Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kecamatan Tikung–Sarirejo Kabupaten Lamongan Tahun 2026 Berlangsung Lancar

Picture of Kabibur

Kabibur

Penulis

Lamongan — Kegiatan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kecamatan Tikung–Sarirejo Kabupaten Lamongan Tahun 2026 yang digelar di Masjid Besar Darul Muttaqin, Kecamatan Tikung, pada Senin (9/2/2026) berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini diikuti sekitar 160 calon jemaah haji dari Kecamatan Tikung dan Sarirejo sebagai bagian dari pembekalan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Sejak pagi hari, para calon jemaah haji dari berbagai desa di dua kecamatan tersebut telah memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti seluruh rangkaian manasik. Manasik haji ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh, baik dari sisi ibadah, pelayanan, kesiapan mental, hingga aspek teknis penyelenggaraan haji.

Kegiatan manasik dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan Nomor 450 Tahun 2026, dengan pelaksanaan yang melibatkan kepanitiaan terintegrasi dari berbagai unsur. Hal ini dilakukan untuk memastikan pembinaan calon jemaah haji reguler Tahun 1447 H/2026 M berjalan optimal dan terkoordinasi.

Pada hari pertama pelaksanaan, materi pertama disampaikan oleh KH. Abdul Wahib, yang mengulas tema “Layanan dan Ibadah Selama di Madinah”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu. Calon jemaah diingatkan untuk memahami adab, tata cara ibadah, serta kesiapan spiritual sejak pertama kali menginjakkan kaki di Madinah, khususnya dalam beribadah di Masjid Nabawi.

Materi berikutnya disampaikan oleh KH. Abd Ghofur, yang membahas “Pelaksanaan Tawaf Ifadah dan Layanan Ibadah di Makkah Pasca Armuzna”. Dengan penyampaian yang lugas dan sistematis, beliau menjelaskan tahapan penting ibadah haji setelah puncak Armuzna, sekaligus mengingatkan pentingnya memahami rukun, wajib, dan sunnah haji agar pelaksanaan ibadah sah dan bernilai ibadah yang sempurna.

Selain materi ibadah, peserta juga mendapatkan pengarahan teknis dari Ketua Kloter, Supriyadi Nur Salam, terkait sistem pelayanan dan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Dalam arahannya, Ketua Kloter menyampaikan pentingnya kedisiplinan, menjaga kesehatan, serta membangun komunikasi yang baik selama pelaksanaan ibadah haji. Ia juga mengingatkan agar jemaah mengikuti seluruh arahan petugas demi kelancaran bersama.

Ketua Panitia Manasik Haji Kecamatan Tikung–Sarirejo, H. A. Syaroni, dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan manasik haji dengan baik. Ia juga memohon doa dari seluruh calon jemaah agar pelaksanaan rangkaian manasik hingga keberangkatan dan kepulangan haji nanti diberikan kelancaran, keselamatan, serta kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan kondusif dengan pendampingan panitia dan moderator. Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan jemaah dalam menyimak materi hingga akhir sesi.

Melalui kegiatan Manasik Haji Terintegrasi ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji Kecamatan Tikung dan Sarirejo Kabupaten Lamongan Tahun 2026 dapat melaksanakan ibadah haji dengan tertib, khusyuk, dan penuh kesadaran, sehingga mampu meraih predikat haji yang mabrur.

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya