Kepala KUA Arri Ariansyah Siregar Susun Langkah Strategis di 100 Hari Kerja

Picture of Ikhwan Sy

Ikhwan Sy

Penulis

Berastagi — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang baru, Arri Ariansyah Siregar, S.H.I., M.Si. langsung bergerak cepat menyusun langkah kerja pada masa awal kepemimpinannya. Memasuki program 100 hari kerja, berbagai agenda mulai dipersiapkan untuk memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah pendataan berbagai unsur dan potensi keagamaan di wilayah kerja KUA. Pendataan tersebut mencakup tokoh masyarakat, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), kelompok pengajian, komunitas keagamaan, hingga komunitas lintas agama.

Langkah ini dinilai penting sebagai dasar untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta potensi yang ada di tengah masyarakat.

Tidak hanya mengumpulkan data, Arri Ariansyah Siregar juga mendorong adanya silaturahmi dan pertemuan langsung dengan berbagai elemen masyarakat. Tokoh masyarakat, pengurus BKM, kelompok pengajian, serta komunitas lintas agama akan diundang untuk berdialog dan menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“Kita ingin KUA hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat,” demikian semangat yang dibawa dalam pelaksanaan program 100 hari kerja tersebut.

Melalui pertemuan dan pendataan ini, KUA diharapkan memiliki peta sosial-keagamaan yang lebih jelas sehingga program pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Selain memperkuat hubungan dengan masyarakat, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kerukunan dan komunikasi antarumat beragama. Komunitas lintas agama diberikan ruang untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dalam suasana kebersamaan.

Program 100 hari kerja ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola KUA yang lebih terbuka, dekat dengan masyarakat, responsif, dan kolaboratif.

Dengan dukungan tokoh masyarakat, BKM, kelompok pengajian, penyuluh agama, komunitas keagamaan dan lintas agama, KUA diharapkan mampu menjadi salah satu simpul penting dalam memperkuat kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat.

Terbaru

Artikel Terkait

Lainnya