Ustadz Indonesia Berdakwah di Amerika, Ini Kendalanya

Islam di Amerika
Picture of admin pusat

admin pusat

Penulis

SUNTARA INDONESIA – Perkembangan Islam di amerika cukup meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dari seluruh jumlah warga amerika, satu persen dari mereka adalah muslim.

Islam menjadi agama terbesar di amerika, setelah Kristen dan Yahudi. Mayoritas penduduk islam di Amerika adalah penduduk imigran yang tinggal di sana.

Lalu, apa kendala berdakwah di Amerika Serikat. Berikut adalah beberapa pemaparan dari ustadz asal indonesia yang berdakwah di sana:

Islam Dianggap sebagai Teroris

Melansir dari uii.ac.id, Ustadz Muhammad Syamsi Ali, seorang imam di Islamic Centre of New York, Amerika Serikat, menyatakan bahwa agama Islam di Amerika Serikat sering dianggap sebagai agama teroris.

Peristiwa 9/11, yang terjadi pada tahun 2001 di World Trade Center (WTC), menjadi salah satu pemicunya. Tragedi ini memojokkan Islam sebagai pelaku dalam kejadian tersebut, sehingga menimbulkan berbagai persepsi bahwa Islam adalah agama “teror”.

Akan tetapi, menurut Ustadz Syamsi Ali peristiwa tersebut malah menjadi gerbang pembuka bagi perkembangan dakwah Islam di Amerika Serikat.

Ia menceritakan salah satu kisah mualaf yang mempelajari Al-Quran dengan tujuan mencari kata “teror” di dalamnya.  Justru malah menjadikannya seorang mualaf.

Sempitnya Pergaulan Muslim

Melansir dari muhammadiyah.or.id, Amerika adalah negara dengan multikulturalisme yang tinggi. Para pendatang penganut Agama Islam di AS seringkali membawa corak budaya dari negara asalnya.

Menurut Ustadz Muhamad Rofiq Muzakki, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) AS, kebergaman ini menjadikan kehidupan di sana memiliki banyak corak. Termasuk warna yang ada di Agama Islam.

Di sisi lain, hal ini menjadikan sempitnya pergaulan yang hanya dengan komunitas asal mereka. Ha ini juga terjadi pada diaspora Indonesia di Amerika.

Meskipun hal ini menjaga komunikasi dan budaya jati diri, namun akan mempersempit pengaruh komunitas tersebut pada komunitas yang lebih luas.

Ustadz Syamsi Ali juga mengutarakan hal yang sama. Melansir dari voaindonesia.com, terdapat hampir satu juta Muslim, dengan hampir 300 masjid di kota New York. Akan tetapi, banyak dari mereka bermental rumah.

Untuk itu, muslim harus lebih berani untuk berdakwah. Ustadz Syamsi Ali berkata, “Orang yang positif akan melakukan kolaborasi, jadi saya membangun komunikasi dengan masyarakat di sana.”

|| BACA JUGA: Kepala Kemenag Lumajang: Penyuluh Agama Harus Upgrade Diri dan Responsif

Cenderung Berfikir Kritis

Ustadz Hilman Fauzi, penceramah dan pembawa acara keislaman di televisi, menceritakan bahwa salah satu karakteristik orang Amerika adalah berfikir kritis.

Dalam wawancarnya dengan www.voaindonesia.com, Ia sempat tinggal di Amerika sebagai pelajar dan sempat bersafari dakwah di kesempatan lain.

Selama di sana, ia berpendapat bahwa orang Amerika cenderung berfikir kritis. Hal ini sempat membuatnya terkejut.

“Dari situ saya melihat bahwa berangkat pertanyaannya bukan dari apa, tetapi, kenapa? Jadi, sangat fundamental,” sebut Ustadz Hilman Fauzi.

Di sisi lain, menurutnya orang Amerika mudah menerima argumentasi, apabila mereka bisa memahami apa yang kita sampaikan.

Ustadz Syamsi Ali juga menyebutkan bahwa di Amerika, yang banyak masuk Islam belakangan ini adalah orang muda, pintar, profesional, dan hampir 70 persen adalah wanita.

Kesimpulan

Berdakwah di Amerika yang mayoritas penduduknya adalah non-islam memiliki kesulitan sendiri. Beberapa kendalanya adalah islam dianggap sebagai teroris, sempitnya pergaulan muslim dan kecenderungan berpikir kritis.

Untuk menyebarkan agama islam di Amerika perlu menggunakan pendekatan tertentu, salah satunya adalah dengan menjadikan diri sebagai contoh muslim yang berislam sejati.

Ustad Syamsi Ali menyebutkan “Dakwah yang dilakukan dengan menunjukkan keislaman kita, jujur dalam berislam. Seperti ketika didalam masjid bersikap Islam begitupun di luar masjid,” memiliki dampak yang besar.

 

Wallahu A’lam
Oleh Dennis Ramadhan

 

 

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya