Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri dalam Islam

Picture of Yeni Sri

Yeni Sri

Penulis

Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri dalam Islam

 

Pendahuluan

Dalam ajaran Islam, adab dalam makan dan minum bukan hanya soal sopan santun, melainkan juga berkaitan erat dengan kebersihan, kesehatan, serta ketaatan kepada tuntunan Nabi Muhammad ﷺ. Salah satu adab yang sering kali terlupakan adalah larangan makan dan minum sambil berdiri. Banyak umat Islam yang belum memahami bahwa hal ini bukan hanya masalah kebiasaan, tetapi memiliki dasar dari hadis-hadis yang shahih.

 

Melalui artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang larangan makan dan minum sambil berdiri menurut Islam, dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadis, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.

 

Adab Makan dan Minum dalam Islam

Islam mengatur segala aspek kehidupan umatnya, termasuk tata cara makan dan minum. Dalam berbagai hadis, Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan untuk makan dan minum sambil duduk, dengan tangan kanan, dan tidak berlebihan.

 

Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

“Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

 

Ayat ini mengajarkan umat Islam untuk menjaga adab dan tidak melampaui batas dalam hal konsumsi makanan dan minuman.

 

Larangan Makan dan Minum Berdiri dalam Hadis Nabi ﷺ

 

Terdapat sejumlah hadis yang secara jelas melarang makan dan minum dalam keadaan berdiri. Berikut beberapa di antaranya:

 

Hadis Larangan Minum Berdiri:

“Janganlah seseorang dari kalian minum sambil berdiri. Barang siapa yang lupa, maka hendaklah ia muntahkan.” (HR. Muslim No. 2026)

 

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

“Rasulullah ﷺ melarang seseorang minum sambil berdiri.” (HR. Muslim)

 

Hadis tentang Makan Sambil Berdiri:

Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah makan sambil berdiri. Dalam riwayat lainnya, disebutkan:

“Sesungguhnya Nabi ﷺ melarang makan dan minum sambil berdiri.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

 

Penjelasan dan Hikmah Larangan Ini

 

Mengapa Islam melarang makan dan minum sambil berdiri?

 

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Dari sudut pandang medis, makan dan minum sambil berdiri dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Saat berdiri, tubuh tidak dalam posisi rileks, sehingga makanan atau minuman bisa turun secara tiba-tiba ke lambung dan menyebabkan iritasi.

 

2. Menumbuhkan Adab dan Etika Islami

Duduk saat makan dan minum adalah bentuk kesopanan dan ketenangan. Islam mengajarkan ketertiban, termasuk dalam hal yang tampak sepele seperti makan dan minum.

 

3. Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ

Salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah ﷺ adalah mengikuti sunah beliau, termasuk dalam adab makan dan minum.

 

Apakah Larangan Ini Bersifat Mutlak?

 

Sebagian ulama memandang larangan ini bersifat makruh (tidak disukai) namun bukan haram secara mutlak. Hal ini didasarkan pada beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah minum sambil berdiri dalam keadaan tertentu. Misalnya:

 

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

“Aku pernah memberikan air zamzam kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau meminumnya sambil berdiri.”(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Artinya, larangan tersebut bersifat umum, namun bisa dikecualikan jika ada kondisi mendesak atau kebutuhan tertentu.

 

Kesimpulan

Makan dan minum sambil duduk merupakan salah satu adab penting yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Larangan makan dan minum berdiri bertujuan untuk menjaga kesehatan, menanamkan etika Islami, dan menunjukkan ketaatan kepada sunnah.

 

Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita meneladani Rasulullah ﷺ dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal yang terlihat kecil seperti cara makan dan minum. Dengan membiasakan adab yang baik, kita tidak hanya menjaga tubuh kita, tapi juga menjaga kehormatan dan ketaatan kepada ajaran Islam.

 

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya