Karo – Kunjungan silaturahmi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Batu Bara ke Kementerian Agama Kabupaten Karo ditutup dengan kegiatan yang sarat makna kemanusiaan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, rombongan melanjutkan kunjungan ke UPTD Pelayanan Sosial Wanita Tuna Susila dan Tuna Laras (Parawasa) Berastagi, Kabupaten Karo.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi oleh para penyuluh agama Islam Kabupaten Karo untuk memberikan penyuluhan keagamaan dan penguatan mental spiritual kepada para warga binaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh empati, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Parawasa Berastagi merupakan unit pelayanan sosial yang memberikan rehabilitasi kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), di antaranya perempuan yang membutuhkan rehabilitasi sosial setelah terjaring dalam penegakan ketertiban umum atau dirujuk oleh instansi terkait, serta penyandang tuna laras yang mengalami gangguan emosi dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosial.
Selama menjalani masa pembinaan, para penerima manfaat memperoleh layanan yang komprehensif, mulai dari bimbingan fisik, mental spiritual, pelayanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan seperti menjahit, tata rias, pertanian, dan berbagai keterampilan produktif lainnya. Seluruh proses tersebut bertujuan membekali mereka agar mampu kembali menjalani kehidupan yang mandiri, produktif, dan diterima di tengah masyarakat.

Bagi para penyuluh agama, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa dakwah tidak hanya berlangsung di masjid, majelis taklim, atau ruang-ruang pendidikan, tetapi juga harus hadir di tempat-tempat yang menjadi ruang pemulihan bagi mereka yang sedang berjuang memperbaiki kehidupannya. Kehadiran penyuluh di tengah para warga binaan diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, menumbuhkan harapan, serta menguatkan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tugas penyuluh agama tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menghadirkan nilai kasih sayang, pendampingan, dan kepedulian sosial kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang mereka.
Usai melaksanakan penyuluhan dan berdialog bersama para warga binaan, rombongan IPARI Kabupaten Batu Bara berpamitan dengan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Karo. Kunjungan yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan perjalanan kembali menuju Kota Medan sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Kabupaten Batu Bara.
Silaturahmi yang terjalin selama kunjungan di Kabupaten Karo diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarsesama penyuluh agama, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk terus menghadirkan dakwah yang humanis, inklusif, dan menyentuh mereka yang paling membutuhkan pendampingan.