Bos Goseh Ajak Semua Pihak Menahan Diri, Utamakan Ukhuwah di Tengah Polemik Gus Ipul dan Hamzah Sahal

Picture of Ikhwan Sy

Ikhwan Sy

Penulis

Polemik yang berkembang antara Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, dan pegiat media sosial sekaligus penulis, Hamzah Sahal, mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Di tengah dinamika yang terjadi, Founder Goseh, Ikhwan Syahlani, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam di KUA Berastagi mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan semangat persaudaraan sebagaimana diajarkan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Ikhwan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi maupun demokrasi. Namun, setiap perbedaan hendaknya disikapi dengan kepala dingin dan tetap mengedepankan adab serta etika dalam menyampaikan pendapat.

“NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia telah mengajarkan nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). Nilai-nilai ini penting untuk terus dijaga dalam menyikapi setiap perbedaan yang muncul,” kata Ikhwan Syahlani kepada media, Jumat (19/6/2026).

Masyarakat diharapkan tidak memperkeruh suasana dengan spekulasi maupun narasi yang berpotensi memperlebar jurang perbedaan. “Biarlah proses yang sedang berjalan diselesaikan melalui jalur yang telah disediakan oleh negara dan lembaga yang berwenang.

Kita semua perlu memberikan ruang bagi proses tersebut untuk berjalan secara objektif dan profesional,” ujarnya. Ikhwan mengatakan, kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, lapangan pekerjaan, hingga kebutuhan masyarakat terhadap stabilitas sosial. Karena itu, energi bangsa seharusnya diarahkan untuk membangun optimisme dan kerja sama.

Ikhwan Syahlani, SHI”Kami yang berada di ujung Sumatera pun ikut merasakan energi negatif ketika muncul ketegangan yang berkepanjangan di ruang publik.

Padahal masyarakat saat ini membutuhkan banyak kabar baik, membutuhkan teladan persatuan, dan membutuhkan tokoh-tokoh yang mampu menjadi perekat bangsa,” katanya.

Sebagai pelaku usaha digital lokal yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat, Ikhwan mengaku memahami pentingnya menjaga suasana yang kondusif. Menurutnya, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan menghindari polarisasi yang tidak produktif.

“Semua pihak harus tetap profesional menjalankan tugas dan pengabdiannya masing-masing. Para ulama, tokoh masyarakat, pejabat negara, insan pers, aktivis media sosial, hingga pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan masyarakat,” ujarnya.

Ikhwan juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh sampai menghilangkan rasa hormat antar sesama. Dalam tradisi NU, musyawarah dan tabayun selalu menjadi jalan utama untuk menyelesaikan persoalan.

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan ukhuwah. Jangan sampai perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan yang merugikan umat dan bangsa,” katanya.

Ikhwan Syahlani merupakan Founder Goseh, sebuah platform transportasi dan layanan digital lokal yang beroperasi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Melalui Goseh, ia bersama ratusan mitra pengemudi berupaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi Goseh saat ini tersedia untuk perangkat Android melalui Google Play Store Goseh dan perangkat iOS melalui App Store Goseh.

Menutup pernyataannya, Ikhwan berharap seluruh pihak dapat kembali fokus pada agenda-agenda besar kemasyarakatan yang lebih bermanfaat bagi umat.

“Indonesia membutuhkan energi positif. Mari kita rawat persatuan, memperkuat silaturahim, dan bersama-sama membangun bangsa dengan semangat saling menghormati serta saling menguatkan,” pungkasnya.

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya