8 Tahun Goseh : Jalan Pengabdian Menuju Penguatan Ekonomi Lokal

Picture of Ikhwan Sy

Ikhwan Sy

Penulis

Pada 18 Agustus 2019, aplikasi Goseh mulai hadir di Play Store. Tidak ada yang benar-benar tahu akan sampai sejauh apa perjalanan itu. Yang ada saat itu hanyalah sebuah gagasan, keberanian untuk mencoba, dan harapan agar sesuatu yang lahir dari Tanah Karo bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sendiri.

Kini, delapan tahun perjalanan itu hampir sampai pada satu titik penting. Kalau hanya ditulis sebagai angka, mungkin tidak terlalu istimewa. Tetapi di balik angka itu ada begitu banyak cerita.

Ada orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan ini. Ada rider yang setiap hari keluar rumah, menembus panas dan hujan demi membawa pulang rezeki. Ada pelanggan yang memilih menggunakan Goseh. Ada pemilik warung dan pelaku UMKM yang menitipkan harapan pada setiap pesanan yang datang.

Dan ada pula orang-orang yang mungkin tidak pernah terlihat, tetapi pernah membantu dengan cara mereka masing-masing.

Tidak Selalu Mudah

Membangun sesuatu dari daerah sendiri bukan perkara mudah. Kadang kita berhadapan dengan keterbatasan. Kadang dengan keraguan. Bahkan tidak jarang kita sendiri bertanya, apakah yang sedang kita perjuangkan ini akan bertahan?

Ada saat ketika semuanya terasa berjalan cepat. Ada pula masa ketika satu langkah saja terasa berat. Tetapi mungkin di situlah arti sebenarnya dari bertumbuh. Bukan tentang tidak pernah jatuh. Melainkan tentang mau berdiri lagi.

Goseh pun demikian. Delapan tahun tentu bukan perjalanan yang sempurna. Masih banyak kekurangan. Masih banyak hal yang harus dibenahi. Masih banyak mimpi yang belum selesai.

Namun justru karena itulah perjalanan ini masih menarik untuk dilanjutkan. Ada satu hal yang semakin terasa penting hari ini: kita perlu saling menguatkan.

UMKM membutuhkan pelanggan. Pelanggan membutuhkan layanan yang mudah. Rider membutuhkan order. Dan masyarakat membutuhkan perputaran ekonomi yang hidup di lingkungannya sendiri. Semuanya saling berhubungan.

Ketika seseorang memesan makanan dari warung dekat rumah melalui Goseh, misalnya, yang bergerak bukan hanya satu transaksi. Ada pedagang yang mendapatkan pemasukan. Ada rider yang mendapatkan penghasilan. Ada keluarga yang ikut merasakan manfaat dari penghasilan tersebut. Uang itu kemudian kembali berputar. Dibawa pulang. Dipakai membeli kebutuhan. Mungkin dibelanjakan lagi di warung lain.

Begitulah ekonomi lokal bekerja. Sederhana, tetapi nyata. Karena itu, mendukung usaha lokal sebenarnya bukan sekadar soal memilih aplikasi atau memilih tempat membeli sesuatu.

Kita Tidak Harus Menjadi yang Terbesar

Goseh mungkin tidak perlu bermimpi menjadi sesuatu yang paling besar. Ada mimpi yang lebih sederhana, tetapi justru lebih bermakna. Menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tanah Karo. Menjadi tempat rider mencari rezeki. Menjadi jembatan bagi UMKM menemukan pelanggan. Menjadi pilihan masyarakat ketika membutuhkan layanan. Dan menjadi contoh bahwa sebuah gagasan dari daerah juga layak diperjuangkan. Karena menjadi lokal bukan berarti harus minder. Justru dari lokallah kita memiliki sesuatu yang tidak bisa dibeli oleh siapa pun : kedekatan dengan masyarakat. Kita tumbuh di tempat yang sama. Dan mungkin itulah kekuatan terbesar Goseh.

Delapan Tahun Bukan Garis Akhir

Ulang tahun biasanya identik dengan perayaan. Ada kue. Ada ucapan. Ada foto bersama. Ada kegembiraan. Semua itu tentu penting. Tetapi bagi Goseh, delapan tahun juga seharusnya menjadi waktu untuk berhenti sebentar menoleh ke belakang.

Tantangan ke depan mungkin semakin besar. Teknologi akan terus berubah. Kebiasaan masyarakat juga berubah. Persaingan semakin terbuka. Kita tidak bisa hanya mengandalkan apa yang berhasil kemarin. Kita harus terus belajar. Terus memperbaiki diri.

Terus mendengarkan masyarakat. Dan yang paling penting, terus bergerak. Karena Goseh Bukan Hanya Tentang Aplikasi.

Pada akhirnya, Goseh bukan hanya tentang sebuah aplikasi yang ada di dalam telepon genggam. Di balik aplikasi itu ada manusia. Ada perjuangan. Ada harapan. Ada keluarga. Ada usaha kecil yang ingin tetap hidup. Ada rider yang ingin pulang membawa rezeki. Ada pelanggan yang ingin dilayani dengan baik. Dan ada sebuah daerah yang sedang berusaha tumbuh dengan caranya sendiri.

Itulah yang membuat perjalanan delapan tahun ini layak direnungkan. Kita mungkin belum sempurna. Kita mungkin masih jauh dari apa yang kita cita-citakan. Tetapi kita sudah berjalan cukup jauh untuk tahu bahwa perjalanan ini memiliki arti.

Selamat menuju 8 tahun, Goseh.

Perjalanan belum selesai.

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya