06) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Goseh kembali menyalurkan bantuan sosial kepada para bilal mayit di Kabanjahe. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Goseh untuk terus hadir dan memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan transportasi dan pengantaran, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para bilal mayit yang selama ini menjalankan tugas mulia dalam membantu proses pengurusan jenazah dan pelayanan kepada keluarga yang sedang berduka. Peran mereka menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan patut mendapatkan perhatian serta dukungan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-2253" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704.jpg 800w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Founder Goseh, Ikhwan Syahlani, S.H.I., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian Goseh kepada para pelayan masyarakat yang bekerja dengan penuh keikhlasan.</p>
<p>&#8220;Bilal mayit memiliki tugas yang sangat mulia. Mereka hadir membantu masyarakat di saat-saat penuh duka tanpa mengenal waktu. Melalui bantuan sosial ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas pengabdian mereka. Semoga apa yang diberikan dapat menjadi penyemangat dan membawa manfaat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, sebagai aplikasi lokal yang tumbuh bersama masyarakat Kabupaten Karo, Goseh memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi positif melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat. Sebelumnya, Goseh juga telah melaksanakan sejumlah program sosial, seperti kegiatan Goseh Bersih Masjid, bantuan kemanusiaan, serta berbagai aksi gotong royong di tengah masyarakat.</p>
<p>Melalui kegiatan bantuan sosial kepada bilal mayit ini, Goseh berharap dapat mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat kepedulian, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama berbagi kepada sesama.</p>
<p>Dengan mengusung semangat &#8220;Melayani, Peduli, dan Bertumbuh Bersama Masyarakat&#8221;, Goseh terus berkomitmen menjadi aplikasi lokal yang tidak hanya memberikan kemudahan layanan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai program sosial di Kabupaten Karo.</p>
<p>Menanggapi bantuan tersebut, Bapak Suman Napitupulu, salah seorang bilal mayit penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Goseh atas kepedulian yang diberikan. Menurutnya, perhatian seperti ini menjadi penyemangat bagi para bilal mayit yang selama ini menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan di tengah masyarakat. Ia berharap Goseh semakin maju, usahanya terus berkembang, serta senantiasa diberikan keberkahan sehingga dapat terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-berbagi-untuk-bilal-mayit-wujud-kepedulian-kepada-sesama-pelayan-masyarakat/">Goseh Berbagi Untuk Bilal Mayit, Wujud Kepedulian Kepada Sesama Pelayan Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala Kantor Kemenag Kab. Karo Paparkan Empat Pilar Moderasi Beragama kepada Tokoh Agama</title>
		<link>https://suntara.or.id/kepala-kantor-kemenag-kab-karo-paparkan-empat-pilar-moderasi-beragama-kepada-tokoh-agama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 04:53:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2245</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simpang Empat, 2 Juli 2026 – FKUB menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama kepada para tokoh agama di Aula Kecamatan Simpang Empat pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Simpang Empat ini bertujuan untuk memperkuat semangat kerukunan, persatuan, dan kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Pada kesempatan tersebut, Bapak Drs. H. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kepala-kantor-kemenag-kab-karo-paparkan-empat-pilar-moderasi-beragama-kepada-tokoh-agama/">Kepala Kantor Kemenag Kab. Karo Paparkan Empat Pilar Moderasi Beragama kepada Tokoh Agama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Simpang Empat, 2 Juli 2026 – FKUB menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama kepada para tokoh agama di Aula Kecamatan Simpang Empat pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Simpang Empat ini bertujuan untuk memperkuat semangat kerukunan, persatuan, dan kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Bapak Drs. H. Saparuddin,MA selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo menyampaikan materi mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai serta saling menghargai.</p>
<p>Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa moderasi beragama memiliki empat indikator utama yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama.</p>
<p>Pertama, Komitmen Kebangsaan. Menurut beliau, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berpegang teguh pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai keagamaan harus berjalan selaras dengan semangat kebangsaan demi menciptakan kehidupan yang aman dan damai.</p>
<p>Kedua, Toleransi. Beliau menegaskan bahwa toleransi merupakan sikap saling menghormati, menghargai, dan memberikan ruang kepada setiap pemeluk agama untuk menjalankan keyakinannya tanpa adanya diskriminasi. Dengan toleransi, perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.</p>
<p>Ketiga, Anti Kekerasan. Dalam kehidupan beragama, segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, tidak dapat dibenarkan. Penyelesaian setiap persoalan hendaknya dilakukan melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta kedamaian.</p>
<p>Keempat, Akomodatif terhadap Kebudayaan Lokal. Beliau juga menjelaskan bahwa agama dan budaya dapat berjalan berdampingan selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perlu dihargai sebagai kekayaan bangsa yang mampu memperkuat persatuan dan mempererat hubungan antarwarga.</p>
<p>Di akhir penyampaiannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo mengajak seluruh tokoh agama untuk menjadi teladan dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Dengan mengedepankan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan sikap yang akomodatif terhadap budaya lokal, diharapkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Karo dapat terus terjaga dan menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang damai, rukun, serta harmonis.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kepala-kantor-kemenag-kab-karo-paparkan-empat-pilar-moderasi-beragama-kepada-tokoh-agama/">Kepala Kantor Kemenag Kab. Karo Paparkan Empat Pilar Moderasi Beragama kepada Tokoh Agama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Pendidikan Nasional : Goseh, Sekolah Kehidupan Bagi Para Rider</title>
		<link>https://suntara.or.id/hari-pendidikan-nasional-goseh-sekolah-kehidupan-bagi-para-rider/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 12:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional, kita diingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, buku pelajaran, atau bangku sekolah. Pendidikan sejatinya adalah proses belajar sepanjang hidup—belajar bertumbuh, belajar bertanggung jawab, belajar disiplin, dan belajar membangun masa depan yang lebih baik. Di tengah perkembangan teknologi dan ekonomi digital, hadir banyak bentuk pendidikan baru yang lebih dekat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/hari-pendidikan-nasional-goseh-sekolah-kehidupan-bagi-para-rider/">Hari Pendidikan Nasional : Goseh, Sekolah Kehidupan Bagi Para Rider</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional, kita diingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, buku pelajaran, atau bangku sekolah. Pendidikan sejatinya adalah proses belajar sepanjang hidup—belajar bertumbuh, belajar bertanggung jawab, belajar disiplin, dan belajar membangun masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Di tengah perkembangan teknologi dan ekonomi digital, hadir banyak bentuk pendidikan baru yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah ekosistem di aplikasi Goseh Tanah Karo.</p>
<p>Bagi sebagian orang, Goseh mungkin hanya dipandang sebagai aplikasi layanan transportasi dan pesan antar. Namun bagi para rider, Goseh lebih dari itu. Goseh adalah ruang belajar, tempat menempa mental, karakter, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.</p>
<p>Menjadi rider Goseh mengajarkan banyak hal yang tidak selalu didapatkan di sekolah formal. Seorang rider belajar disiplin waktu karena pelanggan menuntut pelayanan cepat dan tepat. Mereka belajar komunikasi saat menghadapi berbagai karakter pelanggan, merchant, dan sesama mitra. Mereka juga belajar manajemen keuangan untuk mengatur penghasilan harian, tabungan, hingga kebutuhan keluarga.</p>
<p>Lebih dari sekadar bekerja, rider Goseh belajar arti tanggung jawab dan profesionalisme. Setiap order yang diterima adalah amanah. Setiap perjalanan adalah latihan kesabaran. Setiap tantangan di jalan menjadi pelajaran nyata tentang ketekunan dan daya juang.</p>
<p>Melalui inovasi seperti Goseh Harmoni, para rider juga didorong untuk belajar literasi keuangan. Mereka mulai mengenal budaya menabung, pembiayaan produktif, dana darurat, hingga pengelolaan cicilan yang lebih sehat dan terarah. Ini menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi dapat hadir langsung dari lingkungan kerja.</p>
<p>Goseh membangun ekosistem yang bukan hanya memberikan penghasilan, tetapi juga peluang untuk bertumbuh. Di sini, rider tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga sedang membangun masa depan. Mereka belajar menjadi lebih mandiri, lebih terencana, dan lebih siap menghadapi kehidupan.</p>
<p>Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita perluas makna pendidikan. Pendidikan tidak berhenti setelah lulus sekolah. Pendidikan ada di mana saja; di rumah, di komunitas, di tempat kerja, bahkan di jalanan tempat para rider berjuang setiap hari.</p>
<p>Goseh bukan sekadar aplikasi. Goseh adalah sekolah kehidupan bagi para rider.</p>
<p>Sekolah yang mengajarkan kerja keras, solidaritas, pelayanan, dan semangat untuk terus berkembang.</p>
<p>Selamat Hari Pendidikan Nasional.</p>
<p>Terus belajar, terus bertumbuh, dan terus memberi manfaat bersama Goseh.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/hari-pendidikan-nasional-goseh-sekolah-kehidupan-bagi-para-rider/">Hari Pendidikan Nasional : Goseh, Sekolah Kehidupan Bagi Para Rider</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyuluh Karo Sampaikan Apresiasi Atas Suksesnya Raker Kanwil Kemenag Sumatera Utara</title>
		<link>https://suntara.or.id/penyuluh-karo-sampaikan-apresiasi-atas-suksesnya-raker-kanwil-kemenag-sumatera-utara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 07:14:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2189</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabanjahe, 30 April 2026 — Rapat Kerja Wilayah Kantor yang telah berlangsung sejak Selasa, 28 April 2026, resmi berakhir dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring dan daring melalui Zoom, dan juga secara tatap muka sehingga memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari berbagai unsur di lingkungan Kementerian Agama. Acara tersebut diikuti [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/penyuluh-karo-sampaikan-apresiasi-atas-suksesnya-raker-kanwil-kemenag-sumatera-utara/">Penyuluh Karo Sampaikan Apresiasi Atas Suksesnya Raker Kanwil Kemenag Sumatera Utara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabanjahe, 30 April 2026</strong> — Rapat Kerja Wilayah Kantor yang telah berlangsung sejak Selasa, 28 April 2026, resmi berakhir dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring dan daring melalui Zoom, dan juga secara tatap muka sehingga memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari berbagai unsur di lingkungan Kementerian Agama.</p>
<p>Acara tersebut diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara, termasuk para Penyuluh Agama Islam yang turut diundang mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual. Kehadiran para penyuluh dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung program-program strategis kementerian, khususnya pada bidang pembinaan umat dan penguatan moderasi beragama.</p>
<p>Mewakili Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh), para Penyuluh Agama Islam Karo menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rapat Kerja Wilayah tersebut. Mereka berharap hasil rapat ini dapat menjadi pijakan kuat bagi kemajuan Kementerian Agama ke depan.</p>
<p>“Selamat dan sukses atas selesainya Rapat Kerja Wilayah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Semoga hasil yang dirumuskan dapat membawa Kementerian Agama semakin maju, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” demikian pernyataan perwakilan Pokjaluh.</p>
<p>Rapat kerja wilayah ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai kebijakan dan langkah strategis yang selaras dengan visi Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola kelembagaan, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul.</p>
<p>Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat mengimplementasikan hasil rapat di unit kerja masing-masing demi tercapainya program-program prioritas Kementerian Agama di wilayah Sumatera Utara.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/penyuluh-karo-sampaikan-apresiasi-atas-suksesnya-raker-kanwil-kemenag-sumatera-utara/">Penyuluh Karo Sampaikan Apresiasi Atas Suksesnya Raker Kanwil Kemenag Sumatera Utara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kartini Dirayakan, Rahmah Dilupakan?</title>
		<link>https://suntara.or.id/kartini-dirayakan-rahmah-dilupakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 07:41:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah tulisan yang bersumber dari buku 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵𝘂𝗹𝘂𝗶 𝗭𝗮𝗺𝗮𝗻, yang mengangkat perjuangan Rahmah El Yunusiyah dalam membangun pendidikan bagi perempuan. Setiap kali tiba, kita kembali disuguhi narasi klasik tentang emansipasi perempuan. Namun, sering kali semangat itu berhenti pada seremoni—lomba kebaya, kutipan inspiratif, dan unggahan media sosial. Di tengah euforia itu, membaca seperti sebuah tamparan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kartini-dirayakan-rahmah-dilupakan/">Kartini Dirayakan, Rahmah Dilupakan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah tulisan yang bersumber dari buku 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵𝘂𝗹𝘂𝗶 𝗭𝗮𝗺𝗮𝗻, yang mengangkat perjuangan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rahmah_El_Yunusiyah" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Rahmah El Yunusiyah</a> dalam membangun pendidikan bagi perempuan.</p>
<p>Setiap kali tiba, kita kembali disuguhi narasi klasik tentang emansipasi perempuan. Namun, sering kali semangat itu berhenti pada seremoni—lomba kebaya, kutipan inspiratif, dan unggahan media sosial. Di tengah euforia itu, membaca seperti sebuah tamparan halus: bahwa perjuangan perempuan sejati tidak pernah berhenti di simbol, tetapi hidup dalam tindakan nyata.</p>
<p>Kisah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rahmah_El_Yunusiyah" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Rahmah El Yunusiyah</a> menghadirkan wajah lain dari emansipasi. Ia tidak sekadar berbicara tentang kesetaraan, tetapi menciptakan ruang nyata bagi perempuan untuk tumbuh. Di masa ketika perempuan bahkan belum dianggap penting dalam pendidikan formal, Rahmah justru melangkah lebih jauh, mendirikan sebuah institusi yang bukan hanya mendidik, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan kesadaran peran perempuan dalam masyarakat.</p>
<p>Yang menarik, perjuangan Rahmah tidak datang dengan retorika yang keras atau konfrontatif. Ia tidak melawan budaya dengan cara membakar jembatan, tetapi membangunnya kembali dengan fondasi yang lebih kuat. Ia memahami bahwa perubahan yang bertahan lama bukanlah yang gaduh, melainkan yang mengakar. Inilah pelajaran penting yang terasa relevan hari ini: bahwa kemajuan perempuan tidak harus identik dengan kehilangan nilai, dan keberanian tidak selalu berarti perlawanan yang bising.</p>
<p>Dalam konteks kekinian, kita hidup di zaman di mana akses pendidikan terbuka luas. Perempuan bisa bersekolah tinggi, berkarier, bahkan memimpin. Namun, pertanyaan kritisnya: apakah akses itu benar-benar dimanfaatkan untuk membangun kualitas, atau justru terjebak dalam ilusi pencapaian yang dangkal? Rahmah memberi jawaban yang tegas—bahwa pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan alat untuk membentuk peradaban.</p>
<p>Di sisi lain, buku ini juga mengingatkan bahwa perjuangan perempuan bukan hanya tentang hak, tetapi juga tentang tanggung jawab. Rahmah tidak hanya memperjuangkan dirinya, tetapi generasi setelahnya. Ia tidak sekadar ingin “setara”, tetapi ingin “berarti”. Ini adalah pergeseran perspektif yang penting: dari sekadar menuntut ruang, menjadi mampu mengisi ruang itu dengan nilai.</p>
<p>Jika kita bandingkan dengan semangat , Rahmah bisa dilihat sebagai kelanjutan dari gagasan yang telah ditanamkan sebelumnya. Kartini membuka pintu melalui pemikiran, sementara Rahmah masuk dan membangun rumah di dalamnya. Keduanya mengajarkan satu hal yang sama: bahwa perubahan tidak cukup hanya diimpikan, tetapi harus diwujudkan.</p>
<p>Akhirnya, <strong>Perempuan yang Mendahului Zaman</strong> bukan sekadar kisah biografi. Ia adalah cermin. Ia mengajak kita bertanya dengan jujur: di tengah segala kemudahan hari ini, apakah kita sudah benar-benar melanjutkan perjuangan itu, atau justru hanya menikmatinya tanpa makna?</p>
<p>Hari Kartini seharusnya bukan tentang mengenang masa lalu, tetapi menguji diri di masa kini. Karena sejatinya, perempuan yang mendahului zaman bukanlah mereka yang hidup di masa lalu, melainkan mereka yang berani bertindak hari ini, untuk masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kartini-dirayakan-rahmah-dilupakan/">Kartini Dirayakan, Rahmah Dilupakan?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi Kemenag Dairi dan Karo Perkuat Sinergi di KUA Mardinding</title>
		<link>https://suntara.or.id/silaturahmi-kemenag-dairi-dan-karo-perkuat-sinergi-di-kua-mardinding/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 08:07:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2162</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mardinding – Momen bersejarah tercipta saat jajaran Kementerian Agama dari Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo menggelar pertemuan silaturahmi di Kantor KUA Kecamatan Mardinding. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan kerja sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi di lingkungan Kementerian Agama. Dalam suasana penuh keakraban, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Riswan Gajah, S.Ag., M.M, menyerahkan cenderamata kepada Kepala [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/silaturahmi-kemenag-dairi-dan-karo-perkuat-sinergi-di-kua-mardinding/">Silaturahmi Kemenag Dairi dan Karo Perkuat Sinergi di KUA Mardinding</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Mardinding</b> – Momen bersejarah tercipta saat jajaran Kementerian Agama dari Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo menggelar pertemuan silaturahmi di Kantor KUA Kecamatan Mardinding. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan kerja sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi di lingkungan Kementerian Agama.</p>
<p>Dalam suasana penuh keakraban, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dairi, <strong>Riswan Gajah, S.Ag., M.M</strong>, menyerahkan cenderamata kepada Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karo, <strong>Drs. Safaruddin, M.A</strong>. Penyerahan tersebut menjadi simbol persaudaraan dan kenang-kenangan atas hubungan baik yang telah terjalin.</p>
<p>Tak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan pertukaran cenderamata antar pimpinan KUA. Kepala KUA Kecamatan Tanah Pinem, <strong>Nurul Arif El Hakim, S.H., M.H</strong>, turut memberikan cenderamata kepada Kepala KUA Kecamatan Mardinding, <strong>Arri Aliansyah, S.H.I., M.Si</strong>, sebagai bentuk penghargaan dan penguatan silaturahmi di tingkat kecamatan.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Kementerian Agama, di antaranya Kasubbag TU Kemenag Karo, <strong>Karni Harahap, S.Ag., M.Si</strong>, serta Kasi Bimas Islam Kemenag Dairi, <strong>Lindung Kaloko, S.Ag., M.M</strong>, bersama para ASN lainnya.</p>
<p>Pertemuan ini diharapkan dapat semakin memperkokoh koordinasi, meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, serta mempererat ukhuwah di antara seluruh jajaran Kementerian Agama, khususnya di wilayah Dairi dan Karo.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/silaturahmi-kemenag-dairi-dan-karo-perkuat-sinergi-di-kua-mardinding/">Silaturahmi Kemenag Dairi dan Karo Perkuat Sinergi di KUA Mardinding</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cahaya Kebenaran dan Penyembuh Jiwa</title>
		<link>https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kabibur]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 00:27:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ipari]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Dai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Penyiar Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh Agama Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rabu. 11 Maret 2026 &#8211; Peringatan Nuzulul Qur&#8217;an Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Di antara ayat-ayat yang sangat kuat maknanya dalam Surah Al-Isrā’ terdapat dua ayat yang sering dijadikan dasar refleksi oleh para ulama: ayat tentang datangnya kebenaran dan lenyapnya kebatilan, serta ayat tentang Al-Qur’an sebagai penyembuh dan rahmat. Kedua ayat ini bukan hanya menjelaskan fungsi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/">Cahaya Kebenaran dan Penyembuh Jiwa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/img_20260311_172115/" rel="attachment wp-att-2108"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2108" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1441" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-scaled.jpg 2560w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-1024x576.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-1536x864.jpg 1536w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_172115-2048x1153.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></a></p>
<h2><span style="font-size: 16px">Rabu. 11 Maret 2026 &#8211; Peringatan Nuzulul Qur&#8217;an Kementerian Agama Kabupaten Lamongan</span></h2>
<p>Di antara ayat-ayat yang sangat kuat maknanya dalam Surah Al-Isrā’ terdapat dua ayat yang sering dijadikan dasar refleksi oleh para ulama: ayat tentang <strong>datangnya kebenaran dan lenyapnya kebatilan</strong>, serta ayat tentang <strong>Al-Qur’an sebagai penyembuh dan rahmat</strong>. Kedua ayat ini bukan hanya menjelaskan fungsi wahyu, tetapi juga menggambarkan bagaimana kebenaran bekerja dalam sejarah dan bagaimana Al-Qur’an berperan dalam memperbaiki kehidupan manusia.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p><strong>وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا</strong></p>
<p>“Katakanlah: telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.”</p>
<p>Dalam penjelasan para ulama tafsir, kata <strong>الحق (al-ḥaqq)</strong> di sini dipahami sebagai <strong>kebenaran yang dibawa oleh wahyu</strong>, yaitu Islam itu sendiri. Kebenaran bukan hanya sekadar ide atau konsep, tetapi merupakan realitas yang datang membawa petunjuk hidup yang lurus. Ketika wahyu turun dan ajaran Islam ditegakkan, maka kebenaran itu memasuki kehidupan manusia secara nyata.</p>
<p>Sebaliknya, <strong>الباطل (al-bāṭil)</strong> mencakup segala bentuk kesesatan: penyembahan berhala, keyakinan yang salah, tipu daya setan, serta sistem hidup yang menyimpang dari petunjuk Allah. Menariknya, Al-Qur’an menggunakan kata <strong>زَهَقَ (zahqa)</strong> untuk menggambarkan lenyapnya kebatilan. Kata ini dalam bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang <strong>hilang dengan cepat dan tidak memiliki daya tahan</strong>.</p>
<p>Para mufassir menjelaskan bahwa kebatilan pada hakikatnya tidak memiliki fondasi yang kuat. Ia mungkin tampak besar dan berkuasa dalam suatu masa, tetapi keberadaannya bersifat rapuh. Begitu kebenaran muncul dengan jelas, kebatilan akan runtuh dengan sendirinya. Karena itu ayat ini diakhiri dengan penegasan: <strong>إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا</strong> — sesungguhnya kebatilan memang diciptakan untuk lenyap.</p>
<p>Ayat ini juga memiliki makna sejarah. Ketika Nabi Muhammad ﷺ memasuki kota Makkah pada peristiwa Fathu Makkah, beliau menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka‘bah sambil membaca ayat ini. Peristiwa tersebut menjadi simbol bahwa ketika cahaya tauhid datang, segala bentuk kesyirikan dan kebatilan tidak lagi memiliki tempat.</p>
<p>Namun kemenangan kebenaran tidak hanya terjadi dalam sejarah besar umat manusia. Ayat ini juga berlaku dalam kehidupan batin setiap manusia. Ketika cahaya iman masuk ke dalam hati, maka berbagai bentuk kebatilan dalam diri—seperti kesombongan, hawa nafsu, dan keraguan—akan perlahan memudar.</p>
<p>Setelah menjelaskan kemenangan kebenaran, Al-Qur’an melanjutkan dengan ayat berikut:</p>
<p><strong>وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ<br />
وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا</strong></p>
<p>“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan Al-Qur’an itu tidak menambah bagi orang-orang zalim selain kerugian.”</p>
<p>Ayat ini menjelaskan fungsi Al-Qur’an sebagai <strong>syifā’ (penyembuh)</strong>. Dalam penafsiran ulama, penyembuhan ini mencakup dua dimensi: penyembuhan hati dan penyembuhan kehidupan. Hati manusia sering dipenuhi oleh berbagai penyakit batin seperti keraguan, kecemasan, kesombongan, iri hati, dan kegelisahan. Al-Qur’an datang membawa petunjuk yang membersihkan hati dari penyakit-penyakit tersebut. Melalui ayat-ayatnya, manusia diajak mengenal Allah, memahami tujuan hidup, dan menemukan ketenangan dalam ibadah.</p>
<p>Selain sebagai penyembuh, Al-Qur’an juga disebut sebagai <strong>rahmat</strong> bagi orang-orang beriman. Rahmat di sini berarti bahwa Al-Qur’an menjadi sumber kebaikan yang luas bagi kehidupan manusia. Ia memberikan pedoman moral, aturan sosial, serta panduan spiritual yang mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan mengikuti petunjuk Al-Qur’an, manusia tidak hanya memperoleh ketenangan batin, tetapi juga membangun masyarakat yang adil dan berakhlak.</p>
<p>Namun ayat ini juga mengandung peringatan yang mendalam: wahyu yang sama tidak selalu membawa manfaat bagi semua orang. Bagi orang yang zalim—yaitu mereka yang menolak kebenaran dengan kesombongan—Al-Qur’an justru menambah kerugian mereka. Hal ini terjadi karena ketika seseorang menutup hatinya terhadap kebenaran, setiap ayat yang ia dengar justru memperkuat penolakannya. Bukan karena wahyu itu sendiri buruk, tetapi karena hati yang keras tidak mampu menerima cahaya petunjuk.</p>
<p>Dengan demikian, dua ayat ini menggambarkan sebuah prinsip besar dalam kehidupan spiritual. Kebenaran memiliki kekuatan untuk mengalahkan kebatilan, tetapi kemenangan itu hanya dapat dirasakan oleh hati yang terbuka. Al-Qur’an adalah cahaya dan penyembuh, namun manfaatnya hanya akan dirasakan oleh mereka yang datang kepadanya dengan iman dan kerendahan hati.</p>
<p>Melalui dua ayat ini kita belajar bahwa perubahan besar dalam kehidupan manusia dimulai dari dua hal: hadirnya kebenaran dan kesiapan hati untuk menerimanya. Ketika wahyu dipahami dan dihayati, ia tidak hanya mengubah keyakinan seseorang, tetapi juga membersihkan jiwanya dan menuntunnya menuju kehidupan yang lebih bermakna.</p>
<figure id="attachment_2109" aria-describedby="caption-attachment-2109" style="width: 2560px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/img_20260311_171704/" rel="attachment wp-att-2109"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2109" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-scaled.jpg 2560w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-1024x576.jpg 1024w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-1536x864.jpg 1536w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260311_171704-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2109" class="wp-caption-text">Ngaos sareng KH. Khoirul Anam (Dirut Al Kaukaba)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2110" aria-describedby="caption-attachment-2110" style="width: 1097px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/neo-dpena_20260309_140041_0000/" rel="attachment wp-att-2110"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2110" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-scaled.png" alt="" width="1097" height="2560" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-scaled.png 1097w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-129x300.png 129w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-439x1024.png 439w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-768x1792.png 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-658x1536.png 658w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/03/Neo-DPENA_20260309_140041_0000-878x2048.png 878w" sizes="(max-width: 1097px) 100vw, 1097px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2110" class="wp-caption-text">Dewan Pengurus Pusat Pena Da&#8217;i Nusantara, Inovator Audiobook Binwin dan Penyiar Hikmah TV</figcaption></figure>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/cahaya-kebenaran-dan-penyembuh-jiwa/">Cahaya Kebenaran dan Penyembuh Jiwa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
