Lamongan – Kabar membanggakan datang dari dunia penyuluhan keagamaan Kabupaten Lamongan. Dalam ajang seleksi nasional Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) Angkatan IX Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, dua nama dari Lamongan berhasil menorehkan prestasi gemilang.
Dari ratusan peserta penyuluh dan penghulu se-Indonesia, hanya 50 orang terbaik yang dinyatakan lolos seleksi nasional. Provinsi Jawa Timur sendiri meloloskan lima peserta, dan dua di antaranya berasal dari Lamongan, yaitu:
Dr. Muklis Sanjaya, S.H.I., S.Sos., M.Pd., peraih Juara 1 Nasional Penyuluh Agama Islam Teladan Tahun 2018, yang dikenal luas sebagai penyuluh yang aktif di berbagai isu kerukunan umat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Saiful Hadi, S.H., penyuluh yang dikenal aktif dalam gerakan sosial keagamaan dan pemberdayaan umat di tingkat akar rumput.
Keduanya akan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis SPARK pada 22–26 Juni 2025 di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, bersama para peserta terpilih dari seluruh Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas penyuluh dan penghulu sebagai aktor resolusi konflik, khususnya dalam isu-isu keagamaan dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, kedua penyuluh tersebut diundang secara khusus oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, dalam sebuah acara silaturrahmi hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Kankemenag Lamongan itu, turut hadir para pejabat struktural serta sesama penyuluh agama yang memberikan semangat dan doa restu.
Foto pertemuan tersebut menunjukkan suasana penuh keakraban, kebanggaan, dan dukungan moral dari seluruh jajaran Kementerian Agama Lamongan. Kepala Kantor dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi kolektif bagi seluruh penyuluh agama untuk terus berinovasi, berdedikasi, dan menjadi agen kerukunan di tengah masyarakat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Arsad Hidayat, dalam surat resminya juga menegaskan bahwa SPARK adalah bagian dari penguatan moderasi beragama dan peningkatan kemampuan penyuluh dalam merespons dinamika keagamaan secara konstruktif dan solutif.
Atas pencapaian ini, masyarakat Lamongan dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lamongan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat, bangsa, dan umat.
#SPARK2025 #PenyuluhTeladan #LamonganBerprestasi #BimasIslam #PenyuluhDamai #ResolusiKonflik #KemenagRI