Penyuluh Agama Islam Lamongan Dampingi Catin Gagal Nikah Bangkit Menata Ulang Harapan Rumah Tangga

Picture of Kabibur

Kabibur

Penulis

Lamongan, 20 Juni 2025 – Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam ikatan sah, tapi juga menyatukan dua jiwa, dua keluarga, dua sejarah, dan dua harapan. Maka wajar jika langkah menuju pernikahan harus disiapkan dengan penuh kesungguhan. Inilah semangat yang mewarnai bimbingan perkawinan (Bimwin) yang dilakukan oleh Habibur Rohman, S.Pd., CTrQ., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tikung terhadap sepasang calon pengantin, Dewi dan Nanang, yang hari ini hadir ke KUA.

Pasangan ini datang dengan kisah yang tak biasa. Salah satu dari mereka pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan sebelumnya. Namun mereka memilih untuk bangkit, menata ulang asa, dan belajar dari masa lalu. Setelah berkas-berkas diperiksa oleh petugas, Ahmad Syaifuddin, S.H., M.Pd., catin langsung diarahkan menuju layanan bimbingan pra nikah terpadu, sebagai bagian dari proses kesiapan lahir dan batin menuju bahtera rumah tangga.

Bimbingan Catin dengan Audiobook Binwin

Bimbingan ini menggunakan audiobook interaktif Binwin, sebuah inovasi media penyuluhan perkawinan yang pernah dinobatkan sebagai layanan terbaik tingkat nasional dalam ajang PAI Award 2024, dan digagas langsung oleh Habibur Rohman. Melalui pendekatan audio-visual dan dialog reflektif, pasangan dibimbing untuk tidak sekadar siap menikah, tapi juga siap menjadi keluarga sakinah.

Sebagaimana ditegaskan oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, Bimwin bukan sekadar syarat administratif, tetapi investasi jangka panjang dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Dalam sesi ini, Dewi dan Nanang mendapatkan pembekalan tentang:

  • Dinamika pernikahan dan bagaimana membangun komunikasi yang sehat.
  • Peran suami-istri dalam ekonomi, emosi, dan spiritualitas rumah tangga.
  • Pentingnya kesehatan reproduksi dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat.
  • Ketahanan keluarga dalam menghadapi konflik, krisis, dan cobaan hidup.
  • Pembinaan generasi dan tanggung jawab mendidik anak sebagai calon penerus bangsa.

Bimwin membantu pasangan menyadari bahwa pernikahan adalah proses adaptasi yang panjang, bukan sekadar seremoni satu hari. Maka kesiapan psikologis, spiritual, dan sosial menjadi sangat penting. Melalui pendekatan yang empatik dan membumi, penyuluh agama hadir bukan hanya sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai pendamping jiwa.

Habibur Rohman menyampaikan, “Setiap pasangan yang hendak menikah, apalagi yang pernah terluka sebelumnya, berhak mendapatkan kesempatan kedua yang lebih kuat dan lebih sadar. Bimbingan ini adalah bentuk kasih sayang negara dan agama untuk menjaga ketahanan keluarga dari dalam.”

Dengan selesainya proses Bimwin hari ini, diharapkan Dewi dan Nanang akan melangkah ke pelaminan dengan niat yang kuat, hati yang lapang, dan bekal ilmu yang cukup, demi membangun rumah tangga yang diberkahi Allah, sakinah, mawaddah, wa rahmah.

#Bimwin #PenyuluhAgamaIslam #KUA #KeluargaSakinah #LamonganBerbenah #BinwinTerbaikNasional #PAIAward2024 #KesiapanNikah

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya