Pokjaluh Sumatera Utara Periode 2026–2030 Dilantik Hari Ini

Picture of Ikhwan Sy

Ikhwan Sy

Penulis

Medan — Kepengurusan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2030 dilantik hari ini, Senin, 21 September 2026, di Balai Diklat Keagamaan Medan, Jalan TB Silalahi Nomor 122, Sunggal, Kota Medan.

Pelantikan tersebut menjadi tindak lanjut hasil Musyawarah Wilayah Pokjaluh Sumatera Utara yang telah dilaksanakan pada 4–5 April 2026 di Hotel Rudang, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Dalam musyawarah tersebut, telah ditetapkan kepengurusan Pokjaluh Sumatera Utara untuk periode 2026–2030.

Selain pelantikan, kegiatan yang berlangsung 21–22 September 2026 ini juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) Pokjaluh Sumatera Utara. Para Penyuluh Agama Islam yang terpilih sebagai pengurus dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Berdasarkan surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Nomor B-1834/Kw.02.6/HM.01/09/2026 tanggal 17 September 2026, para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota diminta menghadirkan Penyuluh Agama Islam yang terpilih untuk mengikuti pelantikan sekaligus rapat kerja.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pelantikan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah organisasi selama periode 2026–2030.

Sementara itu, rapat kerja menjadi ruang untuk menyusun langkah dan program Pokjaluh ke depan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpenyuluh dari berbagai daerah.

Bagi para Penyuluh Agama Islam, keberadaan Pokjaluh bukan sekadar wadah organisasi. Lebih dari itu, Pokjaluh menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas, serta menyatukan langkah dalam menjalankan tugas penyuluhan di tengah masyarakat.

Kebutuhan masyarakat yang terus berkembang juga menuntut penyuluh untuk terus beradaptasi. Penyuluhan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan keluarga, sosial, moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, hingga berbagai persoalan kehidupan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, kepengurusan baru Pokjaluh Sumatera Utara diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para penyuluh untuk menghadirkan gagasan dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Ia menjadi awal dari sebuah amanah baru.

Empat tahun ke depan akan menjadi ruang untuk membuktikan sejauh mana kebersamaan para penyuluh dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata. Sebab pada akhirnya, keberadaan organisasi tidak diukur hanya dari struktur dan programnya, tetapi dari seberapa jauh kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat yang dilayani.

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya