MER-C: Relawan Indonesia, Penyelamat Gaza

MER-C
Picture of admin pusat

admin pusat

Penulis

SULUH NUSANTARA – Saat perang antara Israel dan Palestina sedang panas-panasnya di Gaza, organisasi relawan asal Indonesia, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) banyak membantu menangani korban-korban yang berjatuhan.

MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan asal Indonesia yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis. Selain misi kemanusiaan di Gaza, mereka juga turut andil dalam misi kemanusiaan lain di dalam negeri maupun luar negeri.

Siapa itu MER-C

MER-C memiliki kepanjangan Medical Emergency Rescue Committee. Organisasi ini bergerak  memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri.

Organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia pada 1999. Tujuh orang pendirinya adalah dokter dan mahasiswa kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

MER-C merupakan lembaga netral yang beranggotakan relawan. Organisasi ini berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil ‘aalamiin.

Dengan prinsip tersebut, MER-C bertujuan untuk memberi rahmat dalam hal bentuk pertolongan kepada semua orang, tanpa melihat latar belakang.

Sampai saat ini, MER-C telah mengirimkan anggotanya pada ratusan misi kemanusiaan ke berbagai wilayah perang, konflik dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri.

Kontribusi Terhadap Gaza

Sejak serangan 7 Oktober 2023, MER-C terus memberikan bantuan secara intensif ke Gaza, Palestina. Bantuan tersebut bisa berbentuk pengiriman tim medis, obat-obatan, alat kesehatan, makanan, air berisih atau kebutuhan dasar lainnya.

Bahkan, beberapa relawan Indonesia rela menetap di Gaza, walaupun Kemlu (Kementerian Luar Negeri) melakukan evakuasi kepada WNI yang tinggal di Gaza.

Melansir dari voaindonesia.com, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menegaskan bahwa relawan MER-C di Gaza merupakan wakil dari rakyat Indonesia, yang akan menjadi mata dan telinga dari rakyat Indonesia.

Melalui situs mer-c.org, dalam tahun 2024, terhitung mereka telah mengirim 7 tim medis secara berkala ke Gaza.

Tak hanya bantuan medis MER-C, juga menggalang donasi untuk mendukung operasional RS Indonesia di Gaza. Mereka menyalurkan donasi tersebut untuk pengadaan obat-obatan, peralatan medis, dan kebutuhan tenaga kesehatan.

|| BACA JUGA: Perjuangan Hafidzah Palestina Menghafal Al-Qur’an di Tengah Konflik

Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Kontribusi MER-C tak hanya ada ketika serangan 7 Oktober 2023 saja. MER-C membuat kontribusi melalui pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Tak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, RS Indonesia juga menjadi tempat pengungsian bagi mereka yang mencari perlindungan, di tengah serangan tanpa henti di district tersebut.

Pembangunan RS Indonesia dimulai sejak 14 Mei 2011 dan diresmikan oleh Wakil Presiden Indonesia saat itu, Jusuf Kalla pada 2016.

RS Indonesia menghabiskan Rp. 126 Milyar, semuanya adalah hasil donasi rakyat Indonesia tanpa dana asing. Rumah sakit ini adalah karya anak bangsa, karena mulai dari desain arsitekturnya serta pembangunannya oleh relawan Indonesia.

MER-C memberi nama Rumah Sakit Indonesia karena seluruh dana pembangunannya, berasal dari masyarakat Indonesia dan sebagai bentuk kepedulian rakyat indonesia, terhadap kemerdekaan palestina.

Hingga saat ini, MER-C tetap berkontrubusi dalam membantu rakyat Palestina khususnya Gaza. Relawan mereka tetap bekerja dalam mendistribusikan bantuan-bantuan serta memberikan pertolongan medis bagi yang membutuhkan

Wallahu A’lam
Oleh Dennis Ramadhan

 

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya