Moderasi beragama tidak selalu lahir dari forum besar atau wacana konseptual. Di Kecamatan Berastagi, nilai itu justru tumbuh dari ruang kerja yang sederhana.
Di bawah kepemimpinan Kepala KUA Kecamatan Berastagi, Fahmi Sahuddin Tarigan. Kantor Urusan Agama Kecamatan Berastagi menjadi ruang perjumpaan lintas peran dan lintas iman. Di tempat inilah staf administrasi, Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Agama Kristen, serta Penyuluh Agama Katolik berjalan beriringan, menjalankan tugas masing-masing dalam satu semangat pengabdian.
Kekompakan yang terbangun bukanlah upaya menyeragamkan perbedaan, melainkan ikhtiar merawat keseimbangan. Setiap penyuluh hadir untuk umatnya, namun tetap terhubung dalam visi besar Kementerian Agama: menghadirkan pelayanan keagamaan yang adil, inklusif, dan menyejukkan.
Dalam praktik keseharian, moderasi beragama di KUA Kecamatan Berastagi tercermin melalui komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, dan kesediaan untuk bekerja sama. Perbedaan latar belakang agama tidak menjadi sekat, tetapi menjadi ruang belajar bersama dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Kepala KUA Kecamatan Berastagi Fahmi Sahuddin Tarigan menanamkan prinsip bahwa pelayanan keagamaan harus berdiri di tengah—tidak ekstrem ke satu arah, tidak pula abai terhadap nilai-nilai keberagaman. Kepemimpinan yang merangkul dan memberi teladan menjadi kunci dalam menjaga suasana kerja yang kondusif dan penuh kepercayaan.
Berbagai program pembinaan umat, pendampingan keagamaan, hingga pelayanan administrasi dijalankan dengan kesadaran yang sama: bahwa kehadiran negara melalui KUA harus dirasakan oleh seluruh umat beragama. Di sinilah moderasi beragama menemukan bentuk nyatanya—bukan sekadar jargon, tetapi praktik pelayanan.
KUA Kecamatan Berastagi menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat dirawat melalui kerja tim yang solid, kolaborasi lintas iman, dan komitmen bersama terhadap nilai kemanusiaan. Dari ruang pelayanan yang sederhana ini, pesan penting disampaikan kepada masyarakat: perbedaan adalah keniscayaan, dan kebersamaan adalah pilihan.
Dengan kekompakan dan semangat moderasi, seluruh jajaran KUA Kecamatan Berastagi siap melanjutkan tugas pengabdian, menjaga harmoni, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.