Medan — Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf (Penais Zawa) menggelar Coaching Klinik Pembuatan Konten Digital yang Inklusif dan Transformatif bagi Penyuluh Agama Islam. Kegiatan ini berlangsung di Nivia Hotel Medan pada 18–19 November 2025 dan diikuti oleh para penyuluh agama Islam pilihan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mengelola media informasi keagamaan berbasis digital. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Sumatera Utara dalam sambutannya, penyuluh agama kini harus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang semakin berkembang pesat di era teknologi.
“Sekarang ini penyuluhan agama harus paham tentang medsos, paham tentang IT dan lain sebagainya. Pekerjaan kita menuntut itu, kita harus bisa. Karena itu, hari ini narasumber kita Dr. Gunawan akan menyampaikan bagaimana cara membuat konten yang baik dan bermanfaat,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan pentingnya komitmen dan kesungguhan peserta mengikuti kegiatan sampai selesai, mengingat pelatihan ini merupakan peluang besar untuk pengembangan diri dan peningkatan kualitas penyuluhan agama Islam.
“Kami berharap semua penyuluh agama Islam kebanggaan kami dapat mengikuti kegiatan ini dengan tuntas. Walaupun anggaran terbatas, Bapak dan Ibu adalah yang terpilih. Mari kita jaga komitmen untuk berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional,” tambahnya penuh optimis.
Di akhir sambutan, acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah bersama. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan penyuluh yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan dakwah yang inklusif melalui konten digital yang edukatif untuk masyarakat luas.
Dengan pelatihan ini, Kemenag Sumut semakin mempertegas komitmennya dalam mendorong transformasi digital penyuluhan agama Islam menuju pelayanan yang unggul dan berdaya saing nasional.