Melawan Malas: Inilah 4 Cara Menghilangkan Rasa Malas

Cara Menghilangkan Rasa Malas
Picture of Ikhwan Sy

Ikhwan Sy

Penulis

SULUH NUSANTARA – Perasaan malas sering kali datang kepada setiap orang, sebab kurangnya motivasi dalam melakukan sesuatu.

Malas dapat mengganggu aktivitas keseharian seseorang, karena malas bisa mengurangi produktivitas dan membuat pekerjaannya menumpuk.

Dalam islam, perbuatan malas dikategorikan kepada perbuatan yang tercela.

Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam pun menyeru umatnya untuk tidak bermalas-malasan. Dalam haditsnya beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَلُومُ عَلَى الْعَجْزِ وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ فَإِذَا غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Artinya: “Allah subhanahu wa ta’ ala mencela sikap lemah, tidak bersungguh-sungguh, tetapi kamu harus memiliki sikap cerdas dan cekatan, namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu berucap, ‘Cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung’.” (HR Abu Dawud)

Melansir dari Youtube berikut beberapa solusi Islami untuk menghindari rasa malas:

Berdoa Agar Dijauhkan dari Sifat Malas

Doa adalah langkah pertama untuk melawan rasa malas. Rasulullah SAW mengajarkan kita doa agar tidak merasa malas:

للَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepadaMu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.”

Selain doa, Rasulullah juga mengajarkan untuk berusaha dengan melakukan perbuatan yang bermanfaat.

Mengatur Waktu Tidur

Untuk memastikan seseorang memiliki hari yang produktif, perlu adanya usaha untuk tidur di awal waktu.

Sering kali, seseorang tidur terlalu malam karena terlalu asik dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Seperti bermain media sosial, bermain game atau bergadang menonton TV.

Kurangnya waktu beristirahat dapat mengurangi energi dalam tubuh. Dengan tidur terlalu larut, energi yang kita miliki, tidak akan terisi kembali seperti semula. Sehingga esok harinya, aktivitas yang dilakukan tidak bisa maksimal.

 || BACA JUGA: 6 Istilah Menu Coffee Shop yang Berpotensi Haram, Umat Muslim Wajib Tahu

Memiliki Fisik yang Prima

Rasulullah SAW memotivasi umatnya untuk memiliki kondisi fisik yang fit.

Rasulullah SAW dan sahabatnya sering melakukan olahraga gulat. Beliau juga sering berlomba lari dengan istrinya, Aisha radhiallahu ’anha.

Ibarat tubuh ini adalah sebuah mobil, jika mobil tersebut tidak baik secara fisik, maka ia tidak akan berjalan dengan semestinya.

Begitu juga badan kita. Apabila badan terjaga dengan baik, maka energi untuk melalui hari pun akan lebih baik. Rasa malas pun dapat terhindari.

Di samping itu, lakukan kegiatan-kegiatan aktif ketika dalam waktu luang, agar tubuh menjadi sehat dan prima.

Menjaga Pola Makan

Perasaan malas juga dapat timbul dari kebiasaan dalam mengkonsumsi makanan yang kurang sehat.

Terlalu banyak memakan terlalu banyak makanan yang berlemak, atau mengandung banyak gula akan berpengaruh langsung kepada tubuh.

Jika menginginkan yang manis, lebih baik memakan buah dan minumlah jus, daripada memakan makanan berkadar gula tinggi.

Penting untuk kita memakan makan yang memiliki kualitas yang baik, dan jumlah yang tidak terlalu banyak. Memakan banyak buah dan sayur, dan meminum banyak air sangat dianjurkan bagi tubuh.

Tidak hanya itu, dalam hal jumlah, kita juga harus mengatur makanan dan minuman. Rasulullah SAW bersabda:

 مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، حَسْبُ الْآدَمِيِّ، لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ غَلَبَتِ الْآدَمِيَّ نَفْسُهُ، فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ، وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ، وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ

Artinya “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas,” (HR. Ibnu Majah)

Demikian beberapa solusi untuk tidak memiliki kebiasaan bermalas-malasan. Semoga kita terhindar dari perasaan malas dan memiliki hari yang produktif.

Wallahu A’lam
Oleh Dennis Ramadhan

 

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya