<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suntara</title>
	<atom:link href="https://suntara.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suntara.or.id/</link>
	<description>Media kolaborasi Penyuluh Se-Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2026 05:54:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2025/06/cropped-ikon-logo-suntara-32x32.png</url>
	<title>Suntara</title>
	<link>https://suntara.or.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Silaturahmi Menuju Kepedulian : IPARI Kabupaten Batu Bara Akhiri Kunjungan di Parawasa Berastagi</title>
		<link>https://suntara.or.id/dari-silaturahmi-menuju-kepedulian-ipari-kabupaten-batu-bara-akhiri-kunjungan-di-parawasa-berastagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 05:54:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2271</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karo – Kunjungan silaturahmi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Batu Bara ke Kementerian Agama Kabupaten Karo ditutup dengan kegiatan yang sarat makna kemanusiaan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, rombongan melanjutkan kunjungan ke UPTD Pelayanan Sosial Wanita Tuna Susila dan Tuna Laras (Parawasa) Berastagi, Kabupaten Karo. Dalam kunjungan tersebut, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dari-silaturahmi-menuju-kepedulian-ipari-kabupaten-batu-bara-akhiri-kunjungan-di-parawasa-berastagi/">Dari Silaturahmi Menuju Kepedulian : IPARI Kabupaten Batu Bara Akhiri Kunjungan di Parawasa Berastagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Karo</strong> – Kunjungan silaturahmi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Batu Bara ke Kementerian Agama Kabupaten Karo ditutup dengan kegiatan yang sarat makna kemanusiaan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, rombongan melanjutkan kunjungan ke UPTD Pelayanan Sosial Wanita Tuna Susila dan Tuna Laras (Parawasa) Berastagi, Kabupaten Karo.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi oleh para penyuluh agama Islam Kabupaten Karo untuk memberikan penyuluhan keagamaan dan penguatan mental spiritual kepada para warga binaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh empati, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>Parawasa Berastagi merupakan unit pelayanan sosial yang memberikan rehabilitasi kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), di antaranya perempuan yang membutuhkan rehabilitasi sosial setelah terjaring dalam penegakan ketertiban umum atau dirujuk oleh instansi terkait, serta penyandang tuna laras yang mengalami gangguan emosi dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosial.</p>
<p>Selama menjalani masa pembinaan, para penerima manfaat memperoleh layanan yang komprehensif, mulai dari bimbingan fisik, mental spiritual, pelayanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan seperti menjahit, tata rias, pertanian, dan berbagai keterampilan produktif lainnya. Seluruh proses tersebut bertujuan membekali mereka agar mampu kembali menjalani kehidupan yang mandiri, produktif, dan diterima di tengah masyarakat.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-2273" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/08/426928-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/08/426928-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/08/426928-768x431.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/08/426928.jpg 899w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Bagi para penyuluh agama, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa dakwah tidak hanya berlangsung di masjid, majelis taklim, atau ruang-ruang pendidikan, tetapi juga harus hadir di tempat-tempat yang menjadi ruang pemulihan bagi mereka yang sedang berjuang memperbaiki kehidupannya. Kehadiran penyuluh di tengah para warga binaan diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, menumbuhkan harapan, serta menguatkan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.</p>
<p>Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tugas penyuluh agama tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menghadirkan nilai kasih sayang, pendampingan, dan kepedulian sosial kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang mereka.</p>
<p>Usai melaksanakan penyuluhan dan berdialog bersama para warga binaan, rombongan IPARI Kabupaten Batu Bara berpamitan dengan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Karo. Kunjungan yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan perjalanan kembali menuju Kota Medan sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Kabupaten Batu Bara.</p>
<p>Silaturahmi yang terjalin selama kunjungan di Kabupaten Karo diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarsesama penyuluh agama, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk terus menghadirkan dakwah yang humanis, inklusif, dan menyentuh mereka yang paling membutuhkan pendampingan.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/dari-silaturahmi-menuju-kepedulian-ipari-kabupaten-batu-bara-akhiri-kunjungan-di-parawasa-berastagi/">Dari Silaturahmi Menuju Kepedulian : IPARI Kabupaten Batu Bara Akhiri Kunjungan di Parawasa Berastagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan IPARI Kabupaten Batu Bara ke Kemenag Karo Pererat Sinergi dan Kolaborasi Penyuluh Agama</title>
		<link>https://suntara.or.id/kunjungan-ipari-kabupaten-batu-bara-ke-kemenag-karo-pererat-sinergi-dan-kolaborasi-penyuluh-agama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 09:03:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karo (05/08) Semangat memperkuat silaturahmi dan berbagi pengalaman mewarnai kunjungan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Batu Bara ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarsesama penyuluh agama sekaligus membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan penyambutan rombongan tamu. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kunjungan-ipari-kabupaten-batu-bara-ke-kemenag-karo-pererat-sinergi-dan-kolaborasi-penyuluh-agama/">Kunjungan IPARI Kabupaten Batu Bara ke Kemenag Karo Pererat Sinergi dan Kolaborasi Penyuluh Agama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karo (05/08) Semangat memperkuat silaturahmi dan berbagi pengalaman mewarnai kunjungan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Batu Bara ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarsesama penyuluh agama sekaligus membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan penyambutan rombongan tamu. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur&#8217;an yang menghadirkan suasana khidmat sebelum memasuki sesi sambutan.</p>
<p>Ketua Pokjaluh Kabupaten Karo, Ikhwan Syahlani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan IPARI Kabupaten Batu Bara. Menurutnya, pertemuan seperti ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mempererat persaudaraan sekaligus saling belajar mengenai berbagai pengalaman dan inovasi dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhan.</p>
<p>&#8220;Kami percaya bahwa setiap daerah memiliki keunggulan dan pengalaman yang dapat menjadi inspirasi. Karena itu, kunjungan ini diharapkan menjadi ruang untuk saling menguatkan dan bersama-sama meningkatkan profesionalisme penyuluh agama,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Batu Bara, Alpian, S.Sos.I., M.H.I., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Karo. Ia berharap silaturahmi ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antarpenyuluh agama di kedua kabupaten.</p>
<p>Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo atau yang mewakili. Dalam arahannya disampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai mitra Kementerian Agama dalam membina umat, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.</p>
<p>Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun jejaring yang semakin kuat antarsesama penyuluh agama sehingga lahir berbagai inovasi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjalin sinergi dalam menjalankan tugas pengabdian sebagai penyuluh agama.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kunjungan-ipari-kabupaten-batu-bara-ke-kemenag-karo-pererat-sinergi-dan-kolaborasi-penyuluh-agama/">Kunjungan IPARI Kabupaten Batu Bara ke Kemenag Karo Pererat Sinergi dan Kolaborasi Penyuluh Agama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Piala Dunia dan Refleksi Penyuluhan Agama: Juara Bukan karena Sekali Bertanding</title>
		<link>https://suntara.or.id/piala-dunia-dan-refleksi-penyuluhan-agama-juara-bukan-karena-sekali-bertanding/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 07:51:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2264</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap empat tahun sekali dunia menyaksikan Piala Dunia. Miliaran orang terpukau melihat tim-tim terbaik berlaga hingga akhirnya hanya satu yang berdiri sebagai juara. Namun, sedikit yang menyadari bahwa kemenangan itu bukan ditentukan oleh satu pertandingan final. Gelar juara lahir dari proses panjang yang dipenuhi latihan tanpa henti, evaluasi, kedisiplinan, kerja sama, dan pembiasaan yang dilakukan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/piala-dunia-dan-refleksi-penyuluhan-agama-juara-bukan-karena-sekali-bertanding/">Piala Dunia dan Refleksi Penyuluhan Agama: Juara Bukan karena Sekali Bertanding</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap empat tahun sekali dunia menyaksikan Piala Dunia. Miliaran orang terpukau melihat tim-tim terbaik berlaga hingga akhirnya hanya satu yang berdiri sebagai juara. Namun, sedikit yang menyadari bahwa kemenangan itu bukan ditentukan oleh satu pertandingan final. Gelar juara lahir dari proses panjang yang dipenuhi latihan tanpa henti, evaluasi, kedisiplinan, kerja sama, dan pembiasaan yang dilakukan selama bertahun-tahun.</p>
<p>Di sinilah letak refleksi besar bagi seorang penyuluh agama.</p>
<p>Meningkatkan kualitas umat tidak akan pernah berhasil hanya dengan satu kali penyuluhan, satu kali ceramah, atau satu kali pengajian. Sebagaimana seorang pesepak bola tidak menjadi juara hanya karena bermain sekali, masyarakat pun tidak akan berubah hanya karena mendengar nasihat sesaat.</p>
<p>Perubahan membutuhkan proses. Kebaikan harus diulang, dilatih, dipraktikkan, lalu dibiasakan hingga menjadi karakter. Tugas penyuluh agama bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan mendampingi umat agar nilai-nilai agama tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Seorang pelatih sepak bola mengulang latihan yang sama berkali-kali hingga gerakan para pemain menjadi otomatis ketika bertanding. Demikian pula penyuluh agama. Pesan tentang kejujuran, salat berjamaah, kepedulian sosial, toleransi, menjaga keluarga, hingga akhlak mulia harus terus disampaikan, dicontohkan, dan didampingi secara berulang. Dari pengulangan itulah lahir perubahan yang nyata.</p>
<p>Allah Swt. berfirman:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.&#8221; (QS. Ar-Ra&#8217;d: 11).</p>
<p>Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan adalah sebuah proses, bukan peristiwa sesaat. Penyuluhan agama sejatinya adalah proses membangun peradaban, bukan sekadar menyampaikan ceramah.</p>
<p>Karena itu, keberhasilan penyuluh agama tidak semestinya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar perubahan yang terjadi pada umat yang didampinginya. Apakah masyarakat menjadi lebih rajin beribadah? Apakah keluarga menjadi lebih harmonis? Apakah generasi muda semakin berakhlak? Apakah kepedulian sosial semakin tumbuh? Itulah kemenangan yang sesungguhnya.</p>
<p>Piala Dunia mengajarkan bahwa juara adalah mereka yang mampu menjaga konsistensi dari awal hingga akhir. Penyuluh agama pun dituntut memiliki semangat yang sama: tidak lelah membimbing, tidak bosan mengingatkan, dan tidak berhenti mendampingi umat.</p>
<p>Sebab pada akhirnya, juara bukanlah mereka yang paling banyak berbicara, tetapi mereka yang mampu menghadirkan dampak terbesar bagi orang lain.</p>
<p>Seorang penyuluh agama adalah juara ketika kehadirannya mampu mengubah kebiasaan umat menjadi lebih baik, menguatkan iman mereka, memperbaiki akhlak mereka, dan meninggalkan jejak kebaikan yang terus hidup bahkan setelah dirinya pergi. Itulah kemenangan yang sesungguhnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/piala-dunia-dan-refleksi-penyuluhan-agama-juara-bukan-karena-sekali-bertanding/">Piala Dunia dan Refleksi Penyuluhan Agama: Juara Bukan karena Sekali Bertanding</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Menikah Sebelum Memahami 7 Bekal Penting Ini</title>
		<link>https://suntara.or.id/jangan-menikah-sebelum-memahami-7-bekal-penting-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2261</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernikahan bukan sekadar akad yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan ikatan suci (mitsaqan ghalizha) yang membawa tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap calon pengantin perlu memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi agama, mental, emosional, kesehatan, maupun ekonomi. Melalui Bimbingan Perkawinan, Kementerian Agama bertujuan membekali calon pengantin [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/jangan-menikah-sebelum-memahami-7-bekal-penting-ini/">Jangan Menikah Sebelum Memahami 7 Bekal Penting Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan bukan sekadar akad yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan ikatan suci (mitsaqan ghalizha) yang membawa tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap calon pengantin perlu memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi agama, mental, emosional, kesehatan, maupun ekonomi.</p>
<p>Melalui Bimbingan Perkawinan, Kementerian Agama bertujuan membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.</p>
<p><strong>1. Meluruskan Niat Menikah</strong></p>
<p>Menikah merupakan ibadah dan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Tujuan utama pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, melahirkan generasi saleh, serta saling membantu dalam kebaikan.</p>
<p><strong>2. Memahami Hak dan Kewajiban Suami Istri</strong></p>
<p>Rumah tangga yang harmonis dibangun atas dasar saling menghormati dan saling memenuhi hak serta kewajiban. Suami berkewajiban memimpin keluarga, memberikan nafkah lahir dan batin, serta melindungi istri dan anak-anaknya. Istri berkewajiban menjaga kehormatan keluarga, mendukung suami dalam kebaikan, serta bersama-sama mendidik anak.</p>
<p>Keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga komunikasi, saling menghargai, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.</p>
<p><strong>3. Membangun Komunikasi yang Baik</strong></p>
<p>Banyak perceraian terjadi bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena buruknya komunikasi. Oleh sebab itu, pasangan perlu belajar mendengarkan, menyampaikan pendapat dengan santun, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.</p>
<p>Komunikasi yang sehat akan memperkuat kepercayaan dan mempererat hubungan suami istri.</p>
<p><strong>4. Mengelola Keuangan Keluarga</strong></p>
<p>Calon pengantin perlu memahami pentingnya perencanaan ekonomi keluarga. Penghasilan harus dikelola secara bijaksana dengan mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan.</p>
<p>Perencanaan keuangan meliputi:</p>
<ul>
<li>Menyusun anggaran bulanan.</li>
<li>Menabung untuk kebutuhan masa depan.</li>
<li>Menghindari utang yang tidak produktif.</li>
<li>Bersikap jujur dan terbuka mengenai kondisi keuangan.</li>
</ul>
<p><strong>5. Menjaga Kesehatan Reproduksi</strong></p>
<p>Suami dan istri harus memahami pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat.</p>
<p>Hal-hal yang perlu dipahami antara lain:</p>
<ul>
<li>Menjaga kesehatan sebelum menikah.</li>
<li>Pentingnya pemeriksaan kesehatan.</li>
<li>Perencanaan kehamilan.</li>
<li>Pencegahan penyakit menular.</li>
<li>Menjaga kesehatan ibu dan anak.</li>
</ul>
<p><strong>6. Menyiapkan Generasi Berkualitas</strong></p>
<p>Anak merupakan amanah Allah SWT. Orang tua memiliki tanggung jawab mendidik anak dengan kasih sayang, memberikan pendidikan agama, akhlak, serta memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya.</p>
<p>Pendidikan anak dimulai sejak dalam kandungan dan menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.</p>
<p><strong>7. Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga</strong></p>
<p>Islam mengajarkan kasih sayang dalam keluarga. Segala bentuk kekerasan fisik, verbal, psikis, seksual maupun penelantaran tidak dibenarkan.</p>
<p>Apabila terjadi persoalan dalam rumah tangga, penyelesaiannya harus ditempuh melalui dialog, musyawarah, konsultasi kepada keluarga, tokoh agama, atau lembaga yang berwenang.</p>
<p><strong>8. Menjaga Ketahanan Keluarga</strong></p>
<p>Ketahanan keluarga dibangun melalui:</p>
<ul>
<li>Ibadah yang konsisten.</li>
<li>Saling menghormati.</li>
<li>Kejujuran.</li>
<li>Kesetiaan.</li>
<li>Kerja sama dalam mengasuh anak.</li>
<li>Kemampuan menghadapi masalah bersama.</li>
</ul>
<p>Rumah tangga tidak akan selalu berjalan mulus. Oleh karena itu, pasangan harus memiliki komitmen untuk mempertahankan pernikahan dan terus memperbaiki diri.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/jangan-menikah-sebelum-memahami-7-bekal-penting-ini/">Jangan Menikah Sebelum Memahami 7 Bekal Penting Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Rider Goseh Terima Beasiswa Parsial Berupa Perlengkapan Sekolah</title>
		<link>https://suntara.or.id/anak-rider-goseh-terima-beasiswa-parsial-berupa-perlengkapan-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 05:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2258</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabanjahe (08/07) Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga mitra pengemudi, Goseh kembali menghadirkan program berupa pemberian beasiswa parsial berupa paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak Rider Goseh. Program ini merupakan wujud apresiasi Goseh kepada para rider yang setiap hari bekerja melayani masyarakat dengan penuh dedikasi. Melalui bantuan perlengkapan sekolah, Goseh berharap dapat meringankan kebutuhan pendidikan keluarga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/anak-rider-goseh-terima-beasiswa-parsial-berupa-perlengkapan-sekolah/">Anak Rider Goseh Terima Beasiswa Parsial Berupa Perlengkapan Sekolah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabanjahe (08/07) Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga mitra pengemudi, Goseh kembali menghadirkan program berupa pemberian beasiswa parsial berupa paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak Rider Goseh.</p>
<p>Program ini merupakan wujud apresiasi Goseh kepada para rider yang setiap hari bekerja melayani masyarakat dengan penuh dedikasi. Melalui bantuan perlengkapan sekolah, Goseh berharap dapat meringankan kebutuhan pendidikan keluarga rider sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.</p>
<p>CEO Goseh, Ikhwan Syahlani menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan. Karena itu, Goseh tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan transportasi dan pengantaran, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Goseh.</p>
<p>&#8220;Rider adalah bagian dari keluarga besar Goseh. Ketika anak-anak mereka mendapatkan dukungan untuk bersekolah, kami percaya semangat para rider dalam bekerja juga akan semakin meningkat. Semoga bantuan sederhana ini menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berprestasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Beasiswa parsial ini diwujudkan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah yang berisi sepatu dan tas sekolah. Program ini diprioritaskan bagi rider aktif yang memiliki anak usia sekolah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Goseh.</p>
<p>Melalui program ini, Goseh ingin menegaskan komitmennya sebagai aplikasi lokal yang tidak hanya menghadirkan layanan transportasi dan pengantaran, tetapi juga membangun kepedulian dan kebersamaan terhadap para mitra dan keluarganya.</p>
<p>Ke depan, Goseh berharap semakin banyak program pemberdayaan yang dapat dirasakan langsung oleh para rider, sehingga semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam komunitas Goseh terus tumbuh demi menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/anak-rider-goseh-terima-beasiswa-parsial-berupa-perlengkapan-sekolah/">Anak Rider Goseh Terima Beasiswa Parsial Berupa Perlengkapan Sekolah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Friendly Fun Match Kemenag FC Vs Goseh FC, Perkuat Silaturahmi Lewat Olahraga</title>
		<link>https://suntara.or.id/friendly-fun-match-kemenag-fc-vs-goseh-fc-perkuat-silaturahmi-lewat-olahraga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 17:05:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabanjahe – Semangat kebersamaan dan persaudaraan akan mewarnai pertandingan persahabatan antara Kemenag FC dan Goseh FC yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 17.00 WIB, di Lapangan 𝗚𝗮𝗿𝘂𝗱𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗶 𝗦𝗼𝗰𝗰𝗲𝗿 𝗞𝗮𝗯𝗮𝗻𝗷𝗮𝗵𝗲. Laga bertajuk Friendly Fun Match ini digelar sebagai ajang mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara keluarga besar Kementerian Agama dengan komunitas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/friendly-fun-match-kemenag-fc-vs-goseh-fc-perkuat-silaturahmi-lewat-olahraga/">Friendly Fun Match Kemenag FC Vs Goseh FC, Perkuat Silaturahmi Lewat Olahraga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabanjahe</strong> – Semangat kebersamaan dan persaudaraan akan mewarnai pertandingan persahabatan antara <strong>Kemenag FC</strong> dan <strong>Goseh FC</strong> yang dijadwalkan berlangsung pada <strong>Rabu, 8 Juli 2026</strong>, pukul <strong>17.00 WIB</strong>, di <strong>Lapangan 𝗚𝗮𝗿𝘂𝗱𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗶 𝗦𝗼𝗰𝗰𝗲𝗿 𝗞𝗮𝗯𝗮𝗻𝗷𝗮𝗵𝗲.</strong></p>
<p>Laga bertajuk <em>Friendly Fun Match</em> ini digelar sebagai ajang mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara keluarga besar Kementerian Agama dengan komunitas Aplikasi Goseh. Meski berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kedua tim dipastikan tetap menampilkan permainan terbaik dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play.</p>
<p>Pertandingan ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu berbagai elemen masyarakat. Di atas lapangan hijau, perbedaan profesi dan latar belakang akan melebur menjadi semangat kebersamaan, saling menghormati, dan mempererat tali persaudaraan.</p>
<p>Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertandingan yang menarik untuk disaksikan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara Kementerian Agama dan Goseh sebagai aplikasi karya anak daerah yang terus berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Masyarakat, keluarga besar Kementerian Agama, komunitas Goseh, serta pecinta sepak bola di Tanah Karo diundang untuk hadir dan memberikan dukungan kepada kedua tim. Kehadiran para suporter diharapkan dapat menambah semarak suasana pertandingan sekaligus menjadi penyemangat bagi para pemain.</p>
<p>Dengan mengedepankan semangat persaudaraan, pertandingan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi-kolaborasi positif lainnya antara Kementerian Agama dan Goseh, sehingga kebersamaan yang terjalin di lapangan dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/friendly-fun-match-kemenag-fc-vs-goseh-fc-perkuat-silaturahmi-lewat-olahraga/">Friendly Fun Match Kemenag FC Vs Goseh FC, Perkuat Silaturahmi Lewat Olahraga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Goseh Berbagi Untuk Bilal Mayit, Wujud Kepedulian Kepada Sesama Pelayan Masyarakat</title>
		<link>https://suntara.or.id/goseh-berbagi-untuk-bilal-mayit-wujud-kepedulian-kepada-sesama-pelayan-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 08:29:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabanjahe (05/06) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Goseh kembali menyalurkan bantuan sosial kepada para bilal mayit di Kabanjahe. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Goseh untuk terus hadir dan memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan transportasi dan pengantaran, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-berbagi-untuk-bilal-mayit-wujud-kepedulian-kepada-sesama-pelayan-masyarakat/">Goseh Berbagi Untuk Bilal Mayit, Wujud Kepedulian Kepada Sesama Pelayan Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabanjahe (05/06) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Goseh kembali menyalurkan bantuan sosial kepada para bilal mayit di Kabanjahe. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Goseh untuk terus hadir dan memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan transportasi dan pengantaran, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para bilal mayit yang selama ini menjalankan tugas mulia dalam membantu proses pengurusan jenazah dan pelayanan kepada keluarga yang sedang berduka. Peran mereka menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan patut mendapatkan perhatian serta dukungan.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-2253" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704-300x169.jpg 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704-768x432.jpg 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/07/Logopit_1783240029704.jpg 800w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Founder Goseh, Ikhwan Syahlani, S.H.I., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian Goseh kepada para pelayan masyarakat yang bekerja dengan penuh keikhlasan.</p>
<p>&#8220;Bilal mayit memiliki tugas yang sangat mulia. Mereka hadir membantu masyarakat di saat-saat penuh duka tanpa mengenal waktu. Melalui bantuan sosial ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas pengabdian mereka. Semoga apa yang diberikan dapat menjadi penyemangat dan membawa manfaat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, sebagai aplikasi lokal yang tumbuh bersama masyarakat Kabupaten Karo, Goseh memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi positif melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat. Sebelumnya, Goseh juga telah melaksanakan sejumlah program sosial, seperti kegiatan Goseh Bersih Masjid, bantuan kemanusiaan, serta berbagai aksi gotong royong di tengah masyarakat.</p>
<p>Melalui kegiatan bantuan sosial kepada bilal mayit ini, Goseh berharap dapat mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat kepedulian, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama berbagi kepada sesama.</p>
<p>Dengan mengusung semangat &#8220;Melayani, Peduli, dan Bertumbuh Bersama Masyarakat&#8221;, Goseh terus berkomitmen menjadi aplikasi lokal yang tidak hanya memberikan kemudahan layanan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai program sosial di Kabupaten Karo.</p>
<p>Menanggapi bantuan tersebut, Bapak Suman Napitupulu, salah seorang bilal mayit penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Goseh atas kepedulian yang diberikan. Menurutnya, perhatian seperti ini menjadi penyemangat bagi para bilal mayit yang selama ini menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan di tengah masyarakat. Ia berharap Goseh semakin maju, usahanya terus berkembang, serta senantiasa diberikan keberkahan sehingga dapat terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-berbagi-untuk-bilal-mayit-wujud-kepedulian-kepada-sesama-pelayan-masyarakat/">Goseh Berbagi Untuk Bilal Mayit, Wujud Kepedulian Kepada Sesama Pelayan Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Goseh Bersih Masjid, Komitmen Aplikasi Lokal Memberi Dampak Positif Bagi Masyarakat</title>
		<link>https://suntara.or.id/goseh-bersih-masjid-komitmen-aplikasi-lokal-memberi-dampak-positif-bagi-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 08:51:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2248</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berastagi – Aplikasi Goseh kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan sosial bertajuk &#8220;Goseh Bersih Masjid&#8221; yang kali ini dilaksanakan di Masjid Raya 1928 Berastagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Goseh untuk tidak hanya hadir sebagai layanan transportasi dan pengantaran berbasis digital, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-bersih-masjid-komitmen-aplikasi-lokal-memberi-dampak-positif-bagi-masyarakat/">Goseh Bersih Masjid, Komitmen Aplikasi Lokal Memberi Dampak Positif Bagi Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berastagi – Aplikasi Goseh kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan sosial bertajuk &#8220;Goseh Bersih Masjid&#8221; yang kali ini dilaksanakan di Masjid Raya 1928 Berastagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Goseh untuk tidak hanya hadir sebagai layanan transportasi dan pengantaran berbasis digital, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, tim Goseh bersama para rider bergotong royong membersihkan area dalam dan luar masjid. Mulai dari menyapu, mengepel lantai, membersihkan tempat wudu, hingga merapikan halaman masjid agar menjadi lebih bersih, nyaman, dan siap digunakan oleh para jamaah untuk beribadah.</p>
<p>Program Goseh Bersih Masjid merupakan salah satu bentuk kontribusi sosial yang secara rutin dilakukan oleh Goseh. Sebelumnya, Goseh juga telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di Kabupaten Karo. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Goseh ingin menanamkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan dengan masyarakat.</p>
<p>Founder Goseh, Ikhwan Syahlani, S.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan bersih masjid memiliki makna yang sangat penting bagi perusahaan.</p>
<p>&#8220;Kami ingin menunjukkan bahwa Goseh bukan hanya sekadar aplikasi layanan transportasi dan pengantaran. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat yang selalu hadir membawa manfaat. Melalui kegiatan Goseh Bersih Masjid ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan bahwa keberadaan Goseh memberikan dampak yang baik, tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, Goseh akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan Goseh Bersih Masjid, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat semangat gotong royong, dan meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas umum maupun rumah ibadah.</p>
<p>Melalui semangat melayani, berbagi, dan peduli, Goseh terus berkomitmen menjadi aplikasi lokal yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik di Kabupaten Karo.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/goseh-bersih-masjid-komitmen-aplikasi-lokal-memberi-dampak-positif-bagi-masyarakat/">Goseh Bersih Masjid, Komitmen Aplikasi Lokal Memberi Dampak Positif Bagi Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala Kantor Kemenag Kab. Karo Paparkan Empat Pilar Moderasi Beragama kepada Tokoh Agama</title>
		<link>https://suntara.or.id/kepala-kantor-kemenag-kab-karo-paparkan-empat-pilar-moderasi-beragama-kepada-tokoh-agama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 04:53:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru Hari Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2245</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simpang Empat, 2 Juli 2026 – FKUB menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama kepada para tokoh agama di Aula Kecamatan Simpang Empat pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Simpang Empat ini bertujuan untuk memperkuat semangat kerukunan, persatuan, dan kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Pada kesempatan tersebut, Bapak Drs. H. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kepala-kantor-kemenag-kab-karo-paparkan-empat-pilar-moderasi-beragama-kepada-tokoh-agama/">Kepala Kantor Kemenag Kab. Karo Paparkan Empat Pilar Moderasi Beragama kepada Tokoh Agama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Simpang Empat, 2 Juli 2026 – FKUB menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama kepada para tokoh agama di Aula Kecamatan Simpang Empat pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Simpang Empat ini bertujuan untuk memperkuat semangat kerukunan, persatuan, dan kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Bapak Drs. H. Saparuddin,MA selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo menyampaikan materi mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai serta saling menghargai.</p>
<p>Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa moderasi beragama memiliki empat indikator utama yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama.</p>
<p>Pertama, Komitmen Kebangsaan. Menurut beliau, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berpegang teguh pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai keagamaan harus berjalan selaras dengan semangat kebangsaan demi menciptakan kehidupan yang aman dan damai.</p>
<p>Kedua, Toleransi. Beliau menegaskan bahwa toleransi merupakan sikap saling menghormati, menghargai, dan memberikan ruang kepada setiap pemeluk agama untuk menjalankan keyakinannya tanpa adanya diskriminasi. Dengan toleransi, perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.</p>
<p>Ketiga, Anti Kekerasan. Dalam kehidupan beragama, segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, tidak dapat dibenarkan. Penyelesaian setiap persoalan hendaknya dilakukan melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta kedamaian.</p>
<p>Keempat, Akomodatif terhadap Kebudayaan Lokal. Beliau juga menjelaskan bahwa agama dan budaya dapat berjalan berdampingan selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perlu dihargai sebagai kekayaan bangsa yang mampu memperkuat persatuan dan mempererat hubungan antarwarga.</p>
<p>Di akhir penyampaiannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo mengajak seluruh tokoh agama untuk menjadi teladan dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Dengan mengedepankan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan sikap yang akomodatif terhadap budaya lokal, diharapkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Karo dapat terus terjaga dan menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang damai, rukun, serta harmonis.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/kepala-kantor-kemenag-kab-karo-paparkan-empat-pilar-moderasi-beragama-kepada-tokoh-agama/">Kepala Kantor Kemenag Kab. Karo Paparkan Empat Pilar Moderasi Beragama kepada Tokoh Agama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bos Goseh Ajak Semua Pihak Menahan Diri, Utamakan Ukhuwah di Tengah Polemik Gus Ipul dan Hamzah Sahal</title>
		<link>https://suntara.or.id/bos-goseh-ajak-semua-pihak-menahan-diri-utamakan-ukhuwah-di-tengah-polemik-gus-ipul-dan-hamzah-sahal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikhwan Sy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 00:07:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan Penyuluh]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suntara.or.id/?p=2240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polemik yang berkembang antara Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, dan pegiat media sosial sekaligus penulis, Hamzah Sahal, mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Di tengah dinamika yang terjadi, Founder Goseh, Ikhwan Syahlani, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam di KUA Berastagi mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan semangat persaudaraan sebagaimana diajarkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/bos-goseh-ajak-semua-pihak-menahan-diri-utamakan-ukhuwah-di-tengah-polemik-gus-ipul-dan-hamzah-sahal/">Bos Goseh Ajak Semua Pihak Menahan Diri, Utamakan Ukhuwah di Tengah Polemik Gus Ipul dan Hamzah Sahal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Polemik yang berkembang antara Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, dan pegiat media sosial sekaligus penulis, Hamzah Sahal, mendapat perhatian dari berbagai kalangan.</p>
<p>Di tengah dinamika yang terjadi, Founder Goseh, Ikhwan Syahlani, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam di KUA Berastagi mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan semangat persaudaraan sebagaimana diajarkan Nahdlatul Ulama (NU).</p>
<p>Menurut Ikhwan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi maupun demokrasi. Namun, setiap perbedaan hendaknya disikapi dengan kepala dingin dan tetap mengedepankan adab serta etika dalam menyampaikan pendapat.</p>
<p>&#8220;NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia telah mengajarkan nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i&#8217;tidal (adil). Nilai-nilai ini penting untuk terus dijaga dalam menyikapi setiap perbedaan yang muncul,&#8221; kata Ikhwan Syahlani kepada media, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Masyarakat diharapkan tidak memperkeruh suasana dengan spekulasi maupun narasi yang berpotensi memperlebar jurang perbedaan. &#8220;Biarlah proses yang sedang berjalan diselesaikan melalui jalur yang telah disediakan oleh negara dan lembaga yang berwenang.</p>
<p>Kita semua perlu memberikan ruang bagi proses tersebut untuk berjalan secara objektif dan profesional,&#8221; ujarnya. Ikhwan mengatakan, kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, lapangan pekerjaan, hingga kebutuhan masyarakat terhadap stabilitas sosial. Karena itu, energi bangsa seharusnya diarahkan untuk membangun optimisme dan kerja sama.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-2242 size-medium" src="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/06/xc-300x165.png" alt="" width="300" height="165" srcset="https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/06/xc-300x165.png 300w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/06/xc-768x422.png 768w, https://suntara.or.id/wp-content/uploads/2026/06/xc.png 900w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Ikhwan Syahlani, SHI&#8221;Kami yang berada di ujung Sumatera pun ikut merasakan energi negatif ketika muncul ketegangan yang berkepanjangan di ruang publik.</p>
<p>Padahal masyarakat saat ini membutuhkan banyak kabar baik, membutuhkan teladan persatuan, dan membutuhkan tokoh-tokoh yang mampu menjadi perekat bangsa,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai pelaku usaha digital lokal yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat, Ikhwan mengaku memahami pentingnya menjaga suasana yang kondusif. Menurutnya, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan menghindari polarisasi yang tidak produktif.</p>
<p>&#8220;Semua pihak harus tetap profesional menjalankan tugas dan pengabdiannya masing-masing. Para ulama, tokoh masyarakat, pejabat negara, insan pers, aktivis media sosial, hingga pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ikhwan juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh sampai menghilangkan rasa hormat antar sesama. Dalam tradisi NU, musyawarah dan tabayun selalu menjadi jalan utama untuk menyelesaikan persoalan.</p>
<p>&#8220;Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan ukhuwah. Jangan sampai perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan yang merugikan umat dan bangsa,&#8221; katanya.</p>
<p>Ikhwan Syahlani merupakan Founder Goseh, sebuah platform transportasi dan layanan digital lokal yang beroperasi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.</p>
<p>Melalui Goseh, ia bersama ratusan mitra pengemudi berupaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Aplikasi Goseh saat ini tersedia untuk perangkat Android melalui <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.myGoseh.Goseh&amp;hl=id&amp;utm_source=chatgpt.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">Google Play Store Goseh</a> dan perangkat iOS melalui <a href="https://apps.apple.com/id/app/goseh/id6746654566?utm_source=chatgpt.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow">App Store Goseh</a>.</p>
<p>Menutup pernyataannya, Ikhwan berharap seluruh pihak dapat kembali fokus pada agenda-agenda besar kemasyarakatan yang lebih bermanfaat bagi umat.</p>
<p>&#8220;Indonesia membutuhkan energi positif. Mari kita rawat persatuan, memperkuat silaturahim, dan bersama-sama membangun bangsa dengan semangat saling menghormati serta saling menguatkan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://suntara.or.id/bos-goseh-ajak-semua-pihak-menahan-diri-utamakan-ukhuwah-di-tengah-polemik-gus-ipul-dan-hamzah-sahal/">Bos Goseh Ajak Semua Pihak Menahan Diri, Utamakan Ukhuwah di Tengah Polemik Gus Ipul dan Hamzah Sahal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suntara.or.id">Suntara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
